Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, membeberkan saat ini mereka harus mempelajari kondisi di Australia, khususnya mengenai regulasi. DFSK
Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, membeberkan saat ini mereka harus mempelajari kondisi di Australia, khususnya mengenai regulasi. DFSK

Peluang Ekspor ke Australia, Segmen SUV Punya Potensi Besar

Otomotif industri otomotif DFSK IIMS 2019
Ekawan Raharja • 07 Mei 2019 16:29
Jakarta: Pemerintah Indonesia terus mendorong industri otomotif untuk melakukan ekspansi pasar ke Australia. Sejumlah produsen mobil yang ada di Indonesia terus didorong untuk bisa memasarkan mobil produksinya ke negeri asal Kanguru tersebut.
 
Beberapa pabrikan Tiongkok seperti DFSK sebagai salah satu merek yang melakukan produksi mobil di Indonesia juga melihat peluang dan siap untuk memenuhi kebutuhan mobil di Australia. Hanya saja Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, membeberkan, saat ini mereka harus mempelajari kondisi di Australia, khususnya mengenai regulasi.
 
"Kami sudah melakukan ekspor ke Jerman dengan homologisi dan peraturan emisi yang ketat. Kalau secara regulasi kami yakin bisa melewatinya (Australia)," ungkap Franz Wang di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih peluang mereka di pasar Australia cukup menguntungkan mengingat pasar terbesar di sana adalah model sport utility vehicle (SUV). Sedangkan pabrik merek ini di Indonesia memproduksi Glory 560 dan Glory 580 yang keduanya merupakan model SUV.
 
Dikutip dari Autoguide, selama 2016, Australia melihat bayi baru lahir setiap 1 menit dan 41 detik. Sementara SUV baru terjual setiap 1 menit dan 10 detik, berarti untuk pertama kalinya, SUV telah melampaui penjualan sedan di Australia pada tahun kemarin.
 
Sepuluh tahun yang lalu, SUV hanya mewakili 20 persen pasar Australia, dengan 171.000 kendaraan utilitas yang terjual. Dan mobil yang saat itu menguasai jalan-jalan Australia adalah sedan bermesin V8 seperti Holden Commodore dan Ford Falcon.
 
Namun akhir 2016, orang Australia telah memborong 441.000 SUV, yang secara efektif melipatgandakan ukuran segmen dan menyumbang hampir 40 persen dari semua mobil yang terjual di bawahnya.
 
"Glory 580 itu untuk pasar yang lebih premium, dan Glory 560 itu menjaring pasar yang lebih banyak. Kita pelajari lebih lanjut," pungkasnya.
 
Posisi Indonesia untuk melakukan ekspor kendaraan ke Australia juga semakin terbuka lebar seiring dengan rampungnya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). IA-CEPA diteken oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham.
 
Ekspor Indonesia akan meningkat ke Australia lantaran komitmen Australia untuk mengeliminasi bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi nol persen. Beberapa produk Indonesia yang berpotensi untuk ditingkatkan ekspornya, antara lain produk otomotif khususnya mobil listrik dan hybrid, kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, serta peralatan elektronika.
 
Beberapa pabrikan juga sempat melirik pasar Australia untuk kelas yang berbeda, seperti Toyota untuk kelas sedan. Namun semuanya masih dalam tahap proses.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif