Lalu lintas di DKI Jakarta yang pekat dengan polusi udara. MI/Susanto
Lalu lintas di DKI Jakarta yang pekat dengan polusi udara. MI/Susanto

Perilaku Pengemudi Tepat, Bisa Kurangi Kualitas Udara Buruk

Otomotif safety driving polusi udara
M. Bagus Rachmanto • 24 Oktober 2019 10:07
Jakarta: Kendaraan bermotor dianggap menjadi salah satu penyumbang polusi udara di sejumlah kota besar, tak terkecuali di kota besar seperi Jakarta.
 
Berdasarkan data Indeks kualitas udara (Air Quality Index/ AQI), Jakarta yang notaben selalu dipenuhi kendaraan bermotor setiap harinya, masuk lima besar sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia.
 
Urusan mengatasi masalah tersebut pada dasarnya menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Sebab, setiap pemilik kendaraan menyumbang emisi gas buang yang menyebabkan menurunnya kualitas udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika memang tak bisa membuat udara menjadi lebih baik, setidaknya tidak menyumbangkan udara buruk sehingga menjadi polusi udara. Untuk itu Mobil88 berbagi tip untuk mengurangi polusi udara yang bisa dimulai diri sendiri.
 
Pertama, saat sedang parkir ada baiknya mematikan mesin mobil. Jika dibiarkan terus menyala, bukan tak mungkin suplai bahan bakar minyak (BBM) ke ruang bakar tetap aktif sehingga menghasilkan emisi. Jika mesin mobil mati, korelasinya adalah penggunaan BBM berkurang.
 
Kedua, tidak perlu memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi maka membutuhkan lebih banyak BBM. Sebaliknya, jika kecepatan mobil sangat stabil, konsumsi BBM akan lebih hemat
 
Ketiga, gunakan kendaraan hemat energi. Ada baiknya jika perjalanan yang ditempuh cukup pendek Anda bisa menggunakan transportasi umum. Dengan menggunakan transportasi umum, maka meminimalisir biaya sebuah kendaraan untuk menggunakan BBM.
 
Keempat, rajin melakukan perawatan atau servis rutin untuk memastikan kondisi mobil dalam keadaan baik atau buruk. Apabila kondisi mobil prima dipastikan semua operasional komponen mesin bekerja dengan baik, termasuk ketika proses pembakaran yang lebih optimal.
 
Kelima, cek tekanan udara ban. Perlu diingat tekanan angin ban yang kurang membuat mesin bekerja lebih keras. Jika mesin harus bekerja ekstra, maka mobil membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.
 
Keenam, pilih mobil yang tepat. Ketika hendak membeli mobil ada baiknya mencari tahu sebanyak mungkin tentang mobil yang Anda inginkan, termasuk soal konsumsi bahan bakar yang kini mulai jadi konsen pencari mobil. Pastikan unit mobil yang Anda beli masih sehat dan juga kondisinya prima. Selain itu, mobil yang dijual juga memiliki dokumen yang sah dan lengkap, mulai dari nomor rangka dan mesin yang sesuai STNK.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif