DRE Gelombang Empat Etape Pertama mengunjungi beragam keindahan wisata di Aceh. MTVN/Ekawan Raharja - Datsun Indonesia
DRE Gelombang Empat Etape Pertama mengunjungi beragam keindahan wisata di Aceh. MTVN/Ekawan Raharja - Datsun Indonesia

Kegiatan APM

Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition

Ekawan Raharja • 08 Maret 2016 11:17
medcom.id, Banda Aceh: Datsun Rising Expedition (DRE) merupakan program yang dibuat oleh Datsun Indonesia. Program ekspedisi ini mengungkap beragam keindahan di berbagai pelosok daerah di Indonesia.
 
Tim Metrotvnews.com berkesempatan untuk ikut pada DRE Gelombang Empat Etape Pertama selama empat hari (2-5/3/2016). Ekspedisi kali ini berkesempatan untuk membuka tabir sejengkal surga di tanah rencong alias Nanggroe Aceh Darussalam.
 
"Melalui kegiatan DRE, Datsun berharap dapat memberikan kontribusi dengan menunjukan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia kepada para risers. Kami berharap kegiatan ini akan semakin mendekatkan Datsun kepada risers dan menambah rasa cinta mereka kepada tanah air. Para risers peserta DRE juga dapat membagi cerita dan memberikan inspirasi kepada masyrakat melalui sosial media mereka," terang Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia, pada Rabu (2/3/2016) di Cafe Ring Road Banda Aceh.

Hari pertama
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition

Setiba di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, perjalanan DRE langsung sambut dengan cuaca yang cerah dan panas. Namun kondisi ini tidak menyurutkan rombongan ekspedisi untuk berangkat ke Pantai Lampuuk, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
 
Hamparan pasir putih yang lembut dan airnya yang masih jernih seakan membayar kelelahan perjalanan selama 1 jam 30 menit perjalanan dengan Datsun Go+ Panca. Ombaknya yang tinggi dan suasanya yang tenang membuat banyak surfer tergoda untuk mengicipi ombaknya.
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
"Pantai ini memang masih sepi dan kondisi pantainya masih bagus dan enak untuk berwisata," ujar Silmy Kania Dewi, Panitia DRE Gelombang Empat Etape Pertama, disela-sela perjalanan DRE menuju Pantai Lampuuk.
 
Namun sayangnya keseruan di Pantai Lampuuk harus berakhir dengan ketidaknyamanan. Gempa di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang berpotensi Tsunami membuat rombongan harus meninggalkan bibir pantai menuju penginapan di Banda Aceh Segera. Pada 2004 silam, Tsunami meluluh lantakan daerah Lampuuk lantaran posisinya di utara dan menghadap Samudera Hindia.
 
Hari kedua
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition

Ekspedisi masih tetap mengitari Kota Banda Aceh, dengan tema mengenang bencana Tsunami 2004 silam. Destinasi pertama mengunjungi Museum Tsunami yang dirancang oleh Ridwan Kamil. Disini para pengunjung dapat merasakan suasana bagaimana Tsunami terjadi 12 tahun silam, dan mendapatkan informasi dengan lengkap mengenai Tsunami.
 
"Merinding masuk kesini, suasanya saat Tsunami terasa sekali meski baru masuk museum," terang Ilham, salah seorang peserta DRE, pada Kamis (3/3/2016) di Museum Tsunami Banda Aceh.
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
Rombongan pun tidak kelupaan pula untuk mengunjungi situs Boat di Atap Rumah. Kapal ini menjadi saksi bisu bencana Tsunami dan menyelamatkan puluhan warga Gampong Lampulo, Kuta Alam, Banda Aceh.
 
"Saat Tsunami datang, kami bertahan di lantai dua salah satu rumah. Saat air terus meninggi, datang sebuah kapal dan berhenti di dekat kami. Kami pun terus naik dan bertahan di dalam kapal," jelas Mak Kolak, salah satu warga yang bertahan di atas kapal saat Tsunami, pada Kamis (3/3/2016).
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
Perjalanan kemudian semakin seru saat mengunjungi Museum Aceh. Para peserta DRE diajarkan melakukan gerakan Tarian Daerah Aceh. Tampak para peserta, termasuk beberapa panitia, dengan antusias mengikuti gerakan yang diajarkan oleh instruktur tari.
 
