NEWSTICKER
Rio dan Rian dulang hasil yang makin membaik di balap nasional ISSOM 2019. RIoRian
Rio dan Rian dulang hasil yang makin membaik di balap nasional ISSOM 2019. RIoRian

Balap Mobil

Prestasi Rio dan Rian Kian Tajam di Balap ISSOM

Otomotif balap mobil pembalap nasional
Ahmad Garuda • 08 Agustus 2019 10:26
Bogor: Duet pembalap asal Surabaya dari tim B16 AP Speed yakni Rio Bramantio dan Rian Risky kian tajam. Keduanya sanggup meningkatkan pencapaian terbaiknya di ajang balap nasional putaran ke-3 Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2019 akhir pekan lalu.
 
Event yang berlangsung pada Minggu (4/8/2019) di Sirkuit Sentul, Bogor itu menjadi pembuktian keduanya kini semakin punya peluang untuk meraih hasil bagus di tiap seri. Seperti seri-seri sebelumnya, Rio Bramantio tampil di beberapa kelas dengan mobil yang berbeda-beda.
 
Bersama Honda Estilo, Ia berlaga di kelas JSTC dan STCR1. Lalu di kelas HBSC dan ITCC 1200, Rio Bramantio menggeber Honda Brio, serta kelas Super Touring dengan amunisi Honda Civic Wonder.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi heroik ditunjukkan Rio di race JSTC. Bagaimana tidak, memulai lomba dari posisi 19 Rio sukses mengovertake belasan pembalap dan menyudahi balapan di podium pertama.
 
"Di JSTC saya start dari posisi 19 dikarenakan saat QTT belum sempat mencatat waktu karena kemaren ban sobek. Meskipun start dari posisi 19 Alhamdulillah bisa finish di posisi pertama di kelas dan ke-3 overall," kata Rio Bramantio.
 
Prestasi Rio dan Rian Kian Tajam di Balap ISSOM
 
Kemudian pada race kelas STCR1, kali ini giliran Rio menjalani pertarungan sengit dengan pembalap ABM Motorsport yang juga drifter nomor satu di Indonesia, Emmanuelle Amandio.
 
Sayangnya 4 lap sebelum finis, balapan harus terhenti dikarenakan pemadaman listrik yang membuat penghitung waktu di tower tidak berfungsi sehingga stewards, COC, dan pihak Sentul memutuskan untuk menghentikan balapan.
 
"Sempat fight dengan Amandio, sayangnya harus dihentikan dengan red flag (bendera merah), dan semuanya masuk kembali ke pit. Tapi paling tidak saya dapat posisi 1 di kelas (B1), dan Amandio posisi 1 overall. Untuk STCR1 kelas B1 ini selain dapat podium 1 saya juga dapat Best Team Manager SCC B1," lanjut Rio.
 
Lalu di kelas Honda Brio Speed Challenge (HBSC) Promotion, pembalap muda ini meraih podium ketiga. Sama seperti seri sebelumnya, hanya finish di Podium 3. Kendalanya adalah di Brio ini juga masih sama, belum sempat latihan intens.
 
Trophy lain yang didapat Rio datang dari kelas Indonesia Retro Race (IRR) yang gagal start karena listrik padam. Di balapan Indonesia Retro Race (IRR) kelas Super Retro, Rio Bramantio mendapatkan podium ke 3 yang diambil dari hasil QTT (kualifikasi).
 
Sementara itu, rekan setimnya yakni Rian Risky juga tak kalah bersinar. Meski secara pribadi Rian mengaku torehannya tidak sebaik dua seri sebelumnya, namun ada hal yang membuat 'Arek Suraboyo' ini patut berbangga. Pasalnya, dengan kendaraannya Honda Estilo, Rian Risky sukses mencatatkan rekor best time saat menjalani QTT (kualifikasi).
 
"Dengan Honda Estilo, saya berhasil mencatat personal best time record dengan catatan waktu 1 menit 47 detik untuk hot lapnya," tegas Rian Risky.
 
Untuk kelas JSTC 1600, Kendala teknis di mobilnya membuat Rian gagal meraih target maksimal dan hanya bisa mendapatkan podium ketiga. "Untuk hasil race (JSTC) bagi saya pribadi sedikit mengecewakan karena target saya P1. Hanya saja mobil ada sedikit kendala, bocor kompresi. Jadi saya harus puas di posisi ke-3," ujar Rian yang merupakan adik kandung dari Rio Bramantio.
 
Cerita ISSOM seri 3 kali ini belum berakhir. Saat bersiap untuk menjalani race STC 1600, balapan justru ditiadakan karena pemadaman listrik serentak. Jadi hasil balapan diambil dari posisi QTT. Karena Rian Risky berstatus pemegang pole position maka otomatis trophy juara pertama STC 1600 menjadi miliknya.
 
"Kebetulan di QTT nya saya posisi 1, jadi otomatis mendapatkan podium 1. Tapi secara keseluruhan saya tidak puas dengan hasil balapan kali ini, karena itu saya dan tim akan secepatnya melakukan evaluasi dan mencari penyebab masalah di Estilo. Kita akan cek lagi untuk sisi engine management nya agar next race kembali di P1 seperti di seri 1 dan seri 2 yang lalu," kata Rian.
 
Dihentikannya balapan akibat listrik padam, Rian juga memberikan sedikit input kepada manajemen Sentul. "Sedikit masukan aja, kalau ada kejadian seperti ini lagi seperti listrik mati, mungkin bisa disiapkan back up sumber listrik. Karena seperti kita jauh-jauh dari Surabaya cuma untuk ikut race. Tapi hanya karena listrik mati tidak jadi balap," keluhnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif