DKI Jakarta: PERIKLINDO Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 kembali digelar oleh Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) pada Kamis (28 Oktober 2026), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Memasuki edisi ketiga, konferensi ini mengajak Indonesia memperkuat peran dalam industri otomotif kendaraan listrik (EV) global.
Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi energi di bidang transportasi.
"PEVC 2026 merupakan wujud komitmen kolektif PERIKLINDO, bersama seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam revolusi mobilitas listrik,” terang Moeldoko di kawasan Pecenongan Jakarta Pusat.
Moeldoko melanjutkan, konferensi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kesiapan industri. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem transportasi ramah lingkungan yang efisien, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Baca Juga :
Periklindo: Pemprov DKI Targetkan 10 Ribu Bus Listrik TransJakarta
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi, selama ini turut terlibat dalam berbagai kegiatan PEVS.
“Pada tahun 1928, putra-putri terbaik bangsa sudah memikirkan tentang masa depan Indonesia. Hari ini, tanggal 28 Oktober, kami tantang anak-anak muda Indonesia, memikirkan tentang masa depan Indonesia di sektor EV. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di negeri sendiri,” tutur Moeldoko.
Ia menilai kendaraan listrik menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan lompatan dalam pengembangan industri otomotif. Namun, Moeldoko menyayangkan respons Indonesia terhadap perkembangan industri EV yang dinilainya sedikit terlambat.
PEVC 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan pada 2024 dan 2025 di Bali. Kedua edisi sebelumnya berhasil menghimpun lebih dari 630 peserta, 41 pembicara global dan nasional, serta 31 sesi diskusi.
Baca Juga :
PEVS 2026: Hadirkan Lebih dari 38 Brand & Beragam Aktivitas
Tahun ini, PEVC berpindah ke Jakarta dengan target 500 peserta kunci dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, hingga perusahaan teknologi. Konferensi ini juga melibatkan perwakilan internasional dari Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.
Empat Pilar Diskusi Strategis PEVC 2026
Konferensi yang berlangsung selama satu hari ini diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana PEVC 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal PERIKLINDO, Tenggono Chuandra Phoa.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, serta pidato pembukaan dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, dan Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza.
Agenda PEVC 2026 mencakup empat pilar diskusi strategis yang membahas perkembangan industri kendaraan listrik dari berbagai perspektif.
Baca Juga :
Apakah Fast Charging Aman untuk Baterai Kendaraan Listrik? Ini Penjelasannya
Sesi pertama bertajuk Indonesia Economic & Geopolitical Outlook 2027: Driving the Electrified Economy. Diskusi ini membahas prospek ekonomi berbasis elektrifikasi serta dinamika geopolitik yang memengaruhi perkembangan industri.
Sesi kedua, The Next-Gen EV: Advanced Electrification & Autonomous Drive Technology, berfokus pada perkembangan teknologi kendaraan listrik generasi berikutnya, sistem berkendara otonom, dan baterai generasi mendatang.
Sesi ketiga mengangkat tema Green Commercial Fleet: Transforming Logistics with Electric Vehicles. Pembahasannya mencakup efisiensi operasional dan elektrifikasi sektor logistik serta kendaraan komersial.
Sementara itu, sesi keempat bertajuk Beyond Roads & Last-Mile: Optimizing Urban Delivery, Maritime, and Industrial Electrification. Diskusi ini mengeksplorasi penerapan elektrifikasi dalam pengiriman perkotaan, industri berat, sektor maritim, hingga penerbangan.
Melalui empat pilar tersebut, PEVC 2026 diharapkan dapat mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas peluang, tantangan, serta strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. (Autogear.id/Alun Segoro)
DKI Jakarta: PERIKLINDO Electric Vehicle Conference (PEVC) 2026 kembali digelar oleh
Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) pada Kamis (28 Oktober 2026), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Memasuki edisi ketiga, konferensi ini mengajak Indonesia memperkuat peran dalam
industri otomotif kendaraan listrik (EV) global.
Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi energi di bidang transportasi.
"PEVC 2026 merupakan wujud komitmen kolektif PERIKLINDO, bersama seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam revolusi mobilitas listrik,” terang Moeldoko di kawasan Pecenongan Jakarta Pusat.
Moeldoko melanjutkan, konferensi ini menjadi wadah untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kesiapan industri. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem transportasi ramah lingkungan yang efisien, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi, selama ini turut terlibat dalam berbagai kegiatan PEVS.
“Pada tahun 1928, putra-putri terbaik bangsa sudah memikirkan tentang masa depan Indonesia. Hari ini, tanggal 28 Oktober, kami tantang anak-anak muda Indonesia, memikirkan tentang masa depan Indonesia di sektor EV. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di negeri sendiri,” tutur Moeldoko.
Ia menilai kendaraan listrik menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan lompatan dalam pengembangan industri otomotif. Namun, Moeldoko menyayangkan respons Indonesia terhadap perkembangan industri EV yang dinilainya sedikit terlambat.
PEVC 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan pada 2024 dan 2025 di Bali. Kedua edisi sebelumnya berhasil menghimpun lebih dari 630 peserta, 41 pembicara global dan nasional, serta 31 sesi diskusi.
Tahun ini, PEVC berpindah ke Jakarta dengan target 500 peserta kunci dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, regulator, pelaku industri, investor, akademisi, peneliti, hingga perusahaan teknologi. Konferensi ini juga melibatkan perwakilan internasional dari Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.
Empat Pilar Diskusi Strategis PEVC 2026
Konferensi yang berlangsung selama satu hari ini diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana PEVC 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal PERIKLINDO, Tenggono Chuandra Phoa.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, serta pidato pembukaan dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, dan Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza.
Agenda PEVC 2026 mencakup empat pilar diskusi strategis yang membahas perkembangan industri kendaraan listrik dari berbagai perspektif.
Sesi pertama bertajuk Indonesia Economic & Geopolitical Outlook 2027: Driving the Electrified Economy. Diskusi ini membahas prospek ekonomi berbasis elektrifikasi serta dinamika geopolitik yang memengaruhi perkembangan industri.
Sesi kedua, The Next-Gen EV: Advanced Electrification & Autonomous Drive Technology, berfokus pada perkembangan teknologi kendaraan listrik generasi berikutnya, sistem berkendara otonom, dan baterai generasi mendatang.
Sesi ketiga mengangkat tema Green Commercial Fleet: Transforming Logistics with Electric Vehicles. Pembahasannya mencakup efisiensi operasional dan elektrifikasi sektor logistik serta kendaraan komersial.
Sementara itu, sesi keempat bertajuk Beyond Roads & Last-Mile: Optimizing Urban Delivery, Maritime, and Industrial Electrification. Diskusi ini mengeksplorasi penerapan elektrifikasi dalam pengiriman perkotaan, industri berat, sektor maritim, hingga penerbangan.
Melalui empat pilar tersebut, PEVC 2026 diharapkan dapat mempertemukan pemangku kepentingan untuk membahas peluang, tantangan, serta strategi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
(Autogear.id/Alun Segoro)
(UDA)