Booth Hyundai di IIMS 2026. Hyundai
Booth Hyundai di IIMS 2026. Hyundai

Mobil 'Murah' Tidak Bikin Hyundai Tergiur

Ekawan Raharja • 17 April 2026 09:16
Ringkasnya gini..
  • Hyundai belum tertarik masuk segmen mobil Rp200 jutaan meski pasar di Indonesia mulai dipadati model baru.
  • HMID memilih fokus pada segmen Rp400–600 juta karena dinilai lebih memungkinkan menawarkan teknologi dan nilai tambah.
  • Sebagai strategi, Hyundai memperkuat layanan purnajual termasuk menghadirkan Hyundai Premium Courtesy Car Program.
DKI Jakarta: Sejumlah pabrikan otomotif belakangan banyak mengeluarkan mobil dengan harga Rp100 jutaan sampai Rp200 jutaan kecil tidak sampai Rp250 juta. Banyaknya model baru dengan harga terjangkau tidak membuat Hyundai tergiur.
 
Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, mengakui terus memantau kondisi perkembangan industri otomotif. Namun dia menilai bukan saatnya masuk ke mobil-mobil di segmen Rp200 juta kecil.
 
“Bukan berarti kami tidak mau masuk. Tapi kami melihat timing itu penting. Kalau masuk sekarang, di segmen yang sudah sangat padat, risikonya besar,” ujar Soerjo di Jakarta Selatan.

Jenama asal Korea Selatan itu, menurut Soerjo, memilih untuk bermain di segmen Rp400-Rp600 juta. Di segmen ini masih memungkinkan untuk memberikan nilai tambah mulai dari teknologi, fitur, hingga layanan purna jual.

Baca Juga:
Motor Listrik Bisa Tempuh Jarak Lebih Dari 300 KM


Frans menjelaskan, strategi tersebut juga berkaitan dengan positioning sebagai merek yang menawarkan pengalaman berkendara dengan standar layanan lebih tinggi. Artinya, pendekatan yang dilakukan tidak semata mengejar volume penjualan, tetapi juga menjaga kualitas brand dan kepuasan pelanggan.
 
“Kalau kita hanya ikut-ikutan masuk ke segmen murah tanpa perhitungan matang, itu bisa berdampak ke banyak hal, termasuk profitabilitas dealer,” kata dia.
 
Meski demikian, Soerjo tidak menutup peluang untuk masuk ke segmen tersebut. Namun diperlukan waktu dan kondisi yang tepat, salah satunya menunggu pasar otomotif yang lebih baik dan berkembang.
 
“Kalau nanti market sudah berkembang, ada ruang yang lebih sehat, tentu akan kita pertimbangkan. Tapi bukan sekarang,” kata Frans.

Baca Juga:
Hyundai Tantang Mobil China di 'Kandangnya' Lewat Mobil Konsep!


Sebagai gantinya, Hyundai saat in terus memberikan nilai tambah dari sisi layanan purna jual. Terbaru, mereka menghadirkan program Hyundai Premium Courtesy Car Program, yaitu layanan mobil pengganti bagi pelanggan selama kendaraan mereka menjalani proses perbaikan di bengkel resmi. Program ini dirancang agar pelanggan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari ketika mobilnya harus menginap di bengkel resmi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan