Perempuan dan Otomotif

Tiga Srikandi Tangguh jadi Sopir Truk

Ahmad Garuda 12 September 2018 12:32 WIB
kegiatan otomotif
Tiga Srikandi Tangguh jadi Sopir Truk
Tiga dari empat orang ini jadi sopir truk karena kondisi. FB Rukha
Jakarta: Pekerjaan sebagai sopir truk tak hanya dilakoni laki-laki saja. Namun perempuan pun bisa dan itu dibuktikan langsung tiga srikandi ini. Tiga srikandi yang berprofesi sebagai sopir truk ini mengaku melakukan pekerjaannya sebagai sopir truk karena kondisi perekonomian mereka.

Mereka adalah Umik Syarifah Firdausi yang merupakan sopir dump truck dari Jember, Jawa Timur, lalu ada Rukhayati dari Palembang dan Imahwati yang merupakan sopir wingbox truck dari Semarang. Ketiganya mengaku terpaksa melakukan pekerjaan ini lantaran sudah menjadi single parent.

"Saya adalah seorang ibu dengan delapan orang anak dan sekarang sudah jadi kepala keluarga. Menjadi seorang sopir ya memang tidak mudah apalagi saya sebagai seorang perempuan. Tapi dengan semangat tinggi demi keluarga, ya dijalani saja," ujar Umik melalui keterangan resminya kepada media saat berlangsungnya Jogjarkarta Truck Festival (JTF) 2018 akhir pekan lalu.

Tantangan yang besar dihadapi Umik adalah karena Ia harus bisa membagi waktu antara mengurus anak-anaknya dan menjadi sopir truk. Apalagi Ia mengaku jam operasioanalnya sampai 18 jam sehari kalau lagi padat. Tapi Ia jalani semuanya dengan manajemen pribadi yang telah disusunnya.


Berbeda dengan Umik, Rukha justru rupanya punya pengalaman unik tersendiri. Mengingat usianya yang masih belia lantaran masih berusia sekitar 21 tahun. Ia juga menempuh cara ini untuk memaksimalkan kendaraan yang ada di rumahnya. Mengingat itu adalah peninggalan sang Ayah.

"Saya narik tidak menentu, kadang komodiftas pangan, bahkan material sandang papan, tergantung order saja. Tantangan terberatnya kalau dihadang bajing loncat di jalan, apalagi kalau tidak punya duit. Tapi ya dijalani saja, untung ada Ibu yang setia menemaniku setiap narik."

Lain lagi kisah si Imah. Ia menjalani profesinya sebagai sopir truk karena memang tidak ada pilihan dan harus jadi tulang-punggung keluarga. Dalam menjalani profesinya, Ia menganggap semua sopir adalah saudaranya di perjalanan.

"Tantangannya kadang-kadang kalau terlalu dekat dengan teman-teman sopir itu, ya istri-istri mereka suka cemburuan. Tapi selama kita enggak ada apa-apa ya santai saja. Saya menganggap itu adalah hal yang biasa saja."

Lantaran menjadi srikandi yang tangguh, mereka pun diundang khusus sebagai bintang tamu di JTF. Melihat semangat mereka dinilai sangat berbeda dengan perempuan lain pada umumnya.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id