Geneva: Penggemar otomotif mungkin akan patah hati mendengar kabar bahwa Geneva Motor Show 2020 dibatalkan jelang penyelenggaraannya yang terbilang hitungan hari. Pembatalan penyelenggaraan ini merupakan buah dari kekhawatiran penyelenggara akan penyebaran Virus Korona yang sedang gencar-gencarnya.
Seyogyanya pameran otomotif tahunan ini akan digelar per 1 Maret 2020 untuk media, sebelum terbuka untuk umum mulai 5-15 Maret mendatang. Sayangnya para petrolhead batal melihat mobil-mobil terbaru yang rencananya sudah siap untuk ditampilkan di Geneva Motor Show 2020.
Pembatalan ini tidak terlepas dari larangan Dewan Federal Swedia yang dikeluarkan pada 28 Februari 2020, tidak memberikan izin kegiatan yang melibatkan lebih dari 1.000 orang hingga 15 Maret mendatang. Langkah ini diambil untuk mengurangi dan memperkecil penyebaran Virus Korona.
Mengingat 15 kasus Virus Korona telah dilaporkan di Swiss, sementara Italia memiliki setidaknya 650 orang infeksi dan 17 kematian, sementara pejabat Prancis melaporkan 38 kasus dan dua kematian.
"Kami menyesali situasi ini, tetapi kesehatan semua peserta adalah prioritas utama kami dan peserta pameran kami. Ini adalah kasus force majeure dan kerugian luar biasa bagi produsen yang telah berinvestasi secara besar-besaran dalam kehadiran mereka di Jenewa. Namun, kami yakin bahwa mereka akan memahami keputusan ini," kata Ketua Dewan Yayasan Geneva International Motor Show (GIMS) Maurice Turrettini.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih yang hangat kepada semua yang terlibat dalam organisasi GIMS edisi 2020," tambahnya dalam pernyataan resmi di laman GIMS, Jumat.
Jelas pembatal acara jelang beberapa hari sebelum pameran berlangsung menyebabkan kerugian dari banyak pihak. Sayangnya Direktur Pameran GIMS, Oliver Rihs, tidak menyebutkan secara pasti nominal kerugian akibat pembatalan pameran ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di