Destinasi selanjutnya menuju Air Terjun Suhom Lhoong di Desa Suhom, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Diperlukan waktu hingga dua jam perjalanan untuk mencapai tempat wisata yang digunakan pula sebagai sumber energi listrik untuk warga sekitar.
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
Posisinya yang berada di tengah perbukitan dan dikelilingi oleh berbagai pohon seakan menepis udara panas Aceh yang menyengat. Air pun terasa sangat segar karena langsung dari sumber mata air yang jernih. Para pengunjung bisa sekedar menikmati panorama cantik air terjun ataupun langsung berenang di bawah air terjun.
 
"Air terjunya seger sekali, seperti habis mandi. Airnya tidak lengket seperti kemarin saat bilas di Pantai Lampuuk," terang Jagad Sidhayoda, Public Relations Datsun Indonesia, pada Kamis (3/3/2016) di Air Terjun Suhom Lhook Aceh Besar.
 
Hari Ketiga
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition

Destinasi wisata pertama di hari Jumat (4/3/2016) adalah mengunjungi bukit Suharto di Krueng Raya, Aceh Besar. Disini para peserta DRE dapat melihat Pelabuhan Malahayati tepat dari atas bukit. Panoramanya yang indah dan suasanya yang tenang membuat daerah ini cocok sebagai tempat untuk bersantai.
 
"Nama Suharto sendiri diambil karena dulu Presiden Suharto suka berkunjung disini dan menginap di vila. Namun vilanya sudah hancur lantaran pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) beberapa tahun silam," terang Ilham pada Jumat (4/3/2016) di Bukit Suharto.
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
Tidak jauh dari Bukit Suharto, terdapat destinasi Nol Kilometer Sumatera. Untuk mencapai daerah sini harus melewati medan yang cukup menantang dan jalanan yang penuh dengan pasir. Tak pelak beberapa peserta mengalami kesulitan untuk menanjak dengan menggunakan Go+ Panca.
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
Akan tetapi sesampainya di tapal Pulau Sumatera, semua kelelahan dan kesulitan selama perjalanan terbayar sudah. Hamparan Samudera Hindia, terpaan angin laut, serta debutan ombak memecah karang menyambut para peserta.
 
"Sumpah, ini pemandangan paling indah dan keren sekali. Belum tentu lagi saya bisa sampai kesini," terang Manuel, salah seorang peserta DRE, pada Jumat (4/3/2016) di Nol Kilometer Sumatera.
 
"Tempatnya asik, kalau bikin foto pre-wedding disini pasti bagus banget," lanjut Silmy.
 
Saat hari mulai sore, perjalanan menuju Kota Lhokseumawe dengan jarak tempuh sampai tujuh jam perjalanan. Namun saat malam hari sesaat memasuki Kota Lhokseumawe, warna langit di kota tersebut berwarna merah dan hijau. Fenomena alam tidak terlepas dari Kota Lhokseumawe yang kaya akan gas alam.
 
"Di Lhokseumawe kaya akan gas alam, dan warna merah dan hijau di langit itu akibat pengeboran gas alam," terang Ilham pada (5/3/2016) dini hari di tengah perjalanan.
Mengintip Surga di Aceh Melalui Datsun Rising Expedition
Perjalanan DRE Gelombang Empat Etape Pertama mungkin sudah berakhir, namun kenangan dan pengalaman yang diberikan kepada peserta ekspedisi tidak akan terhapus begitu saja.
 
Saat ini DRE sudah memasuki Gelombang Empat Etape kedua, dari Medan Sumatera Utara menuju Pekanbaru Riau. Nantinya di prediksi, DRE akan selesai di Kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada akhir Maret 2016.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan