Rio dan Rian sanggup dominasi jalannya balapan di beberapa kelas. Istimewa
Rio dan Rian sanggup dominasi jalannya balapan di beberapa kelas. Istimewa

Rio dan Rian Kian Eksis di Podium Balap Mobil ISSOM

Otomotif balap mobil pembalap nasional
Ahmad Garuda • 11 Juli 2019 20:12
Bogor: Penampilan duo pembalap kakak beradik dari tim B16 AP Speed yakni Rio Bramantio dan Rian Risky patut diacungi dua jempol. Berlaga di putaran ke-2 Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2019 yang berlangsung Minggu (7/7/2019) di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, keduanya menyumbang nyaris satu lusin trophy dalam satu seri balapan.
 
Rio tampil di beberapa kelas dengan dua kendaraan yakni Honda Estilo dan Brio. Adapun pencapaiannya antara lain Podium 1 di JSTC Overall, Podium 1 di kelas JSTC 2B, Podium ke-3 di kelas Honda Brio Speed Challenge promotion, Podium 1 di kelas STCR 1 B1, dan Podium 2 di kelas Indonesia Retro Race Super Retro.
 
Sedangkan Rian tak kalah mentereng. Rian yang merupakan sang adik, menyumbang trophy juara pertama kelas JSTC 1A (1600cc), podium pertama kelas STCR 2 1600 serta podium kedua kategori overall STCR 2. Tambahan trophy lainnya disumbang Rian lewat podium ke 2 di ITCR MAX rising star class dengan tunggangan All New Toyota Yaris. Jika ditotal kedua pembalap ini menggondol 10 trophy termasuk trophy best team manager.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rio dan Rian Kian Eksis di Podium Balap Mobil ISSOM
 
"Di seri 2 ISSOM 2019 saya dan adik meraih banyak podium. Untuk saya sendiri mengikuti kelas JSTC 2B dan mendapat juara pertama. Lalu di kelas STCR 1, lawan-lawanya cukup berat seperti mobil-mobil BMW dengan cc 3000-3500 serta Porsche dan Alhamdulillah secara overall juga dapat podium pertama," terang Rio Bramantio.
 
Penggemar basket ini menambahkan, dirinya masih penasaran khususnya untuk kelas balapan yang menggunakan Honda Brio. Menurutnya, jika persiapan dilakukan lebih matang, ia bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di kelas HBSC dan ITCC 1200 Brio.
 
"Di balapan ITCC Brio 1200, saya sempat melintir. Masih butuh adaptasi dengan Brio, karena speknya standar. Mungkin nanti saya akan mencari waktu latihan untuk adaptasi lagi dengan Honda Brio," beber Rio.
 
"Memang untuk yang Brio kendalanya saya minim kesempatan latihan. Seri ini saja sangat minim persiapan. Kita baru berangkat langsung dari Surabaya Sabtu pagi, dan setelah race (Minggu) kembali lagi ke Surabaya," tegasnya.
 
Namun begitu, baik Rio, Rian, maupun semua kru tim B16 AP Speed tetap puas dengan hasil ISSOM 2019 seri 2. Pasalnya tim yang dikenal dengan julukan "Estilo Squad" ini memang lebih memfokuskan pada kelas-kelas utama dimana mereka menurunkan amunisi andalan Honda Estilo, seperti JSTC dan STCR.
 
Jika dilihat beberapa pembalap mobil yang diikuti oleh seorang adik dan kakak di Indonesia, memang tidak banyak yang mampu meraih hasil bagus. Jika ini berhasil mereka pertahankan, tentu ini jadi modal besar untuk dilirik tim pabrikan dengan konfigurasi pembalap bersaudara.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif