Jakarta: Toyota terus memperkuat aktivitas industrinya di Indonesia, mulai dari investasi, produksi kendaraan, hingga pengembangan kendaraan elektrifikasi. Hingga kini, investasi Toyota di Indonesia diklaim telah mencapai lebih dari Rp100 triliun.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di dalam negeri. Tingkat kandungan lokal kendaraan tersebut berada di kisaran 70–80%.
“Sampai hari ini, Toyota telah berinvestasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia. Sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal sekitar 70–80%,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma di Astra Media Day 2026, Rabu (23/9).
Ia menambahkan, produk Toyota produksi Indonesia telah diekspor ke lebih dari 100 negara, dengan lebih dari 360 ribu tenaga kerja lokal terlibat dalam ekosistem tersebut.
“Melalui pengembangan industri yang berkelanjutan, kemampuan engineering dan manufacturing terus berkembang, kompetensi tenaga kerja semakin kuat, serta value chain lokal semakin meningkatkan kualitas dan daya saingnya,” lanjut Bansar.
Penjualan terus tumbuh
Di tengah persaingan pasar otomotif dan semakin beragamnya pilihan teknologi kendaraan, Toyota mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang Januari-Agustus 2026.
Baca Juga :
Biaya Pajak Tahunan Toyota Innova Zenix Q Hybrid
Toyota membukukan wholesales lebih dari 175 ribu unit pada periode tersebut atau tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus mempertahankan posisi Toyota di pasar otomotif nasional.
Pertumbuhan juga terjadi pada kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus. Penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai lebih dari 38 ribu unit atau meningkat 86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada ajang GIIAS 2026, lebih dari 56% surat pemesanan kendaraan (SPK) Toyota berasal dari model elektrifikasi. Salah satu model yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut adalah New Veloz Hybrid EV.
Perluas pilihan Hybrid EV
Toyota menerapkan strategi Multi-Pathway dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi. Strategi tersebut mencakup berbagai teknologi kendaraan untuk mendukung transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Toyota menilai setiap teknologi elektrifikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Setelah Kijang Innova Zenix Hybrid EV diperkenalkan pada 2022, Toyota memperluas pilihan kendaraan melalui New Veloz Hybrid EV yang mulai dipasarkan pada Februari 2026.
“Bersama Zenix Hybrid EV, Yaris Cross Hybrid EV, dan Veloz Hybrid EV, Toyota terus memperkuat kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Elektrifikasi bukan hanya tentang menghadirkan produk, tetapi juga membangun kapabilitas industri agar Indonesia mampu menghasilkan kendaraan elektrifikasi berstandar global,” ungkapnya.
Selain teknologi Hybrid EV, Toyota juga memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi melalui Battery EV. Sementara untuk kebutuhan kendaraan komersial, Toyota menghadirkan Hilux Series, termasuk New Generation Hilux dengan mesin diesel 4x4 serta pilihan Battery EV.
New Generation Hilux. dok tam
Maksimalkan layanan purna jual
Toyota juga mengembangkan layanan penjualan dan purnajual untuk mendukung pengalaman kepemilikan kendaraan. Layanan tersebut didukung jaringan dealer, bengkel, serta rantai nilai Grup Astra.
Layanan mencakup berbagai tahapan, termasuk kebutuhan konsumen ketika memasuki fase kepemilikan berikutnya melalui layanan trade-in dan kendaraan bekas dengan standar Toyota.
Jakarta:
Toyota terus memperkuat aktivitas industrinya di Indonesia, mulai dari investasi, produksi kendaraan, hingga pengembangan kendaraan elektrifikasi. Hingga kini, investasi Toyota di Indonesia diklaim telah mencapai lebih dari Rp100 triliun.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengatakan, sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di dalam negeri. Tingkat kandungan lokal kendaraan tersebut berada di kisaran 70–80%.
“Sampai hari ini, Toyota telah berinvestasi lebih dari Rp100 triliun di Indonesia. Sekitar 90% kendaraan Toyota yang dipasarkan diproduksi di dalam negeri dengan kandungan lokal sekitar 70–80%,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma di Astra Media Day 2026, Rabu (23/9).
Ia menambahkan, produk Toyota produksi Indonesia telah diekspor ke lebih dari 100 negara, dengan lebih dari 360 ribu tenaga kerja lokal terlibat dalam ekosistem tersebut.
“Melalui pengembangan industri yang berkelanjutan, kemampuan engineering dan manufacturing terus berkembang, kompetensi tenaga kerja semakin kuat, serta value chain lokal semakin meningkatkan kualitas dan daya saingnya,” lanjut Bansar.
Penjualan terus tumbuh
Di tengah persaingan pasar otomotif dan semakin beragamnya pilihan teknologi kendaraan, Toyota mencatat pertumbuhan penjualan sepanjang Januari-Agustus 2026.
Toyota membukukan wholesales lebih dari 175 ribu unit pada periode tersebut atau tumbuh 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian itu sekaligus mempertahankan posisi Toyota di pasar otomotif nasional.
Pertumbuhan juga terjadi pada kendaraan elektrifikasi Toyota dan Lexus. Penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai lebih dari 38 ribu unit atau meningkat 86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada ajang GIIAS 2026, lebih dari 56% surat pemesanan kendaraan (SPK) Toyota berasal dari model elektrifikasi. Salah satu model yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut adalah New Veloz Hybrid EV.
Perluas pilihan Hybrid EV
Toyota menerapkan strategi Multi-Pathway dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi. Strategi tersebut mencakup berbagai teknologi kendaraan untuk mendukung transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Toyota menilai setiap teknologi elektrifikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Setelah Kijang Innova Zenix Hybrid EV diperkenalkan pada 2022, Toyota memperluas pilihan kendaraan melalui New Veloz Hybrid EV yang mulai dipasarkan pada Februari 2026.
“Bersama Zenix Hybrid EV, Yaris Cross Hybrid EV, dan Veloz Hybrid EV, Toyota terus memperkuat kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Elektrifikasi bukan hanya tentang menghadirkan produk, tetapi juga membangun kapabilitas industri agar Indonesia mampu menghasilkan kendaraan elektrifikasi berstandar global,” ungkapnya.
Selain teknologi Hybrid EV, Toyota juga memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi melalui Battery EV. Sementara untuk kebutuhan kendaraan komersial, Toyota menghadirkan Hilux Series, termasuk New Generation Hilux dengan mesin diesel 4x4 serta pilihan Battery EV.
New Generation Hilux. dok tam
Maksimalkan layanan purna jual
Toyota juga mengembangkan layanan penjualan dan purnajual untuk mendukung pengalaman kepemilikan kendaraan. Layanan tersebut didukung jaringan dealer, bengkel, serta rantai nilai Grup Astra.
Layanan mencakup berbagai tahapan, termasuk kebutuhan konsumen ketika memasuki fase kepemilikan berikutnya melalui layanan trade-in dan kendaraan bekas dengan standar Toyota.
(PRI)