Proses produksi pelumas di pabrik Pertamina Lubricants. dok pertamina
Proses produksi pelumas di pabrik Pertamina Lubricants. dok pertamina

Begini Proses Produksi Pelumas dari Bahan Baku hingga Siap Edar

Adri Prima • 29 November 2022 19:48
Jakarta: Industri pelumas masih menjadi salah satu sektor salah sektor pendukung utama industri otomotif. Hal ini membuat hampir semua brand pelumas berlomba-lomba untuk menghadirkan pelumas terbaik untuk konsumen kendaraan bermotor. 
 
Demi memenuhi kebutuhan konsumen akan pelumas berkualitas, PT Pertamina Lubricants mengandalkan pabrik produksi yang berlokasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 
 
Pabrik pelumas Pertamina ini memproduksi beragam varian produk oli antara lain Fastron (mobil), Enduro (motor) dan Meditran (bis dan truck/Kendaraan Niaga). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Fasilitas produksi LOBP PUJ di antaranya terdiri dari Lube Oil Blending Plant dengan kapasitas produksi 270 juta liter per tahun. Lalu, Grease Plant memiliki kapasitas produksi 8.000 MT per tahun, dan Viscosity Modifier Plant berkapasitas produksi 14 juta liter per tahun. 
 
Manajer Production Unit Jakarta (PUJ), Dody Arief Aditya mengatakan bahwa pabrik pelumas Pertamina telah terintegrasi dengan fasilitas Lube Oil Blending Plant (LOBP), Viscosity Modifier Plant (VM) Plant, dan Grease Plant. 
 
Sementara itu, proses produksi pelumas dari bahan baku hingga siap didukung dengan peralatan canggih dan serba otomatis. "Seluruh sarana fasilitas produksi yang digunakan berteknologi canggih dan full automation," ujar Dody.
 
Begini Proses Produksi Pelumas dari Bahan Baku hingga Siap Edar
 
Adapun fasilitas yang ada di pabrik Tanjung Priok antara lain gudang bahan baku, blending system, packaging system, serta gudang penyimpanan pelumas didukung dengan quality control yang akurat.

Tahapan quality control


Ia menambahkan, pabrik Pertamina Lubricants menerapkan Konsep Dasar Total Quality Control (TQC) dengan delapan tahapan.
 
"TQC merupakan sistem jaminan kualitas terpadu, mulai dari pemasok hingga hasil keluaran produksi, distribusi, dan di pasaran. TQC dilakukan untuk mencegah ketidaksesuaian lolos ke proses berikutnya, atau ke pelanggan, dan mencegah terjadinya produk cacat," jelas Dody. 
 
Dalam setiap inovasi produk, terdapat sedikitnya belasan macam pengujian laboratorium termasuk analisa struktur, molekul, sifat fisika dan kimia serta kemurnian bahan baku. Setelah menemukan formula, pelumas lalu memasuki tahan pengujian. 
 
"Tahapan pengujian meliputi bench test, uji mesin dan uji lapangan. Uji mesin dilakukan di Jepang, Eropa dan Amerika juga dilakukan secara internal di Pertamina Lubricants. Pengujian internal ini disesuaikan dengan populasi mesin dan kondisi real di Indonesia. Lalu uji mesin merupakan pengujian oli secara real menggunakan mesin-mesin bervariasi, yang dapat dioperasikan dalam kondisi ekstrem," bebernya.
 
Fasilitas produksi Production Unit Jakarta diantaranya terdiri Lube Oli Blending Plant dengan kapasitas 270 juta liter per tahun. Lalu Grease Plant memiliki kapasitas 8.000 MT per tahun. Sedangkan Viscosity Modifier Plant berkapasitas 14 juta liter per tahun. 

 
(PRI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif