Donald Trump memanggil  petinggi Ford, General Motor (GM), dan Fiat Chrysler Automobile (FCA) ke gedung putih pada Selasa 24 Januari
Donald Trump memanggil petinggi Ford, General Motor (GM), dan Fiat Chrysler Automobile (FCA) ke gedung putih pada Selasa 24 Januari

Industri Otomotif AS Tunggu Kebijakan Konkret Trump

Hilman Haris • 26 Januari 2017 17:50
medcom.id: Presiden ke-45 Amerika Serikat, Donald Trump memanggil  petinggi Ford, General Motor (GM), dan Fiat Chrysler Automobile (FCA) ke gedung putih pada Selasa 24 Januari. Presiden ke-45 Amerika Serikat itu diyakini sengaja mengadakan pertemuan agar ketiga pabrikan tersebut mau meningkatkan produksi pada 2017.
 
Selain itu, Trump juga dikabarkan meminta kepada Chief Executive FCA Sergio Marchionne, CEO Ford Fields dan CEO GM Mary Barra untuk membangun pabrik baru di AS. Sebagai imbalannya, Trump bakal memberikan kemudahan berupa potongan pajak. 
 
Baca juga: Buntut 'Ancaman' Trump, Toyota Tambah Investasinya

Kepala Asosiasi Produsen Kendaraan AS, Matt Blunt, meyakini pemerintahan rezim Trump punya niat baik untuk industri otomotif di negeri Paman Sam. Blunt merasa Trump bakal memberikan kebijakan dagang dalam negeri yang bertujuan membantu Negeri Paman Sam lebih kompetitif dan kuat dengan merakit kendaraan di AS.
 
Meski begitu, pertemuan yang dibuat Trump tetap dipandang secara skeptis oleh sebagian orang. Publik dan pengamat merasa Trump melakukan intervensi kepada sebuah perusahaan otomotif yang ujungnya berakhir dengan jargon beli barang AS dan pekerjakan warga AS.
 
Di dalam pertemuan selama beberapa jam tersebut, para pengusaha otomotif AS mengangkat berbagai kebijakan yang dinilai membatasi. Seperti aturan soal efisiensi bahan bakar, rambu-rambu perdagangan, teknologi otonom, mobil listrik dan sebagainya.
 
Baca juga: Trump Dorong Industri Otomotif AS Tingkatkan Produksi
 
"Trump tidak menjelaskan secara detail kebijakan mana yang akan dilonggarkan. Meski begitu, Trump tetap berdiskusi dan meminta para produsen mengembangkan mobil otonom dan listrik," kata Marchionne kepada Fortune.
 
Melihat penjualan kendaraan di AS yang belakangan cenderung seret, maka membuka pabrik di luar negeri merupakan salah satu cara menekan harga jual. Di sini lain membuka pabrik di AS membutuhkan investasi sedikitnya USD 1 milyar dan itu pun baru bisa beroperasi paling cepat tiga tahun ke depan.  
 
"Kebijakan konkret dari Presiden Trump sangat dinanti, agar kami bisa benar-benar mempertimbangkan lebih baik membangun pabrik di dalam atau di luar negeri," kata Sam Fiorani, vice presiden AutoForecast Solutions.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan