Toyota Veloz Hybrid. Auto2000
Toyota Veloz Hybrid. Auto2000

6 Pertanyaan yang Biasanya ditanyakan untuk Mobil Hybrid

Ekawan Raharja • 03 Juni 2026 16:10
Ringkasnya gini..
  • Mobil hybrid makin diminati, tetapi masih banyak calon konsumen yang belum memahami cara kerja teknologinya.
  • Pertanyaan yang sering muncul mencakup pengisian baterai, daya tahan baterai, keamanan, hingga penggunaan BBM.
  • Auto2000 menegaskan mobil hybrid tetap mudah dirawat dan menawarkan efisiensi BBM lebih baik dibanding mobil bensin.
DKI Jakarta: Mobil hybrid mencuri perhatian masyarakat yang ingin memiliki mobil irit bensin dan rendah emisi. Tergolong sebagai teknologi baru, mobil hybrid masih menyisakan banyak pertanyaan di benak masyarakat.
 
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, melihat ada masyarakat yang belum mengetahui secara menyeluruh terkait dengan teknologi Hybrid. Ada beberapa hal mendasar yang belum dipahami pelanggan sehingga menimbulkan keraguan ketika akan membeli.
 
Berikut beberapa pertanyaan awam yang sering dilontarkan oleh calon pembeli mobil Hybrid:

1. Belum Tahu Mobil Hybrid Tidak Perlu Di-charge

Banyak pelanggan masih mengira semua mobil hybrid harus isi ulang listrik seperti mobil listrik. Padahal, mobil hybrid seperti Veloz Hybrid EV tidak perlu di-charge karena menggunakan sistem self-charging. Baterai akan terisi otomatis saat mobil berjalan dan pengereman, jadi pengguna cukup isi bensin tanpa mengubah kebiasaan.

Baca Juga:
Jangan Over Speed! Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol

2. Ragu Akan Daya Tahan Baterai Hybrid

Pertanyaan yang paling sering muncul soal baterai: apakah aman, berapa lama umur pakainya, dan bagaimana jika rusak? baterai hybrid sudah teruji dan memiliki garansi dari Toyota, serta dirancang untuk penggunaan jangka panjang. Perawatannya juga tidak jauh berbeda dari mobil biasa, sehingga tidak perlu khawatir dari sisi biaya.

3. Takut Kesetrum

Beberapa pelanggan khawatir soal risiko kesetrum karena ada sistem listrik tegangan tinggi. Sebagai informasi, semua komponen hybrid sudah dirancang dengan standar keamanan tinggi, serta menggunakan sistem isolasi dan pengaman berlapis.

Selain itu, sistem akan otomatis memutus aliran listrik jika terjadi kondisi tidak normal atau saat mobil tidak aktif. Jadi dalam penggunaan sehari-hari, terbilang aman dan minim risiko yang membahayakan.

4. Bingung Pemilihan Oktan Bensin

Pemilihan oktan bensin sebaiknya sesuai dengan rekomendasi pabrikan pada buku manual penggunaan. Jika pelanggan ingin menggunakan BBM oktan lebih rendah karena pertimbangan biaya, memang secara teknis masih tetap bisa membuat kendaraan berjalan, tetapi berpotensi menimbullkan kendala jangka pendek maupun panjang.

Baca Juga:
Insentif Mobil Listrik 2026, Nilai Kuota dan Pencairannya!

5. Benarkah Irit Bensin?

Keiritan BBM menjadi salah satu perhatian utama dan sering jadi alasan awal ketertarikan. Namun bukan satu-satunya faktor penentu karena tergantung skenario dan gaya berkendara di jalan. Tapi akan jauh lebih irit ketimbang mobil bensin dengan kapasitas mesin yang sama.

6. Mempertanyakan Urusan Perawatan

Dari sisi pengguna, tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan. Yang utama, pelanggan rutin servis bekala sesuai jadwal servis berkala dengan memanfaatkan layanan T-CARE maksimal setiap 6 bulan dan tidak mengabaikan indikator peringatan di dashboard, sehingga semua komponen termasuk sistem hybrid tetap terjaga dengan baik dan bekerja secara optimal.
 
“Kami siap membantu kebutuhan pelanggan yang ingin memiliki New Veloz Hybrid EV, termasuk jika masih ragu atas teknologi hybrid,” tutup Nur Imansyah Tara melalui keterangan resminya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan