Jangan ragu untuk mencari informasi biaya servis mobil anda sebelum membelinya. DFSK
Jangan ragu untuk mencari informasi biaya servis mobil anda sebelum membelinya. DFSK

Mau Beli Mobil Baru, Cek Juga Biaya Servisnya

Otomotif suzuki mobil DFSK IIMS 2019
Ekawan Raharja • 02 Mei 2019 11:12
Jakarta: Ketika membeli sebuah mobil baru, selain memikirkan harga belinya sebaiknya juga memikirkan biaya perawatannya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa mobil selalu dalam kondisi prima dan bisa diandalkan di berbagai situasi.
 
Sebagai contoh DFSK membeberkan total cost ownership (TCO) DFSK Glory 560 untuk setahun akan memakan biaya Rp1,9 juta. Biaya perawatan ini termasuk ke dalam servis perdana di 5.000 kilometer, kemudian berlanjut servis di kilometer 10.000 kilometer dan 20.000 kilometer.
 
Saat servis perdana di 5.000 kilometer, konsumen masih mendapatkan gratis jasa dan suku cadang yang meliputi oli mesin, filter oli, dan oli transmisi manual serta pemeriksaan menyeluruh di semua sistem kendaraan. Kemudian berlanjut ke servis di 10.000 kilometer akan dikenakan penggantian suku cadang berupa oli mesin dan filter oli,servis sistem rem dan pemeriksaan semua sistem kendaraan. Sedangkan servis di 20.000 kilometer akan dilakukan pergantian suku cadang oli mesin, filter oli, filter udara, dan busi, servis sistem rem dan pemeriksaan seluruh sistem kendaraan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami ingin memberikan sebuah pengalaman kepemilikan kendaraan yang benar-benar mempermudah dan terjangkau oleh konsumen kami. Ini sesuai dengan komitmen DFSK masuk ke Indonesia dengan mengusung moto Semua untuk Konsumen, dan kami terapkan ke dalam total cost ownership DFSK Glory 560," ungkap Product Technology of Training Team PT Sokonindo Automobile, Sugihartono, di sela-sela Telkomsel IIMS 2019.
 
Tentu saja TCO yang ditawarkan Glory 560 bisa menjadi acuan ketika membeli SUV yang sekelas. Lantas berapa kira-kira TCO untuk sebuah kendaraan low multi vehicle purpose?
 
Bila mengambil contoh All New Suzuki Ertiga bertransmisi manual membutuhkan biaya perawatan periodik sekitar Rp7,5 juta untuk kurun waktu 100 ribu kilometer atau 5 tahun. Besaran angka tersebut sama dengan model lama yang juga bertransmisi manual, di mana pemilik per tahunnya hanya diberbani biaya rata-rata sebesar Rp 1,511,9 juta. Sedangkan untuk transmisi otomatis, biaya perawatannya mencapai Rp 7,370 juta atau per tahunnya sebesar Rp 1,474 juta.
 
Biaya-biaya ini jelas termasuk ke dalam perawatan berkala, tidak termasuk ke dalam kerusakan yang disebabkan oleh kecelakaan atau cacat produksi pabrik. Untuk urusan cacat produksi pabrik, baik cacat komponen atau cacat ketika proses pemasangan, maka akan termasuk garansi dan bebas dari biaya.
 
Beberapa pabrikan lainnya juga memberikan garansi untuk kendaraan-kendaraan yang mereka produksi, hanya saja waktu dan syarat garansi setiap merek mobil berbeda-beda. Seperti contoh Honda dan Toyota yang memberikan garansi 3 tahun atau 100 ribu kilometer untuk mobil-mobil yang ditawarkan. Produsen mobil memberikan jaminan kepada pembeli pertama dan pembeli/pemilik berikutnya, akan memperbaiki atau mengganti bagian yang tidak berfungsi dengan baik sebagai akibat cacat bahan atau karena kesalahan/kekeliruan dalam pengerjaan.
 
Kemudian DFSK menawarkan garansi yang lebih panjang karena mencapai tujuh tahun atau 150.000 kilometer. Program garansi yang diberikan produsen mobil asal Tiongkok ini akan menanggung semua kerusakan komponen mesin, transmisi, kelistrikan, dan bagian body yang disebabkan oleh kecacatan komponen dan kesalahan pemasangan dari pabrik.
 
"DFSK menjanjikan sebuah kepemilikan kendaraan yang benar-benar berpihak kepada konsumen sehingga akan menimbulkan inner peace selama berkendara dengan DFSK. Konsumen tidak perlu risau dan tidak perlu ragu selama bepergian bersama DFSK Glory 560," sambung Sugihartono.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif