Rifat Sungkar dukung pergantian pelat berwarna hitam menjadi putih di Indonesia. Reviver.
Rifat Sungkar dukung pergantian pelat berwarna hitam menjadi putih di Indonesia. Reviver.

Pelat Nomor Berwarna Putih Mudah Dikenali CCTV

Otomotif lalu lintas tilang elektronik
Ekawan Raharja • 01 Juli 2019 08:51
Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia (Polri), melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas), berencana akan mengganti warna latar pelat nomor kendaraan bermotor yang sebelumnya berlatar hitam menjadi putih untuk mendukung sistem tilang elektronik. Bahkan perlu diakui penerapan pelat nomor kendaraan bermotor berwarna putih sangat membantu sistem untuk bekerja memantau pelanggaran di jalan raya.
 
Direktur Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, turut mendukung rencana penerapan pelat nomor berwarna putih ini. Menurut Rifat, dasar pelat berwarna putih akan lebih mudah diidentifikasi lewat kamera CCTV ataupun aparat lalu lintas yang bertugas, terlebih ketika malam hari.
 
“Sebetulnya sudah sejak lama jadi pemikiran saya mengapa Indonesia tidak mengaplikasikan pelat putih. Mendengar bahwa Korlantas Polri akan mengganti warna pelat nomor tentu saya sangat mendukung kebijakan ini," ungkap Rifat melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya tidak tahu pasti bahannya terbuat dari apa, tapi ketika mendapat pantulan dari cahaya, warna putih akan terlihat dengan begitu jelas oleh kamera CCTV," lanjut offroader kawakan nasional ini.
 
Rifat menambahkan sselain dari fungsinya yang sangat baik, dari sisi penampilan pun akan menyesuaikan dengan Indonesia yang baru karena ini merupakan sebuah perubahan setelah sekian lama. Sehingga perubahan ini harus mendapatkan sosialisasi agar masyarakat tidak kebingungan dan mendapatkan informasi sejelas-jelasnya.
 
Pelat Nomor Berwarna Putih Mudah Dikenali CCTV
Kamera CCTV di jalanan Jakarta. MI/Pius Erlangga
 
Revolusi dari traffic law enforcement ini tentu saja juga akan membantu pihak kepolisian dan diharapkan dapat meminimalisir angka-angka pelanggaran lalu lintas yang tentu saja dapat membahayakan. “Semoga saja dengan penerapan pelat putih ini akan membuat masyarakat kita lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu yang berlaku,” sambut Rifat
 
Seperti diketahui, Sistem tilang elektronik sudah beroperasi sejak 1 November 2018, tetapi kameranya hanya bisa merekam pelanggaran rambu, markah jalan, dan lampu lalu lintas (TL). Sementara itu, kamera pengawas dengan fitur terbaru dapat mendeteksi pengemudi mobil yang menggunakan telepon genggam dan tak memakai sabuk pengaman.
 
Kemudian baru ini, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menambah 10 kamera tilang elektronik (e-TLE) yang dilengkapi empat fitur terbaru. Kamera pengawas penunjang e-TLE itu mulai beroperasi hari ini.
 
"Jumlahnya ada 10 titik yang akan merekam pelanggaran lalu lintas," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif