BSD City: Industri body builder (karoseri) bus semakin semarak saja, Laksana, sebagai salah satu karoseri, resmi mengenalkan bus tingkat dengan nama Legacy SR2 Double Decker. Pengenalan dilakukan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.
Bodi bus ini dirancang menggunakan perangkat lunak canggih, dengan memperhitungkan bobot, terutama pada bagian atas yang disebut optimized structure. Hal ini dilakukan agar meski tinggi, gejala limbung saat bus melibas tikungan bisa lebih minim.
"Dengan teknologi berbasis komputer berstandar tinggi, kami membuat Legacy SR2 Double Decker yang didesain langsung dan orisinil karya anak bangsa Indonesia," ujar Stefan Arman, Direktur Teknis Laksana Bus, Jumat (3 Agustus 2018) lalu.
Pada unit yang ditampilkan, bodi bus ini terpasang pada sasis Scania K410ib. Biasanya bus tingkat ini juga menggunakan sasis Mercedes-Benz 2542, yang juga memiliki tiga sumbu roda. Pemilihan merek sasis tergantung pada perusahaan otobus yang memesan.
Untuk bodi bus tingkat, selain Laksana sudah ada Adiputro terlebih dulu. Karoseri asal Malang, Jawa Timur ini sudah lebih dulu mengenalkan bodi bus tingkat. Dan dengan adanya Laksana, maka ada dua karoseri yang bisa membuat bodi bus tingkat saat ini di Indonesia.
Selain mengenalkan bodi baru, perusahaan bermarkas di Ungaran, Semarang ini juga menyegarkan tampilan bodi dari Legacy SR2 HD Prime. Bus dengan dek tinggi ini mendapatkan penambahan lampu LED pada tiap sisi samping bodi yang membuatnya lebih elegan.
Bodi bus ini sendiri sudah melalui tes uji guling, dan dengan struktur rangka yang diperbaharui, bobot bodi bus ini bisa berkurang hingga 400 kilogram. Hal ini diklaim bisa memberikan efek positif pada konsumsi bahan bakar.
BSD City: Industri
body builder (karoseri) bus semakin semarak saja, Laksana, sebagai salah satu karoseri, resmi mengenalkan bus tingkat dengan nama Legacy SR2 Double Decker. Pengenalan dilakukan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.
Bodi bus ini dirancang menggunakan perangkat lunak canggih, dengan memperhitungkan bobot, terutama pada bagian atas yang disebut optimized structure. Hal ini dilakukan agar meski tinggi, gejala limbung saat bus melibas tikungan bisa lebih minim.
"Dengan teknologi berbasis komputer berstandar tinggi, kami membuat Legacy SR2 Double Decker yang didesain langsung dan orisinil karya anak bangsa Indonesia," ujar Stefan Arman, Direktur Teknis Laksana Bus, Jumat (3 Agustus 2018) lalu.
Pada unit yang ditampilkan, bodi bus ini terpasang pada sasis Scania K410ib. Biasanya bus tingkat ini juga menggunakan sasis Mercedes-Benz 2542, yang juga memiliki tiga sumbu roda. Pemilihan merek sasis tergantung pada perusahaan otobus yang memesan.
Untuk bodi bus tingkat, selain Laksana sudah ada Adiputro terlebih dulu. Karoseri asal Malang, Jawa Timur ini sudah lebih dulu mengenalkan bodi bus tingkat. Dan dengan adanya Laksana, maka ada dua karoseri yang bisa membuat bodi bus tingkat saat ini di Indonesia.

Selain mengenalkan bodi baru, perusahaan bermarkas di Ungaran, Semarang ini juga menyegarkan tampilan bodi dari Legacy SR2 HD Prime. Bus dengan dek tinggi ini mendapatkan penambahan lampu LED pada tiap sisi samping bodi yang membuatnya lebih elegan.
Bodi bus ini sendiri sudah melalui tes uji guling, dan dengan struktur rangka yang diperbaharui, bobot bodi bus ini bisa berkurang hingga 400 kilogram. Hal ini diklaim bisa memberikan efek positif pada konsumsi bahan bakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)