medcom.id: Pemerintah Jerman menambahkan 1,1 juta mobil di Eropa yang harus diperbaiki Volkswagen. Maka ada 2,5 juta mobil di Eropa yang harus di-recall dalam skandal dieselgate.
Dilansir dari situs Road and Track, Volkswagen harus membereskan setiap unit mobil yang dibekali mesin 1.800 cc dan 1.200 cc diesel. Tapi skandal dieselgate tidak berpengaruh terhadap mobil yang menggunakan mesin 2.000 cc EA 189 TDI.
Hingga saat ini, tercatat baru 50 ribu mobil di Jerman yang berhasil diperbaiki. Sedangkan di Amerika Serikat, mereka masih menanti pabrikan asal Jerman tersebut memulai memperbaiki atau buyback sekitar 500 ribu kendaraan yang dilengkapi dengan software yang dimanipulasi.
Skandal Dieselgate terungkap pada September 2015 ketika lembaga pelindungan lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) di Amerika Serikat, mendapati mesin diesel VW menggunakan software khusus. Temuan EPA menyebutkan, terdapat perangkat lunak (software) pengecoh kadar emisi di mobil-mobil diesel produksi Volkswagen sejak 2008.
Beberapa fakta ditemukannya skandal software pengecoh uji emisi ini, telah diakui pihak pabrikan asal Jerman itu. Seperti perangkat ini hanya diaktifkan selama tes emisi, dan tes tersebut hanya berhubungan dengan emisi partikulat bukan gas rumah kaca. Volkswagen mengatakan 5 juta mobil terpengaruh termasuk Golf, Beetle, Jetta dan Passat yang diproduksi sejak 2009.
Awalnya sekitar 11 juta mobil tercatat harus di-recall lantaran software khusus tersebut. Kerugian yang diderita mencapai Rp 51,9 triliun akibat skandal emisi mesin diesel.
medcom.id: Pemerintah Jerman menambahkan 1,1 juta mobil di Eropa yang harus diperbaiki Volkswagen. Maka ada 2,5 juta mobil di Eropa yang harus di-
recall dalam skandal dieselgate.
Dilansir dari situs Road and Track, Volkswagen harus membereskan setiap unit mobil yang dibekali mesin 1.800 cc dan 1.200 cc diesel. Tapi skandal dieselgate tidak berpengaruh terhadap mobil yang menggunakan mesin 2.000 cc EA 189 TDI.
Hingga saat ini, tercatat baru 50 ribu mobil di Jerman yang berhasil diperbaiki. Sedangkan di Amerika Serikat, mereka masih menanti pabrikan asal Jerman tersebut memulai memperbaiki atau
buyback sekitar 500 ribu kendaraan yang dilengkapi dengan
software yang dimanipulasi.
Skandal Dieselgate terungkap pada September 2015 ketika lembaga pelindungan lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA) di Amerika Serikat, mendapati mesin diesel VW menggunakan
software khusus. Temuan EPA menyebutkan, terdapat perangkat lunak (
software) pengecoh kadar emisi di mobil-mobil diesel produksi Volkswagen sejak 2008.
Beberapa fakta ditemukannya skandal
software pengecoh uji emisi ini, telah diakui pihak pabrikan asal Jerman itu. Seperti perangkat ini hanya diaktifkan selama tes emisi, dan tes tersebut hanya berhubungan dengan emisi partikulat bukan gas rumah kaca. Volkswagen mengatakan 5 juta mobil terpengaruh termasuk Golf, Beetle, Jetta dan Passat yang diproduksi sejak 2009.
Awalnya sekitar 11 juta mobil tercatat harus di
-recall lantaran
software khusus tersebut. Kerugian yang diderita mencapai Rp 51,9 triliun akibat skandal emisi mesin diesel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)