medcom.id, Jakarta: Menyusuri jalan-jalan ke luar kota saat melakukan uji sebuah mobil dengan cara konvoi, sempat membuat saya mengernyitkan dahi. Lantaran road captain yang menggunakan radio komunikasi handy-talkie, cukup rutin mengucapkan "Mohon hati-hati, ada kepala kuning", yang berarti ada truk dari arah berlawanan.
Ketika melihat mobil yang melintas dari arah berlawanan, ternyata itu sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel yang dibahasakan dengan truk kepala kuning. Saat itu juga si truk kepala kuning ini pun cukup gampang saya pahami hanya dengan ucapan saja. Hal yang membuat penasaran, adalah dari mana istilah kepala kuning ini berawal?
Sejarah Istilah Kepala Kuning
Penelusuran sejarahnya akhirnya terkuak setelah membaca lengkap literasi yang terdapat di website resmi Fuso Indonesia. Legenda dan panggilan khas ini bisa dikatakan berawal saat generasi Colt Diesel 1979 yaitu FE 101 dan FE 111 resmi dipasarkan. Mobil yang dijual tahun itu, kabinnya sudah mengusung warna khas kuning dan jadi pilihan Mitsubishi hingga kini.
"Tapi bukan berarti filosofi Colt Diesel baru dimulai tahun itu juga, mengingat mobil ini sudah lahir sejak 1970. Hanya saja ciri khas Colt Diesel terutama warna dan model kabin masih cenderung berubah-ubah. Baru di 1979 itulah model khas dan warnanya sudah mulai digunakan secara konsisten. Tapi tetap disesuaikan dengan perkembangan zaman," klaim Director of Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) Marketing Division – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono.
Model kedua setelah kabin kepala kuning meluncur di 1983. Varian andalan 104 pun menjadi tawaran tersendiri bagi pebisnis yang ingin truk 4 roda yang tidak terlalu besar namun kapasitas angkut dan bobot yang diemban cukup besar. Setahun kemudian, versi yang lebih besar dengan 6 ban, memberikan varian yang lebih luas kepada para pebisnis.
Ubahan dan perbaikan di sektor mesin dilakukan saat mereka menjual versi FE 119 120 PS dan 449 120 PS pada tahun 1990 dengan tenaga yang lebih baik dan efisiensi yang lebih besar dari versi sebelumnya. Namun uniknya, desain dan model kabin cenderung dipertahankan. Model 2 pasang lampu kiri dan 2 di kanan model bulat dengan lampu sein terpisah dan jendela di pilar A, tetap bertahan.
Desain Berubah
Perubahan desain kabin dan model si kepala kuning ini cukup signifikan baru terlihat di 1996. Lampu utama tak lagi mengadopsi model bulat dengan dua rumah lampu di kiri dan dua di kanannya. Melainkan sudah menjadi satu bahkan dengan lampu sein yang selama ini juga terpisah. Kemudian garis bagian tengah jendela di pilar A sudah melengkuk dengan bentuk huruf U.
Colt Diesel Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi
Desain ini dipertahankan termasuk model lekukan garis jendela dan desain lampu-lampu hingga 2002. Bagian yang berubah hanya penambahan tipe, kapasitas mesin dan kapasitas muat saja.
Di era 1990 hingga 2002 inilah ujian nyata datang kepada industri otomotif nasional. Kondisi sosial, politik hingga perekonomian bangsa memang terpuruk di era runtuhnya orde baru. Beruntung dengan semangat membangun, Colt Diesel tetap jadi pilihan utama bagi pengusaha untuk mengembangkan usahanya.
Era Baru Regulasi Emisi Gas Buang Euro2
Tuntutan industri otomotif nasional semakin besar. Bukan hanya terpaut model, Mitsubishi juga mengembangkan mesin yang mampu memenuhi regulasi emisi gas buang Euro 2 bagi kepala kuning. Tapi selain mengubah sistem emisi gas buangnya, perubahan besar juga dilakukan pada beberapa bagian.
Bagian pertama adalah letak sistem transmisi yang sudah dipindahkan ke dashboard dengan nama Mitsubishi Fuso in dash gear shift. Desain ini membuat kabin jadi lebih lapang. Kemudian desain garis jendela juga berubah, jadi miring ke depan. Bagian depannya mengikuti garis bagian bawah kaca depan. Kemudian model lampu utama juga tak lagi sekadar mengotak, melainkan mengusung model jajaran genjang.
