Busi rusak, bisa mempengaruhi kinerja komponen pengapian lainnya. medcom.id
Busi rusak, bisa mempengaruhi kinerja komponen pengapian lainnya. medcom.id

Busi Rusak, Waspadai Efek Buruknya ke Sistem Pengapian Lain

Otomotif distribusi batubara komponen otomotif tips knowledge
Ahmad Garuda • 24 Desember 2018 17:46
Jakarta: Membiarkan komponen pemantik api atau busi di mesin kendaraan Anda tak optimal bahkan cenderung rusak, ternyata bisa mengakibatkan kerusakan di sistem pengapian lainnya. Hal ini terjadi lantaran busi tak bekerja secara tunggal. Komponen tersebut punya rangkaian atau sistem agar bisa bekerja bersama komponen lainnya.
 
Diungapkan oleh Technical Supporting PT NGK Busi Indonesia, Diko Octoviano, bahwa penggunaan busi yang sudah mulai melemah atau tak optimal lagi percikan apinya, bisa mempengaruhi komponen lain yang masuk dalam sistem pengapian di sebuah mesin.
 
"Membiarkan kerusakan pada busi akan membuat kerusakan dan efek berantai terhadap sistem pengapian. Selanjutkan bakal membuat kerusakan permanen terhadap busi dan membuat komponen sebelum busi melemah dan tak optimal," klaim Diko.
Busi Rusak, Waspadai Efek Buruknya ke Sistem Pengapian Lain
JIka itu terjadi, Ia melanjutkan, harusnya budget yang tadinya untuk membeli busi, harus ditambah dengan untuk keperluan membeli komponen pengapian lain yang seharusnya bisa dicegah. Hal ini menurutnya yang justru jadi salah kaprah mereka yang ingin mengirit pengeluaran jadi berbelanja lebih banyak komponen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengapa kerusakan busi bisa mempengaruhi kinerja komponen kelistrikan lain yang berada di rangkaian sistem pengapian? Tidak lain karena tegangan listrik di dalam satu rangkaian itu kan selaras mengikuti permintaan yang timing pengapian di ruang bakar. Kalau ada salah satu komponen yang tidak optimal akan membuat tegangan di komponen sebelumnya akan over dan setelahnya jadi kurang. Kalau sudah begini, panas berlebih bisa terjadi dan akhirnya menimbulkan kerusakan."
Busi Rusak, Waspadai Efek Buruknya ke Sistem Pengapian Lain
Tentu tidak akan sulit mendeteksi jika kondisi busi sudah mulai rusak. Pakem yang pertama adalah berdasarkan jarak tempuh motor mulai dari pertama kali memasang busi tersebut (untuk tipe busi bermaterial nikel). Kemudian cara kedua adalah mendeteksinya dengan melihat elektroda pusat dan elektroda ground yang mulai aus dan teroksidasi.
 
Tak heran jika mayoritas bengkel menyarankan untuk melakukan penggantian busi, jika gejala busi mulai berkurang kinerjanya. Untuk busi motor reguler yang menggunakan material nikel, penurunan performa biasanya terjadi ketika busi digunakan untuk jarak tempuh 6.000 km. Sementara untuk mobil penurunan performa biasanya terjadi saat busi digunakan sejauh 20.000 km.
 
Sementara jika menggunakan cara deteksi kerusakan yang kedua yaitu melihat elektroda, maka permukaan elektroda pusat atau ground, bentuknya mulai terkikis, tak bidang lagi.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif