Karawang: Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) mewisuda 76 mahasiswa pada 2026, terdiri atas 44 lulusan Diploma Dua (D2) Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat (TOPKR4) dan 32 lulusan Diploma Satu (D1) Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO).
Program pendidikan vokasi inisiatif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri otomotif nasional.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, Kurikulum AKTI dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan agar lulusan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja. Pendidikan vokasi ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan TMMIN untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
“Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional. Melalui AKTI, kami menanamkan fondasi bagi lahirnya talenta-talenta yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar dan budaya kerja industri. Kami percaya, investasi pada manusia hari ini akan menjadi kekuatan bagi industri di masa depan,” ucap Nandi Julyanto melalui keterangan resminya.
Toyota Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Industri Otomotif
Pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi kebutuhan tenaga kerja di tengah perubahan teknologi dan tuntutan produktivitas industri.
Baca Juga :
Harga Toyota Camry V 2015 Bekas, Mulai Rp150 Jutaan
Bonus demografi menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengembangkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan industri dalam pendidikan dinilai dapat memperkuat keselarasan antara kurikulum pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Melalui AKTI, perusahaan berupaya mempertemukan potensi generasi muda dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki banyak anak muda dengan potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama, membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui people development, termasuk AKTI, TMMIN berupaya memperkuat link and match antara pendidikan dan industri agar generasi muda lebih siap memasuki dunia kerja dan terus berkembang,” tutur Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana.
AKTI Luluskan 429 Mahasiswa, 342 Alumni Bekerja di Industri
Sejak resmi berdiri pada 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan 429 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 326 alumni bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
Dengan demikian, total 342 alumni AKTI telah berkarier di lingkungan industri tersebut. Sejumlah alumni juga memperoleh kesempatan mengembangkan karier melalui penugasan di luar negeri, termasuk Filipina, Thailand, Malaysia, hingga Jepang.
Baca Juga :
Harga Mobil Toyota Rp100 Jutaan OTR Jakarta, Cuma Ada Satu Model
Salah satu alumni yang mengembangkan karier di TMMIN adalah Muhammad Safiq, lulusan Angkatan 1 Program Teknik Pemeliharaan Mesin dan Otomasi (TPMO). Ia kini dipercaya menjadi Team Leader di Engine Plant Sunter TMMIN.
“Bagi saya, AKTI bukan hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus belajar. Bekal tersebut saya bawa ketika memulai karier sebagai Maintenance Technician hingga akhirnya dipercaya menjadi Team Leader. AKTI menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk saya untuk terus berkembang di dunia kerja,” ujar Safiq.
Karawang: Akademi Komunitas
Toyota Indonesia (AKTI) mewisuda 76 mahasiswa pada 2026, terdiri atas 44 lulusan Diploma Dua (D2) Tata Operasi Perakitan Kendaraan Roda Empat (TOPKR4) dan 32 lulusan Diploma Satu (D1)
Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi (TPMO).
Program pendidikan vokasi inisiatif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri otomotif nasional.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, Kurikulum AKTI dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan agar lulusan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja. Pendidikan vokasi ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan TMMIN untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
“Bagi TMMIN, membangun kualitas SDM bukanlah sebuah program jangka pendek, melainkan investasi untuk memastikan keberlanjutan industri otomotif nasional. Melalui AKTI, kami menanamkan fondasi bagi lahirnya talenta-talenta yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memahami standar dan budaya kerja industri. Kami percaya, investasi pada manusia hari ini akan menjadi kekuatan bagi industri di masa depan,” ucap Nandi Julyanto melalui keterangan resminya.
Toyota Perkuat Pendidikan Vokasi untuk Industri Otomotif
Pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi kebutuhan tenaga kerja di tengah perubahan teknologi dan tuntutan produktivitas industri.
Bonus demografi menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengembangkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan industri dalam pendidikan dinilai dapat memperkuat keselarasan antara kurikulum pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Melalui AKTI, perusahaan berupaya mempertemukan potensi generasi muda dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki banyak anak muda dengan potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, pendidikan dan industri perlu berjalan senada dan seirama, membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui people development, termasuk AKTI, TMMIN berupaya memperkuat link and match antara pendidikan dan industri agar generasi muda lebih siap memasuki dunia kerja dan terus berkembang,” tutur Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana.
AKTI Luluskan 429 Mahasiswa, 342 Alumni Bekerja di Industri
Sejak resmi berdiri pada 27 Oktober 2015, AKTI telah meluluskan 429 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 326 alumni bekerja di TMMIN dan 16 perusahaan pemasok dalam rantai pasok Toyota Indonesia.
Dengan demikian, total 342 alumni AKTI telah berkarier di lingkungan industri tersebut. Sejumlah alumni juga memperoleh kesempatan mengembangkan karier melalui penugasan di luar negeri, termasuk Filipina, Thailand, Malaysia, hingga Jepang.
Salah satu alumni yang mengembangkan karier di TMMIN adalah Muhammad Safiq, lulusan Angkatan 1 Program Teknik Pemeliharaan Mesin dan Otomasi (TPMO). Ia kini dipercaya menjadi Team Leader di Engine Plant Sunter TMMIN.
“Bagi saya, AKTI bukan hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus belajar. Bekal tersebut saya bawa ketika memulai karier sebagai Maintenance Technician hingga akhirnya dipercaya menjadi Team Leader. AKTI menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk saya untuk terus berkembang di dunia kerja,” ujar Safiq.
(UDA)