medcom.id, Jakarta: Rio Haryanto resmi menjadi pembalap Formula 1 (F1) pertama dari Indonesia. Status Rio pun sempat mengambang karena kesulitan mencari dana sebesar 15 juta Euro yang diminta tim Manor Racing untuk tampil semusim penuh.
Masuk ke F1 juga tak semudah membalikkan tangan. Tak jarang pembalap masuk ke ajang tersebut sebagai pay driver alias pembalap yang membayar posisi untuk dapat kursi. Rio harus menyetorkan dana yang setara dengan Rp225 miliar tersebut, lantaran Rio tidak termasuk dalam program pengembangan pembalap dari tim Manor Racing. Sehingga diperlukan dukungan finansial untuk bergabung bisa masuk F1.
Tidak hanya Rio, pembalap papan atas semacam Fernando Alonso bahkan Michael Schumacer juga melakukan hal yang sama dengan Rio. Namun kemungkinan angkanya berbeda dengan yang Rio harus setorkan saat ini.
Dari angka 15 juta Euro, perlu diketahui bahwa itu merupakan angka yang sudah terbagi-bagi untuk mendukung Rio berlaga. Misalnya, unit mobil sendiri sudah memakan dana 6 juta Euro. Dengan perincian biaya yang berbeda-beda setiap bagian mobil, misalnya gearbox, monocoque, kemudi, alat telemetri, sayap depan, sayap belakang yang punya nilai berbeda-beda.
Sementara itu, dibutuhkan 158 juta Pounsterling atau berkisar Rp3,3 triliun untuk satu tim F1 mengikuti satu musim penuh. Angka tersebut dibutuhkan untuk hal non teknis, semisal gaji driver dan kru, pengembangan mobil, biaya produksi dan operasional.
Jika performa Rio mampu menujukkan prestasi gemilang, atau setidaknya lebih baik dari rekan satu timnya, Pascal Wehrlein, bukan tidak mungkin Rio bakal direkrut tim F1 yang lebih besar di masa mendatang.
medcom.id, Jakarta: Rio Haryanto resmi menjadi pembalap Formula 1 (F1) pertama dari Indonesia. Status Rio pun sempat mengambang karena kesulitan mencari dana sebesar 15 juta Euro yang diminta tim Manor Racing untuk tampil semusim penuh.
Masuk ke F1 juga tak semudah membalikkan tangan. Tak jarang pembalap masuk ke ajang tersebut sebagai pay driver alias pembalap yang membayar posisi untuk dapat kursi. Rio harus menyetorkan dana yang setara dengan Rp225 miliar tersebut, lantaran Rio tidak termasuk dalam program pengembangan pembalap dari tim Manor Racing. Sehingga diperlukan dukungan finansial untuk bergabung bisa masuk F1.
Tidak hanya Rio, pembalap papan atas semacam Fernando Alonso bahkan Michael Schumacer juga melakukan hal yang sama dengan Rio. Namun kemungkinan angkanya berbeda dengan yang Rio harus setorkan saat ini.
Dari angka 15 juta Euro, perlu diketahui bahwa itu merupakan angka yang sudah terbagi-bagi untuk mendukung Rio berlaga. Misalnya, unit mobil sendiri sudah memakan dana 6 juta Euro. Dengan perincian biaya yang berbeda-beda setiap bagian mobil, misalnya
gearbox, monocoque, kemudi, alat telemetri, sayap depan, sayap belakang yang punya nilai berbeda-beda.
Sementara itu, dibutuhkan 158 juta Pounsterling atau berkisar Rp3,3 triliun untuk satu tim F1 mengikuti satu musim penuh. Angka tersebut dibutuhkan untuk hal non teknis, semisal gaji
driver dan kru, pengembangan mobil, biaya produksi dan operasional.
Jika performa Rio mampu menujukkan prestasi gemilang, atau setidaknya lebih baik dari rekan satu timnya, Pascal Wehrlein, bukan tidak mungkin Rio bakal direkrut tim F1 yang lebih besar di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)