Mesin kapal dan mesin mobil memiliki sistem yang tidak jauh berbeda. Medcom.id/Ekawan Raharja
Mesin kapal dan mesin mobil memiliki sistem yang tidak jauh berbeda. Medcom.id/Ekawan Raharja

Teknologi Mesin

Mirip Mesin Mobil, OBM Lebih Pintar

Ekawan Raharja • 27 September 2019 09:45
Kusamba: Suzuki memang terkenal memproduksi berbagai mesin alat transportasi mulai dari sepeda motor, mobil, hingga kapal (on board machine - OBM). Uniknya, banyak yang tidak tahu ternyata bahwa mekanisme mesin mobil dan OBM ternyata sama.
 
Service Area Suzuki Marine PT Suzuki Indomobil Sales, Rakhmat Hidayat, menerangkan bahwa di dalam casing OBM terdapat mesin yang strukturnya mirip dengan mesin mobil. Di dalamnya terdapat injektor, piston, crankcase, crankshaft, dan beragam komponen lainnya yang biasa ada di dalam mesin mobil.
 
"Di dalamnya sama, mulai dari bahan bakar yang kemudian disemprotkan untuk diledakan menggerakan piston, kemudian disalurkan ke transmisi. Bedanya kalau mobil menggerakan ban, sedangkan OBM menggerakan baling-baling," jelas Rakhmat Hidayat kepada Medcom.id.

Kemudian perbedaan lainnya adalah posisi mesin, untuk mobil biasanya berposisi horizontal (tertidur) dan OBM vertikal (tegak). Mengingat OBM memiliki tujuan menggerakan baling-baling yang berada di bawah permukaan air, maka posisi mesinnya dibuat tegak.
 
Soal kecanggihan, Rakhmat Hidayat menjelaskan mesin OBM lebih pintar dibandingkan mesin mobil. Salah satu contohnya adalah mesin OBM bisa menerima berbagai macam jenis bensin mulai dari RON 88 sampai RON 95. Nantinya ledakan bahan bakar yang diakibatkan oleh bensin, piston akan menyesuaikan dengan timing ledakan masing-masing RON. Mengingat setiap bensin dengan RON yang berbeda memiliki timing ledakan yang berbeda, dan berpengaruh terhadap kinerja mesin.
 
Mirip Mesin Mobil, OBM Lebih Pintar
 
"Di mesin kapal, ada sensor O2 yang akan mengecek kondisi ledakan piston dan ada fitur Suzuki Lean Burn Control System yang akan menghitung timing ledakan bahan bakar. Informasi tersebut akan dikirimkan ke ECU, dan kemudian ECU akan menyesuaikan piston sesuai dengan timing ledakannya," terang Rakhmat Hidayat.
 
Namun pria yang memang spesialis menangani mesin OBM ini juga menjelaskan mesin-mesinnya sebaiknya menggunakan RON 90 minimal. Hal ini terkait emisi gas buang yang dihasilkan oleh bensin dengan ron rendah lebih banyak. "Bahkan di Jepang atau negara maju menggunakan bensin setara dengan Pertamax Plus (RON 95)."
 
Saat ini ada beberapa pemain OBM di Indonesia mulai dari Suzuki, Yamaha, Honda, Evinrude, dan berbagai merek lainnya. Tetapi di Indonesia, hanya Suzuki dan Honda yang memiliki status dipasarkan oleh agen pemegang merek (APM) dan yang lainnya dipasarkan oleh distributor.
 
Status APM yang ditawarkan oleh Suzuki dan Honda ini membuat mereka memastikan menawarkan pelayanan lengkap, mulai dari penjualan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang sesuai dengan standar pabrikan. Suzuki memiliki sejumlah dealer resmi yang menjual OBM, salah satunya Sinta Marine yang berlokasi di Kusamba Bali.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan