Bila volumenya sudah menipis, jangan ditunda untuk segera melakukan pengisian ulang, karena akan sangat merugikan saat dibutuhkan, ternyata cairannya sudah habis. Bosch
Bila volumenya sudah menipis, jangan ditunda untuk segera melakukan pengisian ulang, karena akan sangat merugikan saat dibutuhkan, ternyata cairannya sudah habis. Bosch

Jangan Abaikan Cairan Washer untuk Mobil

Otomotif perawatan kendaraan tips knowledge
Ekawan Raharja • 30 Juni 2019 08:40
Jakarta: Cuaca yang tak menentu dengan guyuran hujan membuat pengemudi harus ekstra waspada selama perjalanan. Selain harus memastikan kondisi wiper siap digunakan, ada baiknya juga sekaligus memeriksa mekanisme serta cairannya.
 
Seperti diketahui, agar wiper bekerja maksimal, harus ditunjang dengan cairan pembersih atau wiper fluid. Untuk mengecek ketersediannya bisa langsung menengok kondisi washer tank yang terletak di dalam kap mesin mobil.
 
Bila volumenya sudah menipis, jangan ditunda untuk segera melakukan pengisian ulang, karena akan sangat merugikan saat dibutuhkan, ternyata cairannya sudah habis. Baiknya lagi, sebelum mengisi dibersihkan dulu untuk menghilangkan kotoran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Memang tidak ada aturan kapan harus mengisi ulang, hanya saja pemilik mobil harusnya melakukan pengecekan secara rutin,” ucap Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna, dikutip dari situs resmi Auto2000.
 
Jangan Abaikan Cairan <i>Washer</i> untuk Mobil
 
“Wiper dan cairannya tidak bisa dipisahkan. Pemilik mobil juga tidak boleh sembarang mengisi cairan wiper dengan air sabun atau cairan lainnya,” lanjutnya.
 
Suparna mengingatkan baiknya selalu mengisi dengan wiper fluid yang banyak dijual di dealer resmi, terutama bagi pemilik mobil Toyota.
 
Selain aman dan direkomendasikan, penggunaan cairan tersebut juga terbukti ampuh untuk membersihkan kaca dengan maksimal, serta meminimalisasi adanya risiko kaca yang baret.
 
“Secara fungsi wiper fluid ini memang sudah dibuat untuk membersihkan kaca, jadi selain aman daya membersihkannya juga lebih maksimal,” jelas Suparna.
 
“Seperti diketahui, kotoran di kaca mobil bukan hanya dari debu saja tapi juga asap kendaraan lain yang mengandung minyak, sangat beda dengan cairan wiper biasa apalagi sabun biasa,” tegasnya.
 
Bila sudah terisi, langkah selanjutnya adalah dengan mengecek daya semprot yang dikeluarkan. Bila ternyata lemah atau arah semprot tidak langsung ke kaca, bisa dipastikan ada yang menyumbat pada lubang nozzle-nya.
 
Untuk membersihkan bisa dilakukan sendiri menggunakan peniti dengan cara mencolok langsung ke lubang nozzle tersebut. Bila semburan wiper fluid sudah normal, artinya lubang sudah cukup bersih.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif