Tennessee: General Motors (GM) dan LG Energy Solution semakin mendekati rencana penggunaan baterai lithium manganese-rich (LMR) untuk kendaraan listrik. Teknologi baterai tersebut akan digunakan pada truk listrik dan SUV berukuran penuh dengan produksi yang ditargetkan dimulai pada 2028.
Dilansir dari Carscoops, produksi baterai LMR akan dilakukan melalui perusahaan patungan GM dan LG Energy Solution, Ultium Cells, di fasilitas Spring Hill, Tennessee, Amerika Serikat. Pembangunan dan peningkatan fasilitas dijadwalkan dimulai pada akhir 2026 dan ditargetkan selesai pada 2028.
Ekspansi fasilitas tersebut diperkirakan menambah sekitar 500 lapangan pekerjaan. Dengan tambahan tersebut, jumlah tenaga kerja di pabrik Spring Hill diproyeksikan mencapai sekitar 1.700 orang.
Baterai LMR Diklaim Lebih Terjangkau
Baterai konvensional menggunakan material katoda yang terdiri dari nikel, mangan, dan kobalt. Kobalt menjadi salah satu material yang berkontribusi terhadap tingginya biaya produksi baterai karena harganya relatif mahal.
Sementara itu, baterai LMR menggunakan proporsi mangan yang lebih tinggi. Material tersebut memiliki biaya yang lebih rendah sehingga berpotensi menekan harga produksi baterai kendaraan listrik.
Baca Juga :
General Motors dan NVIDIA Kembangkan AI untuk Kendaraan dan Manufaktur
GM sebelumnya menyebut penggunaan baterai LMR pada Chevrolet Silverado EV berpotensi menghemat sedikitnya USD6.000. Penghematan tersebut dapat membantu menekan biaya produksi kendaraan listrik berukuran besar.
Produksi Baterai LMR Ditargetkan Mulai 2028
GM dan LG Energy Solution menyebut baterai LMR dirancang menawarkan kepadatan energi 33 persen lebih tinggi dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP). LFP saat ini dikenal sebagai salah satu teknologi baterai berbiaya relatif rendah.
Meski memiliki kepadatan energi lebih tinggi, GM dan LG menyatakan baterai LMR dirancang dengan biaya yang sebanding dengan teknologi LFP.
Kedua perusahaan belum mengungkap spesifikasi lengkap baterai LMR yang akan diproduksi di Spring Hill. Namun, teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi GM untuk menggunakan beberapa jenis baterai sesuai kebutuhan kendaraan dan konsumen.
Dalam strategi tersebut, baterai LMR akan digunakan pada varian kendaraan yang lebih terjangkau. Sementara itu, baterai dengan kandungan nikel tinggi atau high-nickel batteries akan digunakan untuk varian yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.
Baca Juga :
LG Electronics Akuisisi Produsen Pengisi Daya Kendaraan Listrik
GM Siapkan Strategi Multi-Baterai
Strategi penggunaan beberapa jenis baterai tersebut memungkinkan GM menyesuaikan teknologi baterai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing kendaraan.
Pengembangan baterai LMR juga menjadi bagian dari upaya GM dan LG Energy Solution memperluas pilihan teknologi baterai untuk kendaraan listrik, khususnya truk dan SUV berukuran penuh.
Ultium Cells menyebut fasilitas Spring Hill akan menjadi fasilitas produksi komersial pertama secara global untuk teknologi baterai LMR generasi terbaru tersebut.
Tennessee: General Motors (GM) dan
LG Energy Solution semakin mendekati rencana penggunaan baterai lithium manganese-rich (LMR) untuk kendaraan listrik. Teknologi baterai tersebut akan digunakan pada truk listrik dan SUV berukuran penuh dengan produksi yang ditargetkan dimulai pada 2028.
Dilansir dari Carscoops, produksi baterai LMR akan dilakukan melalui perusahaan patungan GM dan LG Energy Solution, Ultium Cells, di fasilitas Spring Hill, Tennessee, Amerika Serikat. Pembangunan dan peningkatan fasilitas dijadwalkan dimulai pada akhir 2026 dan ditargetkan selesai pada 2028.
Ekspansi fasilitas tersebut diperkirakan menambah sekitar 500 lapangan pekerjaan. Dengan tambahan tersebut, jumlah tenaga kerja di pabrik Spring Hill diproyeksikan mencapai sekitar 1.700 orang.
Baterai LMR Diklaim Lebih Terjangkau
Baterai konvensional menggunakan material katoda yang terdiri dari nikel, mangan, dan kobalt. Kobalt menjadi salah satu material yang berkontribusi terhadap tingginya biaya produksi baterai karena harganya relatif mahal.
Sementara itu, baterai LMR menggunakan proporsi mangan yang lebih tinggi. Material tersebut memiliki biaya yang lebih rendah sehingga berpotensi menekan harga produksi baterai kendaraan listrik.
GM sebelumnya menyebut penggunaan baterai LMR pada Chevrolet Silverado EV berpotensi menghemat sedikitnya USD6.000. Penghematan tersebut dapat membantu menekan biaya produksi kendaraan listrik berukuran besar.
Produksi Baterai LMR Ditargetkan Mulai 2028
GM dan LG Energy Solution menyebut baterai LMR dirancang menawarkan kepadatan energi 33 persen lebih tinggi dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP). LFP saat ini dikenal sebagai salah satu teknologi baterai berbiaya relatif rendah.
Meski memiliki kepadatan energi lebih tinggi, GM dan LG menyatakan baterai LMR dirancang dengan biaya yang sebanding dengan teknologi LFP.
Kedua perusahaan belum mengungkap spesifikasi lengkap baterai LMR yang akan diproduksi di Spring Hill. Namun, teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi GM untuk menggunakan beberapa jenis baterai sesuai kebutuhan kendaraan dan konsumen.
Dalam strategi tersebut, baterai LMR akan digunakan pada varian kendaraan yang lebih terjangkau. Sementara itu, baterai dengan kandungan nikel tinggi atau high-nickel batteries akan digunakan untuk varian yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.
GM Siapkan Strategi Multi-Baterai
Strategi penggunaan beberapa jenis baterai tersebut memungkinkan GM menyesuaikan teknologi baterai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing kendaraan.
Pengembangan baterai LMR juga menjadi bagian dari upaya GM dan LG Energy Solution memperluas pilihan teknologi baterai untuk kendaraan listrik, khususnya truk dan SUV berukuran penuh.
Ultium Cells menyebut fasilitas Spring Hill akan menjadi fasilitas produksi komersial pertama secara global untuk teknologi baterai LMR generasi terbaru tersebut.
(UDA)