Jakarta: Mercedes Jip Indonesia (MJI) menggelar perjalanan turing yang mengusung tema ‘Royal Heritage’. Total kurang 50 kendaraan Mercedes Jip dan 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bergabung dalam perjalanan ini.
Turing selama 10 hari ini juga didukung penuh BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga dan we.the.fork. Perjalanan dikemas dengan tujuan mengenal sejarah, budaya, alam, serta mempererat persaudaraan. Rombongan melintasi Pulau Jawa hingga Bali dan setiap destinasi dipilih khusus untuk mengungkapkan cerita unik tentang sejarah panjang Nusantara.
Di awal perjalanan Royal Heritage, peserta menelusuri berbagai situs bersejarah, mulai dari mengunjungi Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta hingga Trowulan di Mojokerto yang dikenal sebagai pusat penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit.
Esoknya perjalanan lanjut ke Bondowoso, yang dikenal sebagai Bumi Ki Ronggo, komunitas MJI melakukan kegiatan light off road sekitar kawah wurung serta bakti sosial area Taman Galuh sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat setempat.
Lanjut ke Banyuwangi, peserta berkunjung ke De Djawatan, Benculuk. Sebuah kawasan dengan pepohonan trembesi raksasa yang memberikan suasana sejuk dan rindang.
Dari De Djawatan, rombongan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Muncar. Di sini, panorama berubah dari hutan teduh menjadi kawasan pesisir.
Baca Juga :
Mercedes-Benz AMG G63 'Sir Class' untuk Hormati Lewis Hamilton
Berlanjut di selatan Banyuwangi, jalur aspal berganti menjadi medan yang lebih menantang, dengan rute tanah berbatu, tanjakan terjal, turunan tajam, dan bentang alam yang masih alami.
Dari Banyuwangi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali, salah satu destinasi adalah kawasan Black Lava Gunung Batur. Lalu bertolak menuju Ubud yang menyajikan perpaduan seni, tradisi, arsitektur, dan cara hidup masyarakat.
Perjalanan kemudian membawa rombongan ke Klungkung, salah satu tempat penting dalam sejarah kerajaan di Bali. Puncaknya, perjalanan Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta.
“Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantanganbyang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” ujar Ketua Turing Ngurah Firnanda.
Ngurah Firnanda menambahkan, MJI ‘Royal Heritage’ ini sukses terselenggara berkat dukungan banyak pihak Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Indonesia Power, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia dan Dream Wheel Project.
Jakarta:
Mercedes Jip Indonesia (MJI) menggelar perjalanan
turing yang mengusung tema ‘Royal Heritage’. Total kurang 50 kendaraan Mercedes Jip dan 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bergabung dalam perjalanan ini.
Turing selama 10 hari ini juga didukung penuh BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga dan we.the.fork. Perjalanan dikemas dengan tujuan mengenal sejarah, budaya, alam, serta mempererat persaudaraan. Rombongan melintasi Pulau Jawa hingga Bali dan setiap destinasi dipilih khusus untuk mengungkapkan cerita unik tentang sejarah panjang Nusantara.
Di awal perjalanan Royal Heritage, peserta menelusuri berbagai situs bersejarah, mulai dari mengunjungi Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta hingga Trowulan di Mojokerto yang dikenal sebagai pusat penting dalam sejarah Kerajaan Majapahit.
Esoknya perjalanan lanjut ke Bondowoso, yang dikenal sebagai Bumi Ki Ronggo, komunitas MJI melakukan kegiatan light off road sekitar kawah wurung serta bakti sosial area Taman Galuh sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat setempat.

Lanjut ke Banyuwangi, peserta berkunjung ke De Djawatan, Benculuk. Sebuah kawasan dengan pepohonan trembesi raksasa yang memberikan suasana sejuk dan rindang.
Dari De Djawatan, rombongan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Muncar. Di sini, panorama berubah dari hutan teduh menjadi kawasan pesisir.
Berlanjut di selatan Banyuwangi, jalur aspal berganti menjadi medan yang lebih menantang, dengan rute tanah berbatu, tanjakan terjal, turunan tajam, dan bentang alam yang masih alami.

Dari Banyuwangi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali, salah satu destinasi adalah kawasan Black Lava Gunung Batur. Lalu bertolak menuju Ubud yang menyajikan perpaduan seni, tradisi, arsitektur, dan cara hidup masyarakat.
Perjalanan kemudian membawa rombongan ke Klungkung, salah satu tempat penting dalam sejarah kerajaan di Bali. Puncaknya, perjalanan Royal Heritage ditutup dengan Malam Katana di Kuta.
“Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantanganbyang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” ujar Ketua Turing Ngurah Firnanda.
Ngurah Firnanda menambahkan, MJI ‘Royal Heritage’ ini sukses terselenggara berkat dukungan banyak pihak Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Indonesia Power, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia dan Dream Wheel Project.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)