China: Sebuah Xpeng X9 mengalami kecelakaan serius di China hingga dinyatakan tidak dapat diperbaiki. Namun insiden tersebut menjadi perhatian setelah seluruh airbag kendaraan listrik jenis MPV itu dilaporkan tidak mengembang saat kecelakaan terjadi.
Mengutip laporan CarNewsChina, kecelakaan tersebut dialami seorang pemilik Xpeng X9 bernama Liu pada 15 Oktober 2026. Mobil yang dikendarainya menabrak trotoar, kehilangan kendali, kemudian menghantam pohon dan tiang utilitas di tepi jalan sebelum akhirnya terguling.
Benturan tersebut menyebabkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah. Meski demikian, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, perusahaan asuransi menyatakan kendaraan mengalami kerusakan total atau tidak ekonomis untuk diperbaiki dan merekomendasikan agar mobil tersebut dihapuskan.
Pemilik kendaraan mempertanyakan tidak mengembangnya airbag meskipun mobil mengalami kecelakaan dengan kerusakan cukup parah. “Kami beruntung tidak ada yang terluka, tetapi airbag tidak mengembang bahkan dalam situasi seperti ini. Hal itu sama sekali tidak memberikan rasa aman,” kata Liu.
Ia mengaku membeli X9 sekitar dua tahun lalu dengan harga hampir 500.000 yuan atau setara Rp1,1 miliar. Liu mempertanyakan kondisi seperti apa yang sebenarnya dapat memicu airbag mengembang apabila kecelakaan tersebut dinilai belum memenuhi ambang batas sensor.
Baca Juga :
Kencan Singkat dengan Xpeng X9, Dimanjakan Segambreng Teknologi Pintar
Penjelasan Xpeng soal Airbag X9 Tidak Mengembang
Menanggapi laporan tersebut, Xpeng memberikan penjelasan melalui surat elektronik kepada media. Pabrikan menyebutkan hasil pemeriksaan data kendaraan dan rekaman video menunjukkan mobil berada dalam mode berkendara manual ketika kecelakaan terjadi.
Menurut perusahaan, pengemudi masih menekan pedal akselerator dan memutar kemudi secara tajam sebelum benturan. Berdasarkan data tersebut, benturan yang terjadi disebut tidak memenuhi ambang batas aktivasi sensor airbag.
Pihak pabrikan juga menyatakan akan menghormati permintaan Liu untuk melakukan pemeriksaan oleh pihak ketiga dan bersedia bekerja sama dalam proses penanganan selanjutnya.
China: Sebuah
Xpeng X9 mengalami
kecelakaan serius di China hingga dinyatakan tidak dapat diperbaiki. Namun insiden tersebut menjadi perhatian setelah seluruh airbag kendaraan listrik jenis MPV itu dilaporkan tidak mengembang saat kecelakaan terjadi.
Mengutip laporan CarNewsChina, kecelakaan tersebut dialami seorang pemilik Xpeng X9 bernama Liu pada 15 Oktober 2026. Mobil yang dikendarainya menabrak trotoar, kehilangan kendali, kemudian menghantam pohon dan tiang utilitas di tepi jalan sebelum akhirnya terguling.
Benturan tersebut menyebabkan bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah. Meski demikian, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, perusahaan asuransi menyatakan kendaraan mengalami kerusakan total atau tidak ekonomis untuk diperbaiki dan merekomendasikan agar mobil tersebut dihapuskan.
Pemilik kendaraan mempertanyakan tidak mengembangnya airbag meskipun mobil mengalami kecelakaan dengan kerusakan cukup parah. “Kami beruntung tidak ada yang terluka, tetapi airbag tidak mengembang bahkan dalam situasi seperti ini. Hal itu sama sekali tidak memberikan rasa aman,” kata Liu.
Ia mengaku membeli X9 sekitar dua tahun lalu dengan harga hampir 500.000 yuan atau setara Rp1,1 miliar. Liu mempertanyakan kondisi seperti apa yang sebenarnya dapat memicu airbag mengembang apabila kecelakaan tersebut dinilai belum memenuhi ambang batas sensor.
Penjelasan Xpeng soal Airbag X9 Tidak Mengembang
Menanggapi laporan tersebut, Xpeng memberikan penjelasan melalui surat elektronik kepada media. Pabrikan menyebutkan hasil pemeriksaan data kendaraan dan rekaman video menunjukkan mobil berada dalam mode berkendara manual ketika kecelakaan terjadi.
Menurut perusahaan, pengemudi masih menekan pedal akselerator dan memutar kemudi secara tajam sebelum benturan. Berdasarkan data tersebut, benturan yang terjadi disebut tidak memenuhi ambang batas aktivasi sensor airbag.
Pihak pabrikan juga menyatakan akan menghormati permintaan Liu untuk melakukan pemeriksaan oleh pihak ketiga dan bersedia bekerja sama dalam proses penanganan selanjutnya.
(UDA)