Banyak mobil yang 'kehausan' usai menjajal tol layang Jakarta Cikampek. Jasa Marga
Banyak mobil yang 'kehausan' usai menjajal tol layang Jakarta Cikampek. Jasa Marga

Safety Driving

Banyak Mobil 'Haus' Usai Jajal Tol Layang Jakarta-Cikampek

Ekawan Raharja • 23 Desember 2019 14:49

Jakarta: Di momen libur akhir tahun dan beroperasinya Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek), banyak para pengendara mobil yang memanfaatkan jalan tol baru tersebut. Uniknya, ketiadaan rest area di jalur layang tersebut berpengaruh terhadap pola pembelian bensin usai para pengemudi turun dari jalan tol layang tersebut.
 
Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, menjelaskan banyak pengguna jalan tol layang yang mencari bensin usai keluar dari jalan tol layang. Bahkan pada Sabtu (21/12/2019), Pertamina sampai mengoperasikan SPBU modular atau SPBU mini, yang menjadi alternatif pengisian BBM di rest area atau tempat peristirahatan yang tidak terdapat SPBU regular.
 
Layanan SPBU modular di MOR III di sepanjang jalur Jakarta Cikampek telah melayani penjualan sekitar 1.700 liter bahan bakar. Permintaan terbanyak terjadi di area parking bay, setelah jalur tol layang Japek di KM 50.

"Kami menghimbau masyarakat  untuk mengisi penuh tangki BBMnya di SPBU sebelum memasuki jalur tol, terutama bagi pengendara yang akan menggunakan jalur tol layang," terang Dewi melalui keterangan resminya.
 
Banyak Mobil Haus Usai Jajal Tol Layang Jakarta-Cikampek
 
Selain itu, di momen arus libur Natal dan Tahun baru 2020 ini terjadi peningkatan jumlah konsumsi bahan bakar. Pertamina MOR III mencatat konsumsi BBM di wilayah Jawa bagian Barat (Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat) meningkat tipis dari konsumsi normal.
 
Namun peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar berkualitas Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Pertamax Turbo dan Pertamina Dex masing-masing meningkat hingga 46 persen dari konsumsi harian normal. Sedangkan Dexlite naik 13 persen
 
"Pola konsumsi seperti ini terjadi karena konsumen sudah makin bijak memilih bahan bakar yang bisa mendukung kinerja mesin kendaraan lebih baik, mengingat mereka harus menempuh perjalanan jauh,” jelas Dewi Sri Utami.
 
Tentu sebaiknya para pengguna jalan tol layang mempersiapkan kondisi kendaraannya sebelum masuk. Mengingat jalan tersebut memiliki panjang 36,4 kilometer dan tidak dilengkapi dengan rest area maupun pintu keluar selain di ujung dan awal jalan tol layang.


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan