Karawang: PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) berkolaborasi dengan PT Metalindo Teknik Utama (MTU) untuk menghadirkan kendaraan niaga yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi kuat antara APM dan karoseri dalam melahirkan dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, hingga kendaraan operasional khusus lainnya.
Kendaraan-kendaraan niaga tersebut membutuhkan proses teknis yang melibatkan integrasi antara sasis dan bodi kendaraan agar mampu bekerja secara optimal sesuai kebutuhan.
Untuk mendukung proses tersebut, tim Body Builder Advisor (BBA) DCVI secara khusus mendampingi pembangunan kendaraan bersama karoseri, mulai dari tahap perencanaan hingga kendaraan siap digunakan di lapangan.
Peran BBA ini menjadi bagian penting dalam memastikan kendaraan yang dibangun memenuhi standar keselamatan, kualitas, dan performa Truk Mercedes-Benz, sekaligus mampu menjawab kebutuhan operasional konsumen yang semakin beragam.
Corporate Communication & Public Relations PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Ferdiansyah menjelaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan pengalaman 130 tahun Daimler Truck dalam menghadirkan kendaraan niaga di berbagai belahan dunia.
Baca Juga :
Sejarah Truk Mercedes-Benz, Mulai dari Mesin 1.000 cc
“Kami sadar bahwa kendaraan niaga tidak pernah berdiri sendiri. Keberhasilannya selalu ditentukan oleh kolaborasi banyak pihak, mulai dari tim internal, diler, karoseri, hingga konsumen yang mengoperasikannya setiap hari. Filosofi tersebut yang terus kami terapkan di Indonesia melalui kolaborasi bersama karoseri nasional,” ujar Ferdiansyah.
Truck Body Builder Advisor DCVI, Hendro Sembodo, menjelaskan bahwa keterlibatan BBA dimulai sejak tahap awal pengembangan kendaraan.
“Setiap aplikasi kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami terlibat sejak tahap awal untuk melalukan pratinjau desain, distribusi beban, titik pemasangan body, hingga karakteristik operasional kendaraan yang diinginkan,” tutur Hendro.
Ia menambahkan, pendampingan ini bertujuan untuk memastikan integrasi antara sasis dan body dapat berjalan baik sesuai standar teknis Mercedes-Benz truck. “Pada aplikasi seperti dump truk dan logging truk, misalnya, kendaraan menghadapi tantangan operasional yang berbeda dengan penggunaan di jalan raya pada umumnya,” tambahnya.
Portofolio MTU
Sebagai salah satu karoseri nasional yang berfokus pada pengembangan solusi kendaraan niaga untuk aplikasi on-road maupun off-road, PT Metalindo Teknik Utama (MTU) menghadirkan berbagai aplikasi kendaraan untuk sektor industri Indonesia.
Portofolio MTU mencakup dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, lube truck, lowbed trailer, box truck, hingga berbagai kendaraan khusus lainnya. MTU juga didukung fasilitas produksi seluas empat hektar dengan kapasitas produksi hingga 1.500 unit per tahun.
Direktur MTU, Syarifuddin Tangka, mengatakan bahwa kebutuhan pelanggan saat ini semakin spesifik dan membutuhkan solusi kendaraan yang semakin andal.
“Karena itu kolaborasi teknis dengan DCVI menjadi sangat penting. Dukungan yang diberikan melalui tim BBA membantu memastikan kendaraan yang kami bangun dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mempertahankan standar kualitas, keselamatan, dan performa yang dibutuhkan,” paparnya.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap mengenai proses tersebut, DCVI mengajak sejumlah media nasional mengunjungi fasilitas produksi MTU di Karawang untuk melihat proses produksi kendaraan niaga.
Karawang: PT
Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) berkolaborasi dengan PT Metalindo Teknik Utama (MTU) untuk menghadirkan kendaraan niaga yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi kuat antara APM dan
karoseri dalam melahirkan dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, hingga kendaraan operasional khusus lainnya.
Kendaraan-kendaraan niaga tersebut membutuhkan proses teknis yang melibatkan integrasi antara sasis dan bodi kendaraan agar mampu bekerja secara optimal sesuai kebutuhan.
Untuk mendukung proses tersebut, tim Body Builder Advisor (BBA) DCVI secara khusus mendampingi pembangunan kendaraan bersama karoseri, mulai dari tahap perencanaan hingga kendaraan siap digunakan di lapangan.
Peran BBA ini menjadi bagian penting dalam memastikan kendaraan yang dibangun memenuhi standar keselamatan, kualitas, dan performa Truk Mercedes-Benz, sekaligus mampu menjawab kebutuhan operasional konsumen yang semakin beragam.
Corporate Communication & Public Relations PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Ferdiansyah menjelaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan pengalaman 130 tahun Daimler Truck dalam menghadirkan kendaraan niaga di berbagai belahan dunia.
“Kami sadar bahwa kendaraan niaga tidak pernah berdiri sendiri. Keberhasilannya selalu ditentukan oleh kolaborasi banyak pihak, mulai dari tim internal, diler, karoseri, hingga konsumen yang mengoperasikannya setiap hari. Filosofi tersebut yang terus kami terapkan di Indonesia melalui kolaborasi bersama karoseri nasional,” ujar Ferdiansyah.
Truck Body Builder Advisor DCVI, Hendro Sembodo, menjelaskan bahwa keterlibatan BBA dimulai sejak tahap awal pengembangan kendaraan.
“Setiap aplikasi kendaraan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami terlibat sejak tahap awal untuk melalukan pratinjau desain, distribusi beban, titik pemasangan body, hingga karakteristik operasional kendaraan yang diinginkan,” tutur Hendro.
Ia menambahkan, pendampingan ini bertujuan untuk memastikan integrasi antara sasis dan body dapat berjalan baik sesuai standar teknis Mercedes-Benz truck. “Pada aplikasi seperti dump truk dan logging truk, misalnya, kendaraan menghadapi tantangan operasional yang berbeda dengan penggunaan di jalan raya pada umumnya,” tambahnya.
Portofolio MTU
Sebagai salah satu karoseri nasional yang berfokus pada pengembangan solusi kendaraan niaga untuk aplikasi on-road maupun off-road, PT Metalindo Teknik Utama (MTU) menghadirkan berbagai aplikasi kendaraan untuk sektor industri Indonesia.
Portofolio MTU mencakup dump truck, logging truck, water truck, fuel truck, lube truck, lowbed trailer, box truck, hingga berbagai kendaraan khusus lainnya. MTU juga didukung fasilitas produksi seluas empat hektar dengan kapasitas produksi hingga 1.500 unit per tahun.
Direktur MTU, Syarifuddin Tangka, mengatakan bahwa kebutuhan pelanggan saat ini semakin spesifik dan membutuhkan solusi kendaraan yang semakin andal.
“Karena itu kolaborasi teknis dengan DCVI menjadi sangat penting. Dukungan yang diberikan melalui tim BBA membantu memastikan kendaraan yang kami bangun dapat memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus mempertahankan standar kualitas, keselamatan, dan performa yang dibutuhkan,” paparnya.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap mengenai proses tersebut, DCVI mengajak sejumlah media nasional mengunjungi fasilitas produksi MTU di Karawang untuk melihat proses produksi kendaraan niaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)