Jakarta: Setiap mobil modern kini dilengkapi filter kabin yang berfungsi menjaga kualitas udara di dalam kendaraan. Komponen ini menyaring debu, polusi, alergen, hingga partikel kotoran sebelum udara masuk ke dalam kabin. Dengan kondisi filter yang baik, kenyamanan dan kesehatan pengemudi serta penumpang dapat terjaga selama perjalanan.
Namun, filter kabin yang jarang diganti dapat menimbulkan sejumlah masalah. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi sistem pendingin udara (AC) hingga kesehatan penumpang.
Suzuki Bali menyebutkan sejumlah dampak yang bisa terjadi jika filter kabin mobil tidak diganti secara rutin:
1. Memicu Alergi dan Gangguan Pernapasan
Filter kabin yang kotor tidak lagi optimal dalam menyaring alergen seperti debu dan serbuk sari. Akibatnya, partikel tersebut masuk ke dalam kabin dan dapat memicu reaksi alergi, batuk, hingga memperparah asma bagi yang sensitif.
Baca Juga:
Pahami Jenis-Jenis Port Mobil Listrik, Biar Ga Salah!
2. Muncul Bau Tidak Sedap
Kotoran yang menumpuk pada filter menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Kondisi ini memicu bau apek atau tidak sedap saat AC dinyalakan, sehingga mengurangi kenyamanan berkendara.
3. AC Kurang Dingin
Salah satu tanda filter kabin perlu diganti adalah hembusan AC yang terasa kurang dingin. Filter yang tersumbat membuat aliran udara dari blower terhambat. Akibatnya, angin yang keluar lebih lemah dan suhu kabin tidak optimal.
4. Kaca Mudah Berembun
Aliran udara yang tidak lancar akibat filter mampet juga dapat menyebabkan kaca mobil lebih mudah berembun, terutama saat hujan. Kondisi ini berpotensi mengganggu visibilitas dan keselamatan berkendara.
5. Beban Kerja AC Meningkat
Filter kabin yang kotor membuat sistem AC, termasuk kompresor, bekerja lebih keras untuk mendinginkan kabin. Dampaknya, konsumsi bahan bakar bisa meningkat karena beban mesin bertambah.
Baca Juga:
Punya Hyundai Ioniq 5 N? Fitur-Fitur Ini Wajib Digunakan Secara Bijak!
6. Serangga dan Kotoran Mudah Masuk
Bagi kendaraan yang sering diparkir di area pepohonan, daun, ranting, hingga serangga berisiko masuk ke sistem ventilasi. Filter kabin berfungsi sebagai penyaring awal. Jika kondisinya sudah tidak layak, benda asing dapat masuk dan mengganggu sistem sirkulasi udara.
7. Pertumbuhan Jamur dan Bakteri
Kelembapan pada filter kabin yang kotor mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Selain memicu bau, kondisi ini juga berisiko bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Melihat berbagai dampak tersebut, penggantian filter kabin secara berkala menjadi langkah penting dalam perawatan mobil. Selain menjaga kualitas udara di dalam kabin, kondisi filter yang bersih juga membantu menjaga performa AC dan efisiensi kendaraan secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di