Berkarir di Balap Dunia, Butuh Proses Panjang
Rifat Sungkar lakoni karirnya sebagai pembalap dunia. Pertamina
Jakarta: Menjajak kaki di dunia balap, bukan perkara gampang. Selain karena biayanya yang mahal, juga karena dibutuhkan keteguhan hati untuk menjalani serangkaian prosesnya. Harus berani berkompromi dengan aktifitas di dunia 'betot tuas atau pedal gas' untuk mencapai satu target, yaitu pemenang.

Direktur Pertamax Motorsport Team, Rifat Sungkar beberapa kali bercerita kepada Medcom.id perihal menjajak kaki di dunia balap ini. Sebagai salah satu pembalap (pereli) senior, Ia berbagi tips bagaimana seharusnya seseorang bersikap untuk menjadi seorang pembalap profesional.

"Menjadi pembalap itu dibutuhkan eksistensi tingkat tinggi. Selain karena Anda harus berkompromi dengan jadwal balap dan serangkaian rutinitas sebagai anak sekolahan misalnya, juga karena harus bekerja sama dengan tim untuk menelurkan setup terbaik. Tanpa adanya itu, maka sama saja tidak serius dalam menjalani karir sebagai pembalap," tukas Rifat.

Hal itu memang pernah Ia lakoni saat menjalani karir sebagai pereli di ajang reli dunia seperti World Rally Championship (WRC) dan Rally of America. Ia harus berkompromi dengan semua hal yang akan mengganggu jadwalnya balapan. Mengingat saat menjadi pereli dunia dengan serangkaian sponsor yang menyokong di belakang, harus benar-benar total.


"Pertamina sudah siap mendukung saya ke ajang balap dunia, ya saya sebagai orang yang mendapat dukungan besar itu, pun wajib menyambut dengan suka cita. Ini adalah hal pertama yang harus kita tunjukkan. Kemudian hal yang kedua adalah selalu melakukan review terhadap performa pada penampilan sebelumnya. Lalu yang ketiga adalah fokus terhadap perbaikan performa dan tampil sebaik mungkin."

Proses ketiga, Rifat melanjutkan, bahwa penjenjangan yang benar harus selalu jadi patokan. Mengingat jika Anda salah dalam melangkah, bukannya bisa naik ke kelas yang lebih baik dari tahun ke tahun, malah bisa mundur ke belakang. Apalagi usia dalam perjalanan karir balap itu terus berjalan. Dan jika sudah berada di atas 30 tahun, penjenjangan ke balap dunia rasanya sangat kecil.

Pencapaian karir balap Rifat memang tak terlepas dari dukungan besar Pertamina melalui pelumas Fastron yang membuat tim balap khusus ke kejuaraan dunia. Bahkan ini menjadi modalnya untuk meraih hasil bagus dan sempat dilirik oleh Ken Block saat berlaga di Rally of America.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id