Jakarta - Komponen kendaraan bermotor, aki (akumulator), merupakan sumber energi listrik dan penyimpan daya yang vital. Aki mobil untuk menghidupkan mesin, menyuplai listrik ke semua sistem elektronik, seperti lampu, audio, AC, dan power window.
Aki bekerja dengan mengubah energi kimia menjadi listrik, melalui reaksi elektrokimia, dan memiliki dua kutub, positif dan negatif, yang terendam elektrolit, untuk menyediakan daya saat mesin mati atau saat dibutuhkan.
Fungsi utama aki mobil adalah menghidupkan mesin, memberikan daya listrik awal untuk sistem starter dan pengapian saat mobil dinyalakan. Menyuplai sistem elektronik, menjaga semua komponen elektronik (lampu, radio, AC, dan lainnya tetap berfungsi normal, terutama saat mesin mati. Serta menstabilkan tegangan, mengatasi lonjakan atau penurunan tegangan listrik di mobil.
Adapun jenis-jenis aki, yakni aki basah (konvensional), memerlukan pemeriksaan dan penambahan air aki secara rutin, karena elektrolitnya menguap.
Baca Juga:
Kejutan dari iCar, V23 Bakal Nongol di IIMS 2026
Aki kering (MF/Maintenance Free) tidak memerlukan penambahan air, namun tetap butuh perawatan seperti pembersihan terminal. Serta aki hybrid/EFB, teknologi lebih baru yang menggabungkan keunggulan aki basah dan kering, sering digunakan pada mobil start-stop.
Faktor yang mempengaruhi harga, antara lain jenis aki. Basah (perlu air), Kering/MF (bebas perawatan), Hybrid (untuk mobil modern). Kapasitas (Ampere-Hour/Ah), semakin besar kapasitas, biasanya semakin mahal (misal 36Ah, 45Ah, 60Ah, 70Ah, 80Ah). Ukuran atau tipe, tipe JIS (Japanese Industrial Standard) atau DIN (Deutsche Industrie Norm).
Untuk harga aki Januari 2026, aki basah Incoe Gold (60Ah) sekitar Rp649.900. Yuasa (tipe DIN) sekitar Rp 1.499.900. Aki kering Maintenance Free Bosch sekitar Rp659.900.
Yuasa sekitar Rp999.900, GS Astra sekitar Rp959.900 - Rp1.381.016 (tergantung tipe), dan Aki hybrid start-stop mulai dari sekitar Rp4.399.900 (untuk tipe tertentu), dan Hella Xcelerate mulai dari sekitar Rp1.468.800 - Rp1.728.000. (Autogear.id/Alun Segoro)
Jakarta - Komponen kendaraan bermotor, aki (akumulator), merupakan sumber energi listrik dan penyimpan daya yang vital.
Aki mobil untuk menghidupkan mesin, menyuplai listrik ke semua sistem elektronik, seperti lampu, audio, AC, dan power window.
Aki bekerja dengan mengubah energi kimia menjadi listrik, melalui reaksi elektrokimia, dan memiliki dua kutub, positif dan negatif, yang terendam elektrolit, untuk menyediakan daya saat mesin mati atau saat dibutuhkan.
Fungsi utama aki mobil adalah menghidupkan mesin, memberikan daya listrik awal untuk sistem starter dan pengapian saat mobil dinyalakan. Menyuplai sistem elektronik, menjaga semua komponen elektronik (lampu, radio, AC, dan lainnya tetap berfungsi normal, terutama saat mesin mati. Serta menstabilkan tegangan, mengatasi lonjakan atau penurunan tegangan listrik di mobil.
Adapun jenis-jenis aki, yakni aki basah (konvensional), memerlukan pemeriksaan dan penambahan air aki secara rutin, karena elektrolitnya menguap.
Aki kering (MF/Maintenance Free) tidak memerlukan penambahan air, namun tetap butuh perawatan seperti pembersihan terminal. Serta aki hybrid/EFB, teknologi lebih baru yang menggabungkan keunggulan aki basah dan kering, sering digunakan pada mobil start-stop.
Faktor yang mempengaruhi harga, antara lain jenis aki. Basah (perlu air), Kering/MF (bebas perawatan), Hybrid (untuk mobil modern). Kapasitas (Ampere-Hour/Ah), semakin besar kapasitas, biasanya semakin mahal (misal 36Ah, 45Ah, 60Ah, 70Ah, 80Ah). Ukuran atau tipe, tipe JIS (Japanese Industrial Standard) atau DIN (Deutsche Industrie Norm).
Untuk harga aki Januari 2026, aki basah Incoe Gold (60Ah) sekitar Rp649.900. Yuasa (tipe DIN) sekitar Rp 1.499.900. Aki kering Maintenance Free Bosch sekitar Rp659.900.
Yuasa sekitar Rp999.900, GS Astra sekitar Rp959.900 - Rp1.381.016 (tergantung tipe), dan Aki hybrid start-stop mulai dari sekitar Rp4.399.900 (untuk tipe tertentu), dan Hella Xcelerate mulai dari sekitar Rp1.468.800 - Rp1.728.000. (Autogear.id/Alun Segoro)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)