Kecelakaan di jalan tol. Jasa Marga
Kecelakaan di jalan tol. Jasa Marga

Jalan Tol

87% Kecelakaan di Jalan Tol Karena Manusia

Ekawan Raharja • 03 Desember 2022 09:00
Batu: Kecelakaan di jalan tol masih kerap terjadi dan tidak jarang menimbulkan korban jiwa. Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT) Kemen PUPR menyebutkan rata-rata kecelakaan yang terjadi ini dikarenakan kesalahan manusia (human error).
 
Anggota BPJT Kemen PUPR, Mahbullah Nurdin, menyampaikan kecelakaan yang terjadi jalan tol itu karena disebabkan oleh banyak faktor. Sebelum jalan tol digunakan itu sudah dilakukan uji laik fungsi, uji laik operasional melibatkan semua pihak, seperti Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perhubungan Darat bagaimana keselamatan dari rambu dan marka jalan.
 
“Kita juga melibatkan pihak kepolisian dalam hal ini Korlantas, bagaimana keamanan keselamatan di jalan tol yang siap dioperasikan,” jelas Mahbullah dikutip dari situs Korlantas Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, jika memang itu belum laik untuk dioperasikan atau kiranya belum aman, maka jalan tol itu belum dioperasionalkan. Artinya seluruh jalan tol yang sudah dioperasionalkan itu sudah memenuhi persyaratan-persyaratan, baik teknis maupun tingkat keamanan dan keselamatan dari pengguna jalan itu.
 
“Dari hasil KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) bahwa 87 persen kecelakaan di jalan tol adalah faktor manusianya itu sendiri, baik itu lelah atau mengantuk. Jalan tol di Indonesia kita atur sesuai yang ada di Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Jadi bukan jalan tol itu yang tidak aman, tetapi faktor pengemudi itu sendiri yang harus kita berikan edukasi bagaimana berkendara dengan benar di jalan tol,” terang Mahbullah.
 
Mahbullah berpesan kepada para pengguna jalan tol untuk mengutamakan keselamatan dalam berkendara di jalan tol dan patuhi rambu serta marka jalan. “Tolong patuhi kecepatan sesuai aturan di jalan tol,” imbau Mahbullah.
 
Kemudian terkait dengan kelancaran di jalan tol, Mahbullah menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan segera meluncurkan Multi Line Free Flow (MLFF) yang akan diterapkan.
 
“Karena adanya pembayaran di gerbang tol sehingga ada beberapa detik kendaraan itu terhenti. Tetapi dengan MLFF itu semua kita hilangkan, tidak ada lagi gerbang tol untuk transaksi pembayaran. Di situ akan ada kamera yang dihubungkan dengan satelit, nantinya nomor kendaraan itulah yang akan di capture camera,” jelas Mahbullah.
 
Ia menambahkan dengan MLFF, tarif tol yang akan dikenakan kepada pengguna jalan. Jadi kalau sekarang saat ini ada ruas tol yang jauh - dekat itu tarifnya sama, kalau nanti kedepan dengan adanya MLFF maka si pengguna jalan itu membayar sepanjang yang dia lakukan perjalanannya.
 
“Tentu kita sekarang sedang melakukan PKS dengan pihak Kemen PUPR dalam hal ini BPJT dengan Korlantas Polri. Karena yang punya data kendaraan Korlantas, jadi kita harus melakukan kerjasama dalam rangka bagaimana cara mengidentifikasi kendaraan pemiliknya untuk kepentingan bersama,” ungkap Mahbullah.
 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif