DKI Jakarta: PT Toyota-Astra Motor (TAM) memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen komersial melalui peluncuran Hilux Battery EV. Model ini tetap mempertahankan karakter tangguh khas Hilux, namun mengusung sistem penggerak listrik yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional rendah emisi.
Sebagai bagian dari Toyota Multipathway Strategy, Hilux Battery EV dibekali dua motor listrik dengan sistem All-Wheel Drive (AWD), baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh, serta output maksimum sistem penggerak listrik sebesar 144 kW.
Kombinasi tersebut diklaim mampu menghasilkan respons tenaga yang lebih cepat, traksi lebih optimal, serta performa yang tetap andal saat melintasi berbagai kondisi jalan, termasuk permukaan licin, berlumpur, maupun jalur yang belum beraspal. Untuk menjaga stabilitas kendaraan, para insinyur juga membekali Hilux Battery EV dengan suspensi De-Dion.
Menurut Toyota, kendaraan ini dapat menjadi alternatif mobilitas rendah emisi bagi pelaku usaha maupun pelanggan individu yang membutuhkan kendaraan operasional dengan karakter tangguh khas Hilux.
Baca Juga:
Jasa Marga Pasang Gantry RFID di Tol JORR, Pantau Truk ODOL
Pengisian Daya Cepat dan Jarak Tempuh untuk Operasional Harian
Toyota turut memperhatikan efisiensi pengisian daya guna mengurangi waktu henti kendaraan selama beroperasi.
Hilux Battery EV seharga seharga Rp1.019.000.000 (on the road DKI Jakarta) itu mendukung pengisian cepat DC Fast Charging hingga 125 kW menggunakan konektor CCS2. Dengan sistem tersebut, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Sementara itu, pengisian menggunakan AC Wallbox hingga 10 kW membutuhkan waktu sekitar 6,5 jam untuk mengisi daya dari 10 persen hingga penuh.
Berdasarkan pengujian WLTP Combined, Hilux Battery EV mampu menempuh jarak hingga 257 kilometer. Pada penggunaan di dalam kota atau city cycle, jarak tempuhnya meningkat hingga mencapai 380 kilometer.
Toyota menyebut kemampuan tersebut sesuai untuk mendukung aktivitas operasional harian di berbagai sektor, seperti kawasan industri, kehutanan, infrastruktur bandara, hingga pelabuhan.
Baterai Dirancang untuk Tetap Fungsional
Toyota merancang paket baterai agar dapat ditempatkan di dalam struktur sasis ladder frame tanpa mengurangi ruang kabin Double Cabin maupun kapasitas bak belakang.
Baca Juga:
Skema Cicilan Honda Vario EV0 160, Mulai Rp1,2 Juta/Bulan
Untuk menghadapi puntiran sasis saat kendaraan digunakan di medan berat, baterai dipasang menggunakan struktur sub-frame baru yang fleksibel dengan pola diamond pattern yang telah dipatenkan.
Selain itu, baterai juga dilindungi pelat pelindung bawah (undercover) yang kokoh serta penguat benturan berbahan aluminium pada rel samping sasis guna meningkatkan perlindungan saat terjadi benturan.
Miliki Lima Mode Berkendara
Hilux Battery EV juga dibekali sistem Multi-Terrain Select (MTS) yang memungkinkan pengemudi memilih mode berkendara sesuai kondisi jalan.
Mode Rock dirancang untuk jalur berbatu dan tanjakan terjal, Sand untuk permukaan pasir, Mud untuk lintasan berlumpur, Dirt untuk jalan tanah dan kerikil, serta Mogul yang menjadi fitur baru pada kendaraan listrik Toyota untuk membantu meredam guncangan di permukaan jalan bergelombang ekstrem.
Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, mengatakan kehadiran Hilux Battery EV menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi mobilitas yang lebih beragam bagi pelanggan.
Baca Juga:
Harga On The Road Honda Vario EVO 160
“Kehadiran Hilux Battery EV juga memperluas pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan solusi mobilitas lebih ramah lingkungan, tanpa meninggalkan karakter QDR khas Hilux. Dengan dukungan value chain Toyota yang luas dan terpercaya, kami berharap Hilux dapat terus memberikan peace of mind bagi pelanggan di berbagai daerah,” ujar Jap Ernando Demily melalui keterangan resminya.
DKI Jakarta: PT
Toyota-Astra Motor (TAM) memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di segmen komersial melalui peluncuran
Hilux Battery EV. Model ini tetap mempertahankan karakter tangguh khas Hilux, namun mengusung sistem penggerak listrik yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional rendah emisi.
Sebagai bagian dari Toyota Multipathway Strategy, Hilux Battery EV dibekali dua motor listrik dengan sistem All-Wheel Drive (AWD), baterai lithium-ion berkapasitas 59,2 kWh, serta output maksimum sistem penggerak listrik sebesar 144 kW.
Kombinasi tersebut diklaim mampu menghasilkan respons tenaga yang lebih cepat, traksi lebih optimal, serta performa yang tetap andal saat melintasi berbagai kondisi jalan, termasuk permukaan licin, berlumpur, maupun jalur yang belum beraspal. Untuk menjaga stabilitas kendaraan, para insinyur juga membekali Hilux Battery EV dengan suspensi De-Dion.
Menurut Toyota, kendaraan ini dapat menjadi alternatif mobilitas rendah emisi bagi pelaku usaha maupun pelanggan individu yang membutuhkan kendaraan operasional dengan karakter tangguh khas Hilux.
Pengisian Daya Cepat dan Jarak Tempuh untuk Operasional Harian
Toyota turut memperhatikan efisiensi pengisian daya guna mengurangi waktu henti kendaraan selama beroperasi.
Hilux Battery EV seharga seharga Rp1.019.000.000 (on the road DKI Jakarta) itu mendukung pengisian cepat DC Fast Charging hingga 125 kW menggunakan konektor CCS2. Dengan sistem tersebut, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Sementara itu, pengisian menggunakan AC Wallbox hingga 10 kW membutuhkan waktu sekitar 6,5 jam untuk mengisi daya dari 10 persen hingga penuh.
Berdasarkan pengujian WLTP Combined, Hilux Battery EV mampu menempuh jarak hingga 257 kilometer. Pada penggunaan di dalam kota atau city cycle, jarak tempuhnya meningkat hingga mencapai 380 kilometer.
Toyota menyebut kemampuan tersebut sesuai untuk mendukung aktivitas operasional harian di berbagai sektor, seperti kawasan industri, kehutanan, infrastruktur bandara, hingga pelabuhan.
Baterai Dirancang untuk Tetap Fungsional
Toyota merancang paket baterai agar dapat ditempatkan di dalam struktur sasis ladder frame tanpa mengurangi ruang kabin Double Cabin maupun kapasitas bak belakang.
Untuk menghadapi puntiran sasis saat kendaraan digunakan di medan berat, baterai dipasang menggunakan struktur sub-frame baru yang fleksibel dengan pola diamond pattern yang telah dipatenkan.
Selain itu, baterai juga dilindungi pelat pelindung bawah (undercover) yang kokoh serta penguat benturan berbahan aluminium pada rel samping sasis guna meningkatkan perlindungan saat terjadi benturan.
Miliki Lima Mode Berkendara
Hilux Battery EV juga dibekali sistem Multi-Terrain Select (MTS) yang memungkinkan pengemudi memilih mode berkendara sesuai kondisi jalan.
Mode Rock dirancang untuk jalur berbatu dan tanjakan terjal, Sand untuk permukaan pasir, Mud untuk lintasan berlumpur, Dirt untuk jalan tanah dan kerikil, serta Mogul yang menjadi fitur baru pada kendaraan listrik Toyota untuk membantu meredam guncangan di permukaan jalan bergelombang ekstrem.
Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, mengatakan kehadiran Hilux Battery EV menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi mobilitas yang lebih beragam bagi pelanggan.
“Kehadiran Hilux Battery EV juga memperluas pilihan bagi pelanggan yang membutuhkan solusi mobilitas lebih ramah lingkungan, tanpa meninggalkan karakter QDR khas Hilux. Dengan dukungan value chain Toyota yang luas dan terpercaya, kami berharap Hilux dapat terus memberikan peace of mind bagi pelanggan di berbagai daerah,” ujar Jap Ernando Demily melalui keterangan resminya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)