medcom.id, Jakarta: Ford Motor Company menarik Ford Motor Indonesia (FMI) dari pasar otomotif tanah air lantaran di nilai tidak memiliki prospek bisnis yang bagus. Namun, ternyata merek mobil asal Amerika Serikat tersebut cukup berjaya di Kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Dikutip dari Business World, Ford berhasil melepaskan mobil sebanyak 103.975 unit. Angka ini terbilang naik 3,3 persen, dimana tahun 2014 hanya berhasil menorehkan 100.544 unit kendaraan.
Mark Kaufman, President of Forad ASEAN, menjelaskan bahwa kehadiran produk baru di Kawasan ASEAN menjadi kunci sukses Ford. Kehadiran produk baru ini dapat lebih mendekatkan Ford kepada para konsumen.
"Kami berhasil memperkenalkan lebih banyak produk terbaru kali di ASEAN selama 2015, mulai dari New Ranger pickup dan All New Everest. Hal ini memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat dan mendekatkan Ford kepada masyarakat," terang Mark Kaufman.
Secara keseluruhan, pasar Ford di ASEAN masih di dipimpin oleh Thailand dengan penjualan mencapai 36.463 unit. Kemudian disusul oleh Ford Filipina dengan penjualan 25.371 unit dan Vietnam di urutan ketiga dengan penjualan 20.740 unit.
Malaysia sendiri berhasil melepaskan 12.130 unit, disusul Kamboja di angka 1.266 unit, Myanmar 679 unit, Laos di angka 653 unit, dan Singapura di angka 422 unit. Jika dibandingkan dengan kondisi di ASEAN, Indonesia berhasil menjual 6.103 unit atau sekitar 5,8 persen pangsa pasar Ford ASEAN.
Jika melihat angka di atas, tentu penjualan Indonesia tidak terlalu buruk dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya. Namun jika penjualan FMI yang hanya 6.103 unit dan dibandingkan dengan luas daerah, penduduk, dan pangsa pasar otomotif tentu saja angka tersebut menjadi sangat kecil.
Tidak heran jika Ford Motor Company akhirnya angkat kaki dari Indonesia.
medcom.id, Jakarta: Ford Motor Company menarik Ford Motor Indonesia (FMI) dari pasar otomotif tanah air lantaran di nilai tidak memiliki prospek bisnis yang bagus. Namun, ternyata merek mobil asal Amerika Serikat tersebut cukup berjaya di Kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Dikutip dari Business World, Ford berhasil melepaskan mobil sebanyak 103.975 unit. Angka ini terbilang naik 3,3 persen, dimana tahun 2014 hanya berhasil menorehkan 100.544 unit kendaraan.
Mark Kaufman, President of Forad ASEAN, menjelaskan bahwa kehadiran produk baru di Kawasan ASEAN menjadi kunci sukses Ford. Kehadiran produk baru ini dapat lebih mendekatkan Ford kepada para konsumen.
"Kami berhasil memperkenalkan lebih banyak produk terbaru kali di ASEAN selama 2015, mulai dari New Ranger pickup dan All New Everest. Hal ini memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat dan mendekatkan Ford kepada masyarakat," terang Mark Kaufman.
Secara keseluruhan, pasar Ford di ASEAN masih di dipimpin oleh Thailand dengan penjualan mencapai 36.463 unit. Kemudian disusul oleh Ford Filipina dengan penjualan 25.371 unit dan Vietnam di urutan ketiga dengan penjualan 20.740 unit.
Malaysia sendiri berhasil melepaskan 12.130 unit, disusul Kamboja di angka 1.266 unit, Myanmar 679 unit, Laos di angka 653 unit, dan Singapura di angka 422 unit. Jika dibandingkan dengan kondisi di ASEAN, Indonesia berhasil menjual 6.103 unit atau sekitar 5,8 persen pangsa pasar Ford ASEAN.
Jika melihat angka di atas, tentu penjualan Indonesia tidak terlalu buruk dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lainnya. Namun jika penjualan FMI yang hanya 6.103 unit dan dibandingkan dengan luas daerah, penduduk, dan pangsa pasar otomotif tentu saja angka tersebut menjadi sangat kecil.
Tidak heran jika Ford Motor Company akhirnya angkat kaki dari Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)