Interior Kia Carens. Kia
Interior Kia Carens. Kia

Kia Tidak Ingin 'Bunuh' Tombol Fisik di Mobil

Ekawan Raharja • 29 Januari 2026 09:19
Ringkasnya gini..
  • Kia menegaskan tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi penting seperti AC dan media di mobilnya.
  • Menurut Kia, akses fitur lewat banyak sentuhan layar sentuh dinilai mengganggu dan berisiko saat berkendara.
  • Sejumlah merek seperti Mercedes-Benz dan VW juga mulai mengembalikan tombol fisik demi keselamatan.
Seoul: Sejumlah produsen otomotif dinilai terlalu jauh mengadopsi layar sentuh (touchscreen) di dalam kabin, bahkan menghilangkan banyak tombol fisik. Namun, Kia memastikan tidak akan mengikuti langkah tersebut.
 
Meski model-model terbaru telah dibekali layar berukuran besar, pabrikan asal Korea Selatan itu tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi inti seperti pengaturan AC (HVAC) dan sistem media. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Head of Interior Design Kia, Jochen Paesen.
 
“Ada fungsi-fungsi tertentu yang harus bisa ditemukan dengan segera, dan Anda tidak ingin salah menekan, jadi kami tetap mempertahankannya dalam bentuk fisik,” ujar Paesen dalam wawancara dengan Autocar dan dikutip oleh Motor1.

Menurutnya, pengalaman pengguna menjadi pertimbangan utama. Mengakses satu fitur yang mengharuskan tiga kali sentuhan dalam menu dinilai tidak efisien dan berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara.

Baca Juga:
Mesin Mobil Terendam Banjir, Apa yang Harus Dicek?


“Mengakses fungsi yang membutuhkan tiga kali ketukan di dalam menu itu buruk bagi semua orang,” kata Paesen.
 
Ia juga menilai produsen otomotif China telah mendorong banyak ide dan teknologi baru ke dalam kendaraan. Namun, Paesen menekankan kehadiran fitur harus tetap relevan dan benar-benar bermanfaat bagi pengguna, bukan sekadar menambah kompleksitas.
 
“Kuncinya adalah menemukan keseimbangan untuk menciptakan tingkat kehangatan dan aspirasi tertentu,” ujarnya seraya menambahkan bahwa eksplorasi teknologi tetap dilakukan untuk pengembangan model Kia di masa depan.
 
Fenomena kembalinya tombol fisik bukan hanya terjadi di Kia. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah produsen seperti Mercedes-Benz, Ferrari, Volkswagen, dan Skoda juga menyuarakan pentingnya mempertahankan atau mengembalikan kontrol fisik di kendaraan mereka.
 
Penggunaan layar sentuh secara berlebihan dinilai berisiko karena mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalan untuk menavigasi menu. Tombol kapasitif pun dianggap belum sepenuhnya menjadi solusi, bahkan beberapa merek seperti Volkswagen mulai mengurangi penggunaannya.

Baca Juga:
10 Negara Terbesar Pengimpor Mobil dari China, Indonesia Termasuk!


Tingginya permintaan konsumen terhadap tombol dan sakelar konvensional juga mendorong Hyundai untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan layar besar di dalam mobil. Jika layar besar tidak lagi menjadi keharusan, desainer memiliki ruang lebih luas untuk menghadirkan interior yang unik dan tidak sekadar didominasi dua panel layar di dasbor.
 
Tren ini menunjukkan bahwa industri otomotif mulai mengevaluasi kembali pendekatan digitalisasi interior, dengan menempatkan aspek keselamatan dan kemudahan penggunaan sebagai prioritas utama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan