New Delhi: Sejumlah merek otomotif sekarang ini sudah memiliki transmisi semi otomatis seperti Wuling dengan ACT atau Suzuki dengan AGS. Hyundai pun tidak mau kalah karena kini mereka juga memiliki transmisi serupa yakni iMT (Intelligent Manual Transmission).
iMT yang ditawarkan oleh Jenama asal Korea Selatan ini sebenarnya tergolong transmisi manual. Hanya saja di kolong kaki pengemudi hanya ada dua pedal, yakni gas dan rem saja.
Sistem iMT terdiri dari tuas persneling dengan intention sensor, hydraulic assistance, dan unit kontrol transmisi atau gearbox control (TCU). Intention sensor merupakan nama dari Hyundai untuk teknologi dengan sistem yang mengaktifkan kopling, tapi perpindahan gigi tetap harus dilakukan pengemudi. Kemudian mengirimkan sinyal ke TCU untuk memindah gigi, lalu sinyal lain diteruskan dari TCU ke hydraulic assistance.
Kopling kemudian dicocokkan dan dilepaskan melalui silinder bantu konsentris tanpa operasi tambahan pengemudi. Hyundai menggambarkan proses elektromekanisnya berjalan dengan mulus, namun, pengemudi pasti akan membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan teknologi ini.
Kalau diingat-ingat, nama iMT yang digunakan oleh Hyundai ini juga digunakan oleh Kia untuk transmisi manualnya. Hanya saja di Kia masih menggunakan pedal kopling yang operasionalnya terhubung oleh sistem elektrik, sudah bukan menganut sistem mekanis.
Teknologi ini akan digunakan untuk model Hyundai Venue yang dikhususkan pasar India. Transmisi ini akan disandingkan dengan mesin 1.000 cc turbo bertenaga 120 daya kuda.
Kira-kira teknologi ini bakalan di bawa ke Indonesia?
New Delhi: Sejumlah merek otomotif sekarang ini sudah memiliki transmisi semi otomatis seperti Wuling dengan ACT atau Suzuki dengan AGS. Hyundai pun tidak mau kalah karena kini mereka juga memiliki transmisi serupa yakni iMT (Intelligent Manual Transmission).
iMT yang ditawarkan oleh Jenama asal Korea Selatan ini sebenarnya tergolong transmisi manual. Hanya saja di kolong kaki pengemudi hanya ada dua pedal, yakni gas dan rem saja.
Sistem iMT terdiri dari tuas persneling dengan intention sensor, hydraulic assistance, dan unit kontrol transmisi atau gearbox control (TCU). Intention sensor merupakan nama dari Hyundai untuk teknologi dengan sistem yang mengaktifkan kopling, tapi perpindahan gigi tetap harus dilakukan pengemudi. Kemudian mengirimkan sinyal ke TCU untuk memindah gigi, lalu sinyal lain diteruskan dari TCU ke hydraulic assistance.
Kopling kemudian dicocokkan dan dilepaskan melalui silinder bantu konsentris tanpa operasi tambahan pengemudi. Hyundai menggambarkan proses elektromekanisnya berjalan dengan mulus, namun, pengemudi pasti akan membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan teknologi ini.
Kalau diingat-ingat, nama iMT yang digunakan oleh Hyundai ini juga digunakan oleh Kia untuk transmisi manualnya. Hanya saja di Kia masih menggunakan pedal kopling yang operasionalnya terhubung oleh sistem elektrik, sudah bukan menganut sistem mekanis.
Teknologi ini akan digunakan untuk model Hyundai Venue yang dikhususkan pasar India. Transmisi ini akan disandingkan dengan mesin 1.000 cc turbo bertenaga 120 daya kuda.
Kira-kira teknologi ini bakalan di bawa ke Indonesia?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)