Lombok Tengah: PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperluas program pengembangan sekolah vokasi ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui penyerahan mesin kendaraan sebagai alat peraga pendidikan.
Langkah ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
SMKN 1 Jonggat menerima satu unit mesin bensin Toyota tipe 2TR, sementara SMKN 2 Kuripan memperoleh satu unit mesin diesel Toyota tipe 2GD. Kedua mesin tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana praktik sekaligus alat peraga pembelajaran.
Dengan demikian, siswa dapat mempelajari teknologi mesin Toyota yang saat ini banyak digunakan di Indonesia, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri.
"Kami percaya masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, melalui keterangan resminya.
Baca Juga:
Fixed! Ada 10 Pemain Baru di GIIAS 2026
TMMIN menjelaskan program ini sejalan dengan filosofi perusahaan 'Make People Before Make Product', yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama bagi kemajuan industri dan bangsa. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten.
Selain memberikan bantuan alat praktik, TMMIN juga secara konsisten menjalankan program Vocational School Development di berbagai SMK binaan di Indonesia. Program tersebut bertujuan menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri melalui pengembangan kurikulum berbasis industri, penyediaan alat bantu pembelajaran, serta peningkatan kompetensi sekolah.
Tidak hanya itu, perusahaan juga menerapkan program Industrial Culture Implementation yang menanamkan budaya kerja industri kepada para siswa sejak dini. Budaya tersebut meliputi disiplin, efisiensi, ketelitian, keselamatan kerja, kemampuan bekerja secara kolaboratif, hingga kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku di dunia industri.
Menurut TMMIN pembentukan budaya industri sejak masa sekolah diharapkan dapat mempermudah lulusan SMK beradaptasi ketika memasuki dunia kerja. Pendekatan tersebut juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Baca Juga:
Menanti Honda Super-ONE di GIIAS 2026, Perdana se-Asia Tenggara
"Pendidikan dan industri tidak bisa lagi berjalan terpisah. Link and match adalah syarat penting untuk melahirkan lulusan yang relevan. Sekolah menyiapkan kompetensinya, industri turut membentuknya. TMMIN ingin ambil bagian dalam proses itu dengan mendukung langkah pemerintah memperkuat daya saing lulusan vokasi agar siap berkarya dan berkontribusi, baik di Indonesia maupun di kancah global," tambah Nandi.
Sebelum hadir di Lombok, program pembinaan pendidikan vokasi TMMIN telah berjalan di berbagai daerah, termasuk di 29 SMK binaan yang tersebar di Pulau Jawa. Perluasan program ke NTB menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pendidikan vokasi yang berkualitas di berbagai wilayah Indonesia.
Lombok Tengah: PT
Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperluas program pengembangan sekolah vokasi ke
Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui penyerahan mesin kendaraan sebagai alat peraga pendidikan.
Langkah ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
SMKN 1 Jonggat menerima satu unit mesin bensin Toyota tipe 2TR, sementara SMKN 2 Kuripan memperoleh satu unit mesin diesel Toyota tipe 2GD. Kedua mesin tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana praktik sekaligus alat peraga pembelajaran.
Dengan demikian, siswa dapat mempelajari teknologi mesin Toyota yang saat ini banyak digunakan di Indonesia, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri.
"Kami percaya masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, melalui keterangan resminya.
TMMIN menjelaskan program ini sejalan dengan filosofi perusahaan 'Make People Before Make Product', yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama bagi kemajuan industri dan bangsa. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten.
Selain memberikan bantuan alat praktik, TMMIN juga secara konsisten menjalankan program Vocational School Development di berbagai SMK binaan di Indonesia. Program tersebut bertujuan menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri melalui pengembangan kurikulum berbasis industri, penyediaan alat bantu pembelajaran, serta peningkatan kompetensi sekolah.
Tidak hanya itu, perusahaan juga menerapkan program Industrial Culture Implementation yang menanamkan budaya kerja industri kepada para siswa sejak dini. Budaya tersebut meliputi disiplin, efisiensi, ketelitian, keselamatan kerja, kemampuan bekerja secara kolaboratif, hingga kepatuhan terhadap standar operasional yang berlaku di dunia industri.
Menurut TMMIN pembentukan budaya industri sejak masa sekolah diharapkan dapat mempermudah lulusan SMK beradaptasi ketika memasuki dunia kerja. Pendekatan tersebut juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
"Pendidikan dan industri tidak bisa lagi berjalan terpisah. Link and match adalah syarat penting untuk melahirkan lulusan yang relevan. Sekolah menyiapkan kompetensinya, industri turut membentuknya. TMMIN ingin ambil bagian dalam proses itu dengan mendukung langkah pemerintah memperkuat daya saing lulusan vokasi agar siap berkarya dan berkontribusi, baik di Indonesia maupun di kancah global," tambah Nandi.
Sebelum hadir di Lombok, program pembinaan pendidikan vokasi TMMIN telah berjalan di berbagai daerah, termasuk di 29 SMK binaan yang tersebar di Pulau Jawa. Perluasan program ke NTB menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses pendidikan vokasi yang berkualitas di berbagai wilayah Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)