Tata Motors Hidupkan Ekonomi Pro Rakyat
Tata Motors tekankan pentingnya menguatkan pasar tradisional sebagai basis ekonomi pro rakyat di Indinesia. Medcom.id/Ahmad Garuda
Jakarta: Menghidupkan kembali pasar tradisional sebagai basis perekonomian bangsa, memang tidak mudah. Namun Tata Motors punya cara unik untuk menghidupkan sisi-sisi 'ekonomi humanitarian' tersebut. Yaitu dengan menggelar program khusus Jelajah Pasar Nusantara 2018.

Dalam konsep jelajah pasar ini, mereka sekaligus akan membawa dan menguji ketangguhan dua produk andalannya di segmen kendaraan niaga yaitu Super Ace HT dan Xenon HD. Keduanya merupakan mobil niaga yang jadi basis kekuatan pabrikan asal India itu di Indonesia.

Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta dalam keterangan persnya mengatakan, bahwa ekonomi bangsa Indonesia tidak terlepas dari ekonomi kerakyatan yang kini banyak disuarakan oleh petinggi bangsa. Namun, Ia juga tak bisa mengesampingkan tren zaman yang bisa dibilang polanya sudah mulai bergeser.

"Pasar tradisional di Indonesia itu adalah contoh ekonomi kerakyatan yang sangat kuat. Mengapa saya bilang kuat? karena di situ semua interaksi humanisme terjadi. Ada proses tawar menawar, tatap muka, bahkan bisa jadi lebih dekat antar sesama. Contoh konkrit lainnya adalah orang baru yang datang membawa barang lalu berdagang di sana pun akan langsung diterima dengan baik," ujar Biswadev.


Ia melanjutkan, bahwa pasar tradisional itu menghilangkan sekat antara si miskin dengan si kaya, bahkan mungkin Anda akan sulit membedakan mana orang yang kaya mana orang miskin di sana. "Untuk itu kami melakukan edukasi untuk kembali menghidupkan pasar tradisional. Kalau kami di produsen otomotif, ya menjadikan produk kami sebagai kendaraan untuk berniaga dan membawa barang yang bisa diperjual-belikan di pasar-pasar tradisional itu."

Dalam program khusus ini, rombongan tim Tata Motors Jelajah Pasar Nusantara 2018, bakal mengeksplorasi Pulau Sumatera dengan 7 kota destinasi yang punya pasar tradisional dengan ciri khas kuat. Lama perjalanan diprediksi berlangsung 20 hari dan akan diawali dari pasar Peunayong-Aceh, menuju Lhoksukon. Lalu bergerak ke Binjai, lanjut ke Pekanbaru, mampir di Jambi, Palembang, Lampung, lalu menyeberang hingga Jakarta.

Ketua rombongan Endi Supriatna menejelaskan bahwa mereka ditantang untuk melakukan aktifitas perekonomian sebagaimana layaknya seorang saudagar. Membawa barang yang mereka bisa niagakan, lalu membeli barang berbeda dan memang dibutuhkan untuk aktifitas sosial yang juga masuk dalam program ini.

Lalu apa hubungannya dengan dua tipe mobil niaga yang akan mereka gunakan nanti yaitu Super Ace HT dan Xenon HD? Biswadev menjawab bahwa kedua produk mereka inilah yang banyak jadi pilihan masyarakat. Tapi Ia menegaskan, secara langsung, program ini tak bersentuhan dengan penjualan produk. Melainkan sebagai alat untuk menguatkan kembali basis perekonomian nasional.

Sekilas tentang kedua mobil tersebut, Super Ace HT adalah kendaraan niaga ringan yang baru diluncurkan 2017 lalu. Mengusung mesin diesel berkapasitas 1.405 cc yang dilengkapi dengan teknologi turbo charged intercooled. Meski tenaga maksimalnya hanya 70 daya kuda, namun bicara torsi, mobil ini sanggup memuntahkan 135 Newton meter di putaran mesin cukup kecil yaitu 2.500 RPM.

Sementara untuk Xenon HD menawarkan mesin diesel dua kali lipat kapasitas mesin Super Ace HT yaitu 3.000 cc tanpa turbo. Bicara soal kekuatan berlari mobil ini tak jauh berbeda dengan Super Ace HT yaitu hanya 75 daya kuda. Tapi kalau bicara soal torsi, puntiran tenaga dari mesinya mencapai 275 Nm yang sudah bisa dirasakan di 1.350-1.600 RPM. Artinya, mobil ini rasanya takkan kesulitan untuk menggendong bobot 1 ton hingga 3 ton (maks).



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id