Desain ini terus digunakan hingga kepala kuning generasi 2014, namun pabrikan melakukan banyak ubahan terhadap konfigurasi kaki-kaki dan rangka yang dibuat lebih tangguh. Kemudian juga tenaga mesin diperbaiki agar lebih nyaman digunakan dalam segala kondisi.
Pakem Desain Bergeser
Pakem desain kepala kuning untuk light truck, memang tak berubah. Tapi masuknya Fuso ke segmen light medium duty truck, membuat mereka membuat desain baru di 2015 khusus di segmen ini. Terutama desain grill depan dan model lampu yang terlihat kecil.
Sementara untuk versi light truck hanya ada sedikit penyempurnaan di bagian lampu yang estetika desainnya lebih baik dan besar. Begitu juga dengan desain grill hitam yang besar berpadu logo tiga berlian di depannya. Desain kepala kuning digunakan hingga tahun ini. Jika dihitung-hitung, terdapat 4 kali perubahan besar secara dasar visual kepala kuning sejak pertama kali meluncur di 1970, termasuk terciptanya segmen ligh medium duty truck.
Edisi Khusus Satu Juta Unit
Memanfaatkan momentum tercapainya penjualan satu juta unit Colt Diesel, MItsubishi membuat edisi khusus Colt Diesel dengan warna emas. Edisi ini hanya akan dijual sebanyak 100 unit dan belum ditentukan harga jualnya. Namun sebagai perbandingan Colt Diesel tipe FE 74 HD versi reguler, dibanderol dengan Rp275 juta off the road
Pencapaian unit penjualan hingga satu juta unit ini pun sontak mendapat perhatian dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Truk ini pun didaulat sebagai truk paling laris dan pertama kali mencapai total penjualan hingga satu juta unit.
Legenda truk kepala kuning hingga kini tetap jadi omongan di setiap perjalanan. Bukan hanya karena sosoknya sangat sering ditemui di jalan-jalan kota maupun desa, namun juga karena ketangguhannya. Sehingga dipilih sebagai kendaraan angkutan yang paling efektif dan efisien.
medcom.id, Jakarta: Menyusuri jalan-jalan ke luar kota saat melakukan uji sebuah mobil dengan cara konvoi, sempat membuat saya mengernyitkan dahi. Lantaran road captain yang menggunakan radio komunikasi handy-talkie, cukup rutin mengucapkan "Mohon hati-hati, ada kepala kuning", yang berarti ada truk dari arah berlawanan.
Ketika melihat mobil yang melintas dari arah berlawanan, ternyata itu sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel yang dibahasakan dengan truk kepala kuning. Saat itu juga si truk kepala kuning ini pun cukup gampang saya pahami hanya dengan ucapan saja. Hal yang membuat penasaran, adalah dari mana istilah kepala kuning ini berawal?
Sejarah Istilah Kepala Kuning
Penelusuran sejarahnya akhirnya terkuak setelah membaca lengkap literasi yang terdapat di website resmi Fuso Indonesia. Legenda dan panggilan khas ini bisa dikatakan berawal saat generasi Colt Diesel 1979 yaitu FE 101 dan FE 111 resmi dipasarkan. Mobil yang dijual tahun itu, kabinnya sudah mengusung warna khas kuning dan jadi pilihan Mitsubishi hingga kini.
"Tapi bukan berarti filosofi Colt Diesel baru dimulai tahun itu juga, mengingat mobil ini sudah lahir sejak 1970. Hanya saja ciri khas Colt Diesel terutama warna dan model kabin masih cenderung berubah-ubah. Baru di 1979 itulah model khas dan warnanya sudah mulai digunakan secara konsisten. Tapi tetap disesuaikan dengan perkembangan zaman," klaim Director of Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) Marketing Division – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono.

Model kedua setelah kabin kepala kuning meluncur di 1983. Varian andalan 104 pun menjadi tawaran tersendiri bagi pebisnis yang ingin truk 4 roda yang tidak terlalu besar namun kapasitas angkut dan bobot yang diemban cukup besar. Setahun kemudian, versi yang lebih besar dengan 6 ban, memberikan varian yang lebih luas kepada para pebisnis.
Ubahan dan perbaikan di sektor mesin dilakukan saat mereka menjual versi FE 119 120 PS dan 449 120 PS pada tahun 1990 dengan tenaga yang lebih baik dan efisiensi yang lebih besar dari versi sebelumnya. Namun uniknya, desain dan model kabin cenderung dipertahankan. Model 2 pasang lampu kiri dan 2 di kanan model bulat dengan lampu sein terpisah dan jendela di pilar A, tetap bertahan.

Desain Berubah
Perubahan desain kabin dan model si kepala kuning ini cukup signifikan baru terlihat di 1996. Lampu utama tak lagi mengadopsi model bulat dengan dua rumah lampu di kiri dan dua di kanannya. Melainkan sudah menjadi satu bahkan dengan lampu sein yang selama ini juga terpisah. Kemudian garis bagian tengah jendela di pilar A sudah melengkuk dengan bentuk huruf U.
Colt Diesel Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi
Desain ini dipertahankan termasuk model lekukan garis jendela dan desain lampu-lampu hingga 2002. Bagian yang berubah hanya penambahan tipe, kapasitas mesin dan kapasitas muat saja.
Di era 1990 hingga 2002 inilah ujian nyata datang kepada industri otomotif nasional. Kondisi sosial, politik hingga perekonomian bangsa memang terpuruk di era runtuhnya orde baru. Beruntung dengan semangat membangun, Colt Diesel tetap jadi pilihan utama bagi pengusaha untuk mengembangkan usahanya.
Era Baru Regulasi Emisi Gas Buang Euro2
Tuntutan industri otomotif nasional semakin besar. Bukan hanya terpaut model, Mitsubishi juga mengembangkan mesin yang mampu memenuhi regulasi emisi gas buang Euro 2 bagi kepala kuning. Tapi selain mengubah sistem emisi gas buangnya, perubahan besar juga dilakukan pada beberapa bagian.
Bagian pertama adalah letak sistem transmisi yang sudah dipindahkan ke dashboard dengan nama Mitsubishi Fuso in dash gear shift. Desain ini membuat kabin jadi lebih lapang. Kemudian desain garis jendela juga berubah, jadi miring ke depan. Bagian depannya mengikuti garis bagian bawah kaca depan. Kemudian model lampu utama juga tak lagi sekadar mengotak, melainkan mengusung model jajaran genjang.
Desain ini terus digunakan hingga kepala kuning generasi 2014, namun pabrikan melakukan banyak ubahan terhadap konfigurasi kaki-kaki dan rangka yang dibuat lebih tangguh. Kemudian juga tenaga mesin diperbaiki agar lebih nyaman digunakan dalam segala kondisi.
Pakem Desain Bergeser
Pakem desain kepala kuning untuk light truck, memang tak berubah. Tapi masuknya Fuso ke segmen light medium duty truck, membuat mereka membuat desain baru di 2015 khusus di segmen ini. Terutama desain grill depan dan model lampu yang terlihat kecil.
Sementara untuk versi light truck hanya ada sedikit penyempurnaan di bagian lampu yang estetika desainnya lebih baik dan besar. Begitu juga dengan desain grill hitam yang besar berpadu logo tiga berlian di depannya. Desain kepala kuning digunakan hingga tahun ini. Jika dihitung-hitung, terdapat 4 kali perubahan besar secara dasar visual kepala kuning sejak pertama kali meluncur di 1970, termasuk terciptanya segmen ligh medium duty truck.
Edisi Khusus Satu Juta Unit
Memanfaatkan momentum tercapainya penjualan satu juta unit Colt Diesel, MItsubishi membuat edisi khusus Colt Diesel dengan warna emas. Edisi ini hanya akan dijual sebanyak 100 unit dan belum ditentukan harga jualnya. Namun sebagai perbandingan Colt Diesel tipe FE 74 HD versi reguler, dibanderol dengan Rp275 juta off the road
Pencapaian unit penjualan hingga satu juta unit ini pun sontak mendapat perhatian dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Truk ini pun didaulat sebagai truk paling laris dan pertama kali mencapai total penjualan hingga satu juta unit.
Legenda truk kepala kuning hingga kini tetap jadi omongan di setiap perjalanan. Bukan hanya karena sosoknya sangat sering ditemui di jalan-jalan kota maupun desa, namun juga karena ketangguhannya. Sehingga dipilih sebagai kendaraan angkutan yang paling efektif dan efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(GUS)