Donald Trump tidak percaya dengan kecanggihan komputer untuk mengendalikan mobil. Autoevolution
Donald Trump tidak percaya dengan kecanggihan komputer untuk mengendalikan mobil. Autoevolution

Donald Trump Benci Mobil Otonom? Ini Alasannya

Otomotif autonomous donald trump
M. Bagus Rachmanto • 19 Maret 2019 08:29
Amerika Serikat: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nampaknya tidak percaya dengan kemajuan teknologi otomotif mobil yang dapat mengemudi sendiri tanpa pengemudi atau self drving car/otonom.
 
"Bisakah Anda bayangkan, Anda sedang duduk di kursi belakang dan tiba-tiba mobil ini zig-zag di tikungan dan Anda tidak dapat menghentikan hal itu?" kata Trump seperti dilansir Autoevolution.
 
Ketidaksukaannya terhadap kendaraan dengan sisstem pengendaraan otomatis ini atau tanpa pengemudi ini sudah pernah Ia sampaikan pada 2017 lalu. Bahkan menurut sumber terpercaya, Trump pernah menyampaikan pemikirannya kepada seseorang bahwa dirinya tidak percaya pada kecanggihan komputer, termasuk fitur Autopilot.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya itu keren tapi saya tidak akan pernah naik mobil self-driving. Saya tidak percaya pada beberapa komputer untuk membuat saya berkeliling," kata Trump diksempatan lain.
 
Beberapa pihak memperkirakan, sikap Trump yang skeptis terhadap mobil otonom bisa mempengaruhi kebijakan kendaraan otonom di AS.
 
Menurut American Automobile Association (AAA), sikap Trump ini mempengaruhi pemikiran sebagian warga AS. AAA mengungkap, sekitar 71 persen warga AS tidak ingin mengendarai mobil tanpa pengemudi. Alasannya karena mereka tidak percaya pada kecanggihan komputer.
 
Hingga saat ini, sistem otomatisasi di dunia otomotif, memang sudah dalam tahap pengujian. Namun basis dasar sistem ini sudah digunakan sejak lama. Katakan saja sistem otomatisasi cara parkir sebuah mobil. Misalnya BMW atau Mercedes-Benz yang sudah menerapkan sistem parkir sendiri. Kemudian ada juga adaptive cruise control, hingga pengendaraan otomatis untuk tipe jalan yang terintegrasi sistem otonom.
 
Hingga saat ini kejadian kecelakaan akibat mobil dengan sistem pengendaraan otomatis, baru dialami oleh Tesla saja dengan fitur autopilotnya. Itu pun sebenarnya, tak bisa dikatakan sebuah kegagalan. Lantaran kondisi kecelakaan tersebut tidak terjadi di zona yang terintegrasi itu. Melainkan terjadi di zona yang belum mendukung sistem autopilot tersebut.
 
Namun jika semua jalanan sudah terintegrasi sistem ini, tentu bukan tak mungkin, jika autonomous ini adalah mobil yang paling aman di dunia.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif