Neta X di bengkel untuk pengecekan kondisi kendaraan. Neta
Neta X di bengkel untuk pengecekan kondisi kendaraan. Neta

Neta Auto Bakal Diakuisisi, Selamat dari Kebangkrutan?

Ekawan Raharja • 23 September 2026 09:15
Ringkasnya gini..
  • Neta Auto berpeluang bangkit setelah Taiyi Shanglian menyiapkan CNY3 miliar untuk mengambil 70,6 persen saham Hozon.
  • Dana restrukturisasi akan digunakan untuk memulai kembali produksi, membangun rantai pasok, dan mengaktifkan jaringan purnajual Neta.
  • Neta Auto menargetkan penjualan 10.000 unit pada tahun pertama dan kapasitas produksi 300.000 kendaraan per tahun pada tahap berikutnya.
DKI Jakarta: Neta Auto berpeluang kembali beroperasi setelah perusahaan induknya, Hozon New Energy Automobile Company (Hozon), yang tengah menghadapi proses kebangkrutan masuk dalam rencana akuisisi oleh Zhejiang Taiyi Shanglian Enterprise Management Partnership (Taiyi Shanglian).

Investor tersebut menyiapkan dana restrukturisasi sebesar CNY3 miliar atau sekitar US$447 juta untuk mengambil 70,6 persen saham Hozon. Mengutip just-auto, rencana tersebut tercantum dalam 'Draft Reorganization Plan' yang dirilis setelah pertemuan keempat kreditur Hozon yang digelar secara daring pada 11 September.

Taiyi Shanglian merupakan perusahaan manajemen yang dibentuk pada awal tahun ini oleh Zhejiang Shanzi Holdings Company dan Zhejiang Shanzi Yuxu Technology Company.

Berdasarkan rancangan tersebut, dari total dana CNY3 miliar, sekitar CNY1,17 miliar dialokasikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan utang lama.

Dana itu mencakup pembayaran kepada kreditur atas aset yang dipertahankan, biaya kepailitan, serta kebutuhan lain selama proses restrukturisasi. Sementara itu, CNY1,83 miliar akan disuntikkan langsung ke Hozon sebagai modal kerja.

Baca Juga:
Syarat dan Cara Kredit Mobil Listrik


Dana tersebut akan digunakan untuk memulai kembali aktivitas produksi dan penjualan, membangun kembali rantai pasok, mengaktifkan kembali jaringan purnajual, serta mendukung operasional perusahaan sehari-hari. Rencana restrukturisasi juga mencakup penanganan klaim garansi dari sekitar 400.000 pemilik kendaraan Neta yang sudah ada.

Fokus Produksi Neta X dan Neta L

Dalam rancangan reorganisasi, peralatan produksi yang berkaitan dengan SUV Neta L dan Neta X dikategorikan sebagai aset operasional utama yang dipertahankan. Sebaliknya, peralatan produksi sedan Neta S dan Neta GT dikategorikan sebagai aset noninti yang dapat dilepas secara terpisah.

Dengan struktur tersebut, Neta Auto akan lebih berfokus pada produksi kendaraan jenis SUV dalam tahap awal pemulihan bisnis.

Rencana pemulihan Neta Auto dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama, perusahaan akan memulai kembali produksi dengan target penjualan 10.000 kendaraan pada tahun pertama. Produksi Neta X menjadi salah satu prioritas, sementara rantai pasok dan jaringan layanan purnajual akan dibangun kembali.

Tahap kedua diarahkan pada peningkatan skala operasi. Neta Auto menargetkan kapasitas produksi tahunan mencapai 300.000 kendaraan. Pada fase ini, perusahaan juga berencana mengembangkan model kendaraan yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan pasar berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan sejumlah wilayah lainnya.

Baca Juga:
Biaya Pajