medcom.id, Jakarta: Perkembangan teknologi dalam berkendara terus dilakukan banyak pihak. Tidak terkecuali bagi vendor teknologi informasi seperti Mobile Eye. Mereka merilis formula baru untuk membantu pengendara selalu awas dalam berkendara.
Cara kerja alat ini cukup simpel, yaitu mendeteksi pergerakan yang ada di sekitar kendaraan. Termasuk kecepatan, objek yang ada di depan kendaraan, jarak hingga peringatan dini akan terjadinya tabrakan.
"Misalnya menentukan jarak aman berkendara. Pada praktik safety driving, jarak aman berkendara itu disarankan tidak lebih kecil dari tiga detik. Karena disitulah pengendara masih bisa bisa bereaksi secara aman jika terjadi sesuatu di depannya. Mobile Eye punya angka default untuk jarak kendaraan, yaitu 0,9 detik dari objek kendaraan di depan. Jika jarak berkendara mencapai 0,8, maka Mobile Eye akan memberikan peringatan dini berupa peringatan suara," jelas Louis Daniel Woen, Sales Operation Director, PT Bina Putera Sejati selaku authorized distributor Mobile Eye di Indonesia.
Alat tersebut juga bisa mendeteksi semua objek bergerak yang ada di depan kendaraan sejauh 400 meter. Sehingga secara dini bisa memberikan peringatan. Pendeteksian tersebut dilakukan oleh sensor yang ditempelkan ke kaca mobil. Sehingga pengemudi bisa tetap awas baik untuk menghidari tabrakan dengan penyeberang jalan, atau pun keluar dari jalur.
"Alat ini hanya bisa di-setup untuk menentukan angka-angka deteksi yang diinginkan pengendara pada saat mobil dalam kondisi diam. Kalau dalam kondisi bergerak, setup tidak akan difungsikan," bebernya.
Louis juga menegaskan bahwa harga jualnya memang tidak murah, yaitu sekitar Rp12 jutaan. Mengingat mereka memang menyasar pengemudi yang mengutamakan safety saat berkendara. Alat ini sendiri sudah digunakan di kendaraan Ford Fiesta. Lebih canggih lagi karena alatnya diintegrasikan dengan sistem pengereman di kendaraan. Jadi ketika kondisi pengendara lupa menginjak pedak rem, maka mobil akan mengerem sendiri.
medcom.id, Jakarta: Perkembangan teknologi dalam berkendara terus dilakukan banyak pihak. Tidak terkecuali bagi vendor teknologi informasi seperti Mobile Eye. Mereka merilis formula baru untuk membantu pengendara selalu awas dalam berkendara.
Cara kerja alat ini cukup simpel, yaitu mendeteksi pergerakan yang ada di sekitar kendaraan. Termasuk kecepatan, objek yang ada di depan kendaraan, jarak hingga peringatan dini akan terjadinya tabrakan.
"Misalnya menentukan jarak aman berkendara. Pada praktik
safety driving, jarak aman berkendara itu disarankan tidak lebih kecil dari tiga detik. Karena disitulah pengendara masih bisa bisa bereaksi secara aman jika terjadi sesuatu di depannya. Mobile Eye punya angka
default untuk jarak kendaraan, yaitu 0,9 detik dari objek kendaraan di depan. Jika jarak berkendara mencapai 0,8, maka Mobile Eye akan memberikan peringatan dini berupa peringatan suara," jelas Louis Daniel Woen,
Sales Operation Director, PT Bina Putera Sejati selaku
authorized distributor Mobile Eye di Indonesia.
Alat tersebut juga bisa mendeteksi semua objek bergerak yang ada di depan kendaraan sejauh 400 meter. Sehingga secara dini bisa memberikan peringatan. Pendeteksian tersebut dilakukan oleh sensor yang ditempelkan ke kaca mobil. Sehingga pengemudi bisa tetap awas baik untuk menghidari tabrakan dengan penyeberang jalan, atau pun keluar dari jalur.
"Alat ini hanya bisa di-
setup untuk menentukan angka-angka deteksi yang diinginkan pengendara pada saat mobil dalam kondisi diam. Kalau dalam kondisi bergerak,
setup tidak akan difungsikan," bebernya.
Louis juga menegaskan bahwa harga jualnya memang tidak murah, yaitu sekitar Rp12 jutaan. Mengingat mereka memang menyasar pengemudi yang mengutamakan
safety saat berkendara. Alat ini sendiri sudah digunakan di kendaraan Ford Fiesta. Lebih canggih lagi karena alatnya diintegrasikan dengan sistem pengereman di kendaraan. Jadi ketika kondisi pengendara lupa menginjak pedak rem, maka mobil akan mengerem sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)