Menteri Keamanan Energi dan Net Zero Inggris, Ed Miliband, menilai teknologi tersebut dapat membantu menekan biaya pengisian daya kendaraan listrik bagi masyarakat. Namun, jutaan rumah tangga di Inggris diperkirakan belum bisa memanfaatkan solusi ini karena sejumlah otoritas lokal masih melarang pemasangan kabel pengisian daya yang melintasi trotoar.
Dikutip dari The Guardian, lebih dari 20 pemerintah daerah di Inggris masih menolak atau belum memberikan izin terhadap penggunaan charger gully. Beberapa di antaranya adalah Kent County Council, Leicester City Council, Worcestershire County Council, serta sejumlah borough di London seperti Westminster dan Hackney.
Padahal London merupakan wilayah dengan jumlah kendaraan listrik terbesar di Inggris sekaligus memiliki jumlah rumah tangga tanpa area parkir pribadi yang tinggi.
Baca Juga:
Harga BBM per 1 Juni 2025, Banderol Solar Nonsubsidi Serempak Turun
Teknologi charger gully memungkinkan pemilik kendaraan listrik yang tidak memiliki garasi atau area parkir pribadi untuk menghubungkan mobil mereka ke sumber listrik rumah melalui jalur khusus yang ditanam di trotoar. Solusi ini dianggap lebih ekonomis dibandingkan menggunakan stasiun pengisian daya publik.
Salah satu alasan utama adalah perbedaan tarif pajak pertambahan nilai (VAT). Listrik yang digunakan untuk pengisian daya di rumah dikenakan VAT sebesar 5 persen, sedangkan penggunaan pengisi daya publik dikenakan tarif 20 persen.
Menurut data konsultan Field Dynamics, sekitar 9,3 juta rumah tangga di Inggris tidak memiliki akses ke area parkir pribadi. Kondisi tersebut membuat banyak pemilik kendaraan listrik kesulitan memperoleh biaya pengisian daya yang lebih murah.
Sejumlah perusahaan pengembang teknologi gully seperti Kerbo Charge, Gul-e, Pavecross, dan ACO meyakini produk mereka mampu mengatasi masalah tersebut tanpa menimbulkan risiko tersandung bagi pejalan kaki.
Meski demikian, sejumlah pemerintah daerah masih memiliki berbagai kekhawatiran terkait keselamatan, pengelolaan, hingga estetika trotoar. Co-founder Kerbo Charge, Michael Goulden, mengatakan bahwa pemasangan teknologi tersebut tetap membutuhkan persetujuan pemerintah daerah.
Baca Juga:
Jangan Over Speed! Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol
"Proses ini tetap membutuhkan persetujuan dari pemerintah daerah sebelum setiap instalasi dilakukan," kata Michael Goulden.
Ia menjelaskan Kerbo Charge saat ini bekerja sama dengan 48 pemerintah daerah yang telah mengizinkan atau sedang menguji coba teknologi tersebut. Namun, kebijakan yang diterapkan masih berbeda-beda di setiap wilayah.
"Kami terus menyederhanakan proses bersama pemerintah daerah agar implementasinya menjadi lebih efisien," ujarnya.
Menurut Goulden, sebagian besar borough di pusat London bahkan belum memiliki rencana untuk menerapkan solusi kabel melintasi trotoar dalam waktu dekat.
"Banyak borough di London bagian dalam saat ini belum memiliki rencana untuk menerapkan solusi kabel melintasi trotoar. Perubahan regulasi ini tidak akan memberikan dampak berarti bagi warga mereka dalam waktu dekat," katanya.
Salah satu alasan yang sering dikemukakan pemerintah daerah adalah persoalan tanggung jawab pemeliharaan serta risiko hukum apabila terjadi kecelakaan akibat penggunaan fasilitas tersebut.
Selain itu, tidak adanya jaminan kendaraan dapat selalu diparkir tepat di depan rumah juga menjadi tantangan tersendiri.
Leicester City Council menilai penerapan teknologi ini kurang cocok untuk kawasan yang didominasi rumah-rumah teras karena pemilik kendaraan tidak selalu bisa mendapatkan tempat parkir di depan properti mereka. Pemerintah daerah tersebut juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap aksesibilitas ruang publik.
Baca Juga:
Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus 2026
Sementara itu, Kent County Council menyampaikan kekhawatiran terkait risiko sengatan listrik apabila kabel mengalami kerusakan.
Di sisi lain, Worcestershire County Council menyatakan tidak mengizinkan pembongkaran atau kerusakan pada jalan umum untuk pemasangan koneksi pengisian daya kendaraan listrik. Namun, pemerintah daerah tersebut masih memperbolehkan penggunaan pelindung kabel yang dipasang di atas trotoar.
Ealing Council di London barat juga menolak penggunaan charger gully karena alasan keselamatan dan aksesibilitas.
"Kami memiliki kekhawatiran terkait aksesibilitas dan keselamatan, terutama bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, pengguna kursi roda, dan mereka yang memiliki gangguan penglihatan," kata perwakilan Ealing Council.
Sebagai alternatif, Ealing memilih memperluas jaringan pengisian daya publik yang dipasang pada tiang lampu jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News