Inikah tampang mobil listrik konsep Subaru. Carscoops
Inikah tampang mobil listrik konsep Subaru. Carscoops

Mobil Listrik

Subaru Pamer Mobil Listrik Bergaya Crossover

Otomotif mobil listrik mobil konsep subaru
M. Bagus Rachmanto • 24 Januari 2020 13:35
Jepang: Pabrikan mobil Subaru mengumumkan kesiapannya masuk ke dalam era mobil listrik. Hal itu ditunjukkan Subaru dengan memamerkan mobil listrik konsep pertama mereka yang sedang dikerjakannya.
 
Melanjutkan hubungan yang sudah terjalin, maka tak heran jika Subaru mengembangkan mobil listriknya itu bersama dengan Toyota. Mobil tersebut dikatakan bakal memasuki pasar sebelum 2025.
 
Dilansir Carscoops, selama briefing teknologi di Jepang, Subaru menampilkan studi desain pertama dari kendaraan listrik baru yang sedang dikerjakannya. Dalam konsepnya, mobil bergenre Crossover yang dikembangkan bersama Toyota itu bakal menggandalkan penggerak listrik murni atau all electric vehicle (EV).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara visual, bagian eksterior menampilkan dominasi desain tepi tajam dan garis sudut yang mengalir dari depan ke belakang.
 
Seperti banyak kendaraan listrik yang saat ini ada di pasaran, mobil ini tidak menggunakan gril depan tradisional tetapi menampilkan serangkaian intake udara palsu di sisi-sisi fasia dan di sepanjang bagian bawah bemper yang dibuat dalam warna hitam pekat. Di sana juga terlihat dua area gelap tempat lampu depan nantinya dipasang.
 
Sementara untuk bagian kabin Subaru menggambarkannya memiliki kapasitas daya angkut penumpang dengan desain frame kaca depan yang sangat tajam. Garis atap juga cukup datar yang memungkinkan ruang kepala atau head room lebih tinggi di baris kedua. Karena ini adalah mockup desain awal, tak menutup kemungkinan penampilannya akan berbeda jika nantinya masuk ke jalaur produksi.
 
Toyota dan Subaru mengkonfirmasi bahwa mereka bersama-sama mengembangkan platform EV sejak Juni 2019. Platform ini akan mendukung SUV listrik segmen C yang akan dibangun oleh kedua produsen mobil. Platform ini juga akan memiliki fleksibilitas untuk menopang sejumlah kendaraan lain termasuk sedan segmen C dan D, serta SUV.
 
Meski demikian, pabrikan otomotif asal Negeri Sakura itu tidak akan menghentikan mobil berbasis bahan bakar cair secara langsung. Hal ini tidak terlepas dari dikeluarkan peraturan emisi semakin ketat di seluruh dunia, terutama di Tiongkok dan Uni Eropa. Perusahaan menargetkan pada 2030, model hibrida dan listrik akan mewakili setidaknya 40 persen dari output global tahunan Subaru.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif