Dakar Rally 2018

Dakar Rally 2018 Perketat Penggunaan Sistem Navigasi

Ahmad Garuda 07 Januari 2018 20:11 WIB
dakar rally
Dakar Rally 2018 Perketat Penggunaan Sistem Navigasi
Tim Peugeot paling keras mempertanyakan regulasi baru sistem navigasi Dakar Rally 2018. Red Bull
Lima: Ajang balap Dakar Rally 2018, bukan hanya menjadi ajang pembuktian ketangguhan mobil, performa fisik pereli dan mentalitasnya. Namun juga kecanggihan otak navigator untuk membaca situasi dan juga road book (sistem navigasi) yang sudah mereka tentukan secara manual.

Belakangan, kecanggihan teknologi mulai dimanfaatkan oleh beberapa tim besar secara profesional, terutama tim balap di kategori mobil. Tapi tahun ini, persis sebelum balapan dimulai, promotor balap terganas dunia itu mensosialisasikan regulasi yang baru tentang sistem navigasi.

Perubahan tersebut mencakup pelarangan penggunaan peta non road book dalam bentuk apa pun. Misalnya peta manual dari kertas maupun peta dengan sistem elektronik atau bentuk lainnya. Peserta diharuskan hanya menggunakan pantulan atau garis data yang mereka tentukan di road book sebagai sistem navigasi.

Namun perubahan regulasi ini mendapat banyak kritikan. Lantaran ini menjadi regulasi yang sangat tidak manusiawi. "Secara personal, regulasi ini memang tidak ada masalah. Namun dari sisi manusiawi sebagai pereli, rasanya ini sangat aneh. Mereka sepertinya ingin sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Mereka tak ingin ada pimpinan lomba yang sama di hari pertama dan mereka ingin ada yang peserta yang tersesat," klaim Peugeot Sport Director, Bruno Famin dilansir dari Autosport.


Famin meneruskan ungkapan kekecewaannya bahwa ini bukanlah Dakar Rally (DR) yang Ia kenal. "Ini sangat aneh dan membuat balap Dakar Rally ini menjadi ajang balap untung-untungan terkait dengan strategi navigasi. Saya rasa mereka mencari hasil yang tidak bisa diduga pemenangnya. Ya ini menurut pemahaman saya sejauh ini."

Namun Direktur Sport Dakar yaitu Marc Coma menegaskan bahwa apa yang dipahami Peugeot dan tim-tim pada umumnya, tidak seperti itu hasil yang mereka harapkan. Mereka hanya ingin memastikan bahwa penggunaan kecanggihan teknologi dalam hal sistem navigasi tidak terjadi.

"Belakangan, tim-tim besar punya detail peta yang sangat membantu mereka dalam hal navigasi. Tapi sejak saya masuk di sini sebagai direktur sport di balap ini, fokus utamaku adalah pereli bisa bertarung secara adil, karena sistem navigasi adalah salah satu syarat permainan balap ini. Tidak ada muatan apa pun ke tim-tim mana pun apalagi personal."

Coma melanjutkan bahwa ini adalah tindakan yang adil. Jadi mereka yang mampu membaca road book dengan baik itulah yang pantas mendapat juaranya. Bukan berdasarkan panduan peta digital atau yang mereka susun sebelumnya.

Senada dengan Coma, dua pereli tim MINI dan Toyota mendukung regulasi tersebut. Nani Roma yang merupakan pereli andalan tim MINI, menyatakan bahwa Peugeot selama ini memanfaatkan kecanggihan teknologi. Jadi ketika mereka tersesat, mereka dengan mudah kembali ke titik koordinat sebelumnya dengan teknologi yang mereka gunakan.

Sekarang semua pereli posisinya sama. Sehingga pertarungan di DR 2018 bakal sangat menarik.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id