Selain itu dengan adanya turbocharged, produsen mobil tidak perlu untuk membuat mesin terlalu besar. Medcom.id/Ekawan Raharja
Selain itu dengan adanya turbocharged, produsen mobil tidak perlu untuk membuat mesin terlalu besar. Medcom.id/Ekawan Raharja

Teknologi Turbo Demi Efisiensi Di Segala Sektor

Otomotif teknologi otomotif DFSK
Ekawan Raharja • 12 Juli 2019 15:05
Jakarta: Beberapa merek otomotif sekarang ini sudah menggunakan teknologi turbocharged di bagian mesin. Penggunaan komponen seperti rumah keong ini lumrah digunakan guna meningkatkan efisiensi mobil di berbagai sektor.
 
Product technology of Training Team PT Sokonindo Automobile, Sugihartono, menjelaskan penggunaan teknologi turbocharged diperuntukan meningkatkan efisiensi. Khususnya penggunaan berkat turbocharged, akan membuat mesin lebih efisiensi dari ukuran hingga performa yang ditawarkan.
 
"Kata kuncinya adalah efisiensi. Dengan mesin berkubikasi kecil saja, kemudian ditambah turbo, membuat mesin yang kecil bisa diperkuat tenaganya lebih besar. Bisa sampai 100 persen, dan itu yang membuat menarik," kata Sugihartono Jumat (12/7/2019) di DFSK pondok Indah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu dengan adanya turbocharged, produsen mobil tidak perlu untuk membuat mesin terlalu besar. Efeknya secara ukuran mesin akan lebih ringkas, kemudian dari segi bobot pun lebih ringan.
 
"Bila mesin terlalu besar, bobotnya juga besar. Jauh lebih besar tenaganya juga besar tetapi berat. Jadi efisiensi berkurang. berbeda dengan mesin berteknologi turbo, kecil empat silinder ditambah turbo bisa seperti mesin V6 tanpa turbo."
 
Sebagai contoh saja, DFSK Glory 560 menggunakan mesin 1.500 cc turbo dengan tenaga 150 ps dan torsi 230 nm. Membandingkan dengan mazda CX-3 bermesin 2.000 cc non turbo dengan lontaran tenaga 149 daya kuda dan torsi 195 Nm.
 
"Soal efisiensi bahan bakar, catatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPTT) konsumsi bahan bakar Glory 560 mencapai 1 liter untuk jarak 12,66 kilometer. Mereka melakukan uji coba ini dengan metode ECE101 uji statis," sambung General Manager PT Sokonindo Automobile, Permata Islam, dikesempatan yang sama.
 
Di Indonesia juga ada beberapa mobil yang kini menggunakan teknologi turbocharged seperti Honda CR-V dan Wuling Almaz. Bahkan untuk kelas BMW sudah menggunakan teknologi dual turbocharged seperti di BMW X3.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif