Sistem ProPilot yang diusung oleh All New Serena sudah berjalan di Jepang sejak 2017. Medcom.id/Ekawan Raharja
Sistem ProPilot yang diusung oleh All New Serena sudah berjalan di Jepang sejak 2017. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jalanan Indonesia Masih Belum Ramah untuk Teknologi Otonom

Otomotif teknologi otomotif nissan
Ekawan Raharja • 18 April 2019 14:42
Jakarta: Beberapa negara sudah mulai melakukan uji coba terhadap kendaraan-kendaraan otomotif, bahkan sudah ditahapan izin kendaraan-kendaraan otonom lalu lalang di jalan raya. Sayangnya untuk Indonesia belum ada regulasi yang mengakomodir mengenai teknologi otonom dan juga infrastukturnya juga belum memadai.
 
Head of Communication PT Nissan Motor Indonesia, Hana Maharani, menjelaskan All New Nissan Serena sebenarnya memiliki varian ProPilot yang tergolong kepada teknologi otonom. Hanya saja varian ini tidak di bawa ke Indonesia karena kondisi jalanan di Indonesia tidak memungkinkan untuk teknologi otonom.
 
"Masih butuh waktu karena tidak hanya masalah mobil, harus situasi jalan raya harus mendukung. ProPilot ini sistemnya membaca marka jalan, kalau marka jalannya tidak sempurna maka tidak berfungsi. Kalau di sini tidak bisa dilakukan," jelas Hana Maharani kepada Medcom.id di Palm Hill Golf, Sentul, Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jalanan Indonesia Masih Belum Ramah untuk Teknologi Otonom
 
Dia menjelaskan sistem ProPilot yang diusung oleh All New Serena sudah berjalan di Jepang sejak 2017, atau sejak pertama kali diluncurkan. Sistem ini sudah mendukung untuk berjalan di satu jalur jalan bebas hambatan (highway). Sedangkan untuk beberapa wkatu ke depan, akan ada pengembangan sistem ProPilot yang sudah bisa menganut sistem berpindah jalur (multilane).
 
"Di Kepang bisa seperti itu karena peraturannya sudah memperolehkannya, tetapi kita belum berbicara sampai ke sana," jelasnya lagi.
 
General Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia, Jauhari Adzannis, menambahkan fitur-fitur yang di bawa ke Indonesia sudah disesuaikan dengan kondisi di tanah air. Sehingga fitur-fitur ini seharusnya bisa membantu dan mempermudah penumpang selama perjalanan, bukan semakin merepotkan.
 
Jalanan Indonesia Masih Belum Ramah untuk Teknologi Otonom
 
"Penyesuaian itu berdasarkan verifikasi di lapangan, sesuai dengan kondisi jalanan kita dan kebiasaan orang Indonesia. Sejujurnya ada beberapa fitur seperti ProPilot yang belum terverifikasi," ungkap Jauhari Adzannis dikesempatan yang sama.
 
Dia menjelaskan sistem ProPilot membutuhkan beragam sensor untuk membaca kondisi sekitar. Sensor ini juga membaca jalanan, namun kondisi jalanan di Idnonesia yang belum sempurna membuat urung di bawa ke tanah air.
 
"Contoh saja garis-garis di jalan kadang tidak ada. Ini bisa menyulitkan sensor jika dibawa ke Indonesia."
 
Sekarang ini pemerintah masih sedang merancang regulasi mengenai kendaraan listrik di Indonesia. Setelahnya, pemerintah juga sebaiknya segera mengembangkan regulasi mengenai kendaraan tanpa pengemudi alias otonom karena tidak menutup kemungkinan akan ada banyak merek otomotif yang ada di Indonesia membawa teknologi tersebut ke tanah air.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif