AMMDes kini diminati negara lain dan Indonesia siap melakukan ekspor. medcom.id/Ahmad Garuda
AMMDes kini diminati negara lain dan Indonesia siap melakukan ekspor. medcom.id/Ahmad Garuda

AMMDes Andalan Pemerintah Pacu Produktivitas Desa

Otomotif mobil baru AMMDes
Ahmad Garuda • 15 April 2019 16:31
Jakarta: Pertumbuhan desa melalui pemanfaatan hasil bumi dan ragam hal, terus mendapat perhatian besar dari pemerintah. Melalui Kementerian Perindustrian, secara konsisten terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk produktivitas masyarakat desa.
 
Kehadiran AMMDes sejalan dengan fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Meski tak mau disebut sebagai kendaraan, namun bentuknya sebagai kendaraan yang punya banyak fungsi, jadi solusi pemerintah menghadirkan alat mekanis multiguna sebagai mana nama yang ditetapkan terhadap produk tersebut.
 
“Kami mendorong upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa yang diwujudkan melalui pendekatan untuk mengatasi ketimpangan dan mengembangkan potensi yang ada di pedesaan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Tangerang, Banten, Senin (15/4).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AMMDes secara resmi telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menperin pada event Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018. “AMMDes merupakan salah satu produk modernisasi yang masuk dalam program kerja Jokowi-JK. Karena itu, diharapkan alat multifungsi ini dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat juga membawa kesejahteraan masyarakat,” papar Airlangga.
 
AMMDes Andalan Pemerintah Pacu Produktivitas Desa
 
Menurut Menperin, alat untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di pedesaan tersebut telah melalui berbagai tahapan pengembangan dan uji coba. Saat ini, AMMDes diproduksi massal oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) bekerja sama dengan Astra Oto Part sebagai pendukung keberadaan alat ini.
 
Kapasitas produksi pabriknya pun sebanyak 3.000 unit per tahun dan rencananya perusahaan akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi 12 ribu unit per tahun di 2020.
 
“Komponen lokal AMMDes sudah lebih dari 73 persen. Untuk muatan penuhnya bisa mencapai 700 kg dan variasi kemiringan 20 hingga 30 derajat. AMMDes dilahirkan karena melihat infrastruktur atau jalan desa, sehingga dapat dimanfaatkan di jalan yang sangat ekstrim," timpal perwakilan Astra Oto Part, Rio Sanggau.
 
Bagian yang paling istimewa adalah kendaraan tersebut diminati negara-negara lain. PT. Kreasi Mandiri Wintor Distributor sebagai perusahaan distribusi AMMDes-KMW dengan PT. Repindo Jagad Raya tentang rencana ekspor 10 ribu unit AMMDes hingga 2023 ke 49 negara di luar Asia Tenggara dan beberapa negara di ASEAN.
 
AMMDes Andalan Pemerintah Pacu Produktivitas Desa
 
Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP. Meski memiliki basis mesin dan spesifikasi teknis yang sama, namun khusus untuk kemampuan alat gendongnya, cukup beragam.
 
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto menjelaskan bahwa, AMMDes mempunyai model dasar yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO). Bahkan sebanyak 10 aplikasi untuk alat mekanisnya, jadi pilihan sesuai kebutuhan.
 
Contoh paling ril misalnya di Palu yang tingkat kebutuhan air bersihnya cukup tinggi usai dilanda bencana equifaksi dan tsunami. Sehingga AMMDes yang disalurkan ke sana adalah tipe yang memiliki alat mekanis penjernih air. Kini distributor serta pemasarannya, menggelar 'The 2nd AMMDes Summit and Exhibition' yang dilaksanakan pada 15 - 16 April 2019 di Nusantara Hall - ICE BSD City.
 
Kegiatan tersebut mengusung tema 'AMMDes Untuk Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Desa'. Tujuannya untuk membuat masyarakat desa jadi lebih produktiv. Terdiri atas seminar bertema 'Peningkatan Peran AMMDes Dalam Mendorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan' dan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik yaitu 'Pengembangan Bisnis Model AMMDes dan Perluasan Kerjasama Pengembangannya'.
 
Ada juga tema yang lain 'Pengembangan R&D AMMDes dan Komponen Pendukung Dalam Rangka Meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Neger (TKDN)'.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif