Mengenal Carlos Ghosn, Tangan Dingin Dibalik Kebangkitan Nissan
Carlos Ghosn sudah bertahun-tahun mengisi bangku strategis untuk Renult, Nissan, dan aliansi Renult-Nissan-Mitsubishi. AFP Photo/Joel Saget
Yokohama: Carlos Ghosn bukanlah nama yang asing di dunia otomotif selama satu dekade lebih. Sayangnya, portofolio cemerlangnya di dunia otomotif harus tercoreng karena skandal finansial yang menderanya baru-baru ini.

Lantas seberapa berpengaruhnya Ghosn di Nissan dan dunia otomotif? Mengingat dia saat ini merupakan Chairman & CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Pria keturunan Lebanon dan Brazil ini memulai karirnya di pabrikan otomotif sejak bergabung dengan Renault pada 1996. Saat bergabung, dia memulai karirnya sebagai Vice President yang menangani sejumlah hal-hal operasional.

Bahkan selama menjabat sebagai Vice President, dia mendapatkan julukan sebagai Le Cost Killer untuk membangkitkan kembali Renault. Ghosn melakukan sejumlah pemotongan di berbagai aspek, sehingga Renault bisa bangkit.


Kemudian di 1999, dia pindah ke Nissan karena Renault membeli 36,8 persen Nissan dan menjadi aliansi Renult-Nissan. Di sini Ghosn langsung menduduki posisi penting yakni chief of officer di Juni 1999, President di Juni 2000, dan Chief Executive officer di Juni 2001.

Ketika menjadi bos besar brand asal Jepang itu, Ghosn dihadapkan ke kondisi sulit. Pabrikan asal Jepang ini diketahui tunggakan hingga USD20 miliar. Bahkan hanya 3 dari 46 model yang ditawarkan di pasar Jepang yang bisa menghasilkan uang.

Tangan dingin Ghosn kembali menunjukan tuahnya, dan hasilnya Nissan bisa kembali menghasilkan uang. Bahkan sekarang ini, Nissan Leaf merupakan salah satu mobil listrik terlaris di pasar global.

Selain itu di Oktober 2016, Nissan bahkan sempat membeli 34 persen saham Mitsubishi Motors. Membuat aliansi Renault-Nissan ketambahan anggota baru yakni Mitsubishi. Tercatat sekarang ini aliansi ketiganya membuatnya menjadi salah satu group otomotif terbesar, bersanding dengan Toyota, Volkswagen AG, dan General Motors Co.

Akhirnya di Februari 2017, Ghosn mengumumkan mundur sebagai CEO Nissan dan digantikan oleh Hiroto Saikawa. Hanya saja dia tetap menjabat sebagai Chairman Nissan dan Chairman & CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Kini catatan emas Ghosn harus tercoreng karena melakukan tindak pidana keuangan berdasarkan hukum Jepang. Berdasarkan penyelidikan, ditemukan selama bertahun-tahun, Ghosn maupun Representative Director Nissan, Greg Kelly, telah melaporkan jumlah kompensasi yang kurang dari jumlah sesungguhnya di laporan sekuritas Tokyo Stock Exchange dengan tujuan mengurangi jumlah kompensasi Ghosn yang diungkapkan.

Selain itu, terkait dengan Ghosn, terdapat sejumlah pelanggaran lainnya yang terungkap, antara lain penggunaan aset perusahaan untuk kepentingan pribadinya. Selain itu keterlibatan Kelly dalam hal ini juga telah terkonfirmasi.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id