medcom.id, Jakarta: Mobil-mobil penumpang yang dijual di Indonesia pada saat ini rata-rata menggunakan sasis monokok. Jadi, kerangka mobil menjadi kesatuan dengan bodi.
Keunggulan mobil bersasis monokok adalah lebih nyaman, stabil, dan tidak kaku karena rangka menyatu dengan bodi. "Itulah kenapa mobil sasis monokok lebih cocok sebagai mobil penumpang," kata Trainer Nissan College PT Nissan Motor Indonesia, Sugihendi kepada Metrotvnews.com, beberapa waktu lalu.
Rangka tipe ini sudah tidak menggunakan sasis batang lagi. Melainkan menggabungkan setiap komponen bodi mobil sehingga dapat menopang mesin, kopling, transmisi, dan diferensial. Selain itu, kompartemen penumpang lebih kuat karena ada bagian depan dan belakang yang menyerap benturan (crumple zone).
(Sasis monokok (warna biru) menyatu dengan bodi)
Lalu apa bedanya dengan mobil dengan ladder frame yang menempatkan bodi di atas sasis?
Sasis ini terpisah dengan bodi dan berbentuk mirip seperti anak tangga. Desain sasis ladder juga lebih mudah diganti (facelift) karena tak harus mengubah rangka. Konstruksi sasis tangga mempunyai keunggulan dalam membawa beban lebih.
(sasis seperti anak tangga)
"Kebanyakan yang pakai sasis jenis ini adalah kendaraan niaga seperti bus dan truk yang memang untuk membawa beban berat. Cirinya mobil dengan sasis ini pasti terlihat tinggi," lanjutnya.
Sasis ladder juga juga sering dipakai di MPV, SUV, serta model jeep. Atas dasar punya keunggulan dalam membawa beban lebih dan space kabin lebih besar, sasis ladder juga digunakan oleh Innova.
Menurut Sugihendi, sasis ladder memang tangguh untuk membawa beban atau melewati medan jelek. "Tapi sasis monokok lebih unggul untuk mobil penumpang murni," tutupnya.
medcom.id, Jakarta: Mobil-mobil penumpang yang dijual di Indonesia pada saat ini rata-rata menggunakan sasis monokok. Jadi, kerangka mobil menjadi kesatuan dengan bodi.
Keunggulan mobil bersasis monokok adalah lebih nyaman, stabil, dan tidak kaku karena rangka menyatu dengan bodi. "Itulah kenapa mobil sasis monokok lebih cocok sebagai mobil penumpang," kata Trainer Nissan College PT Nissan Motor Indonesia, Sugihendi kepada
Metrotvnews.com, beberapa waktu lalu.
Rangka tipe ini sudah tidak menggunakan sasis batang lagi. Melainkan menggabungkan setiap komponen bodi mobil sehingga dapat menopang mesin, kopling, transmisi, dan diferensial. Selain itu, kompartemen penumpang lebih kuat karena ada bagian depan dan belakang yang menyerap benturan (crumple zone).

(
Sasis monokok (warna biru) menyatu dengan bodi)
Lalu apa bedanya dengan mobil dengan ladder frame yang menempatkan bodi di atas sasis?
Sasis ini terpisah dengan bodi dan berbentuk mirip seperti anak tangga. Desain sasis ladder juga lebih mudah diganti (facelift) karena tak harus mengubah rangka. Konstruksi sasis tangga mempunyai keunggulan dalam membawa beban lebih.

(sasis seperti anak tangga)
"Kebanyakan yang pakai sasis jenis ini adalah kendaraan niaga seperti bus dan truk yang memang untuk membawa beban berat. Cirinya mobil dengan sasis ini pasti terlihat tinggi," lanjutnya.
Sasis ladder juga juga sering dipakai di MPV, SUV, serta model jeep. Atas dasar punya keunggulan dalam membawa beban lebih dan space kabin lebih besar, sasis ladder juga digunakan oleh Innova.
Menurut Sugihendi, sasis ladder memang tangguh untuk membawa beban atau melewati medan jelek. "Tapi sasis monokok lebih unggul untuk mobil penumpang murni," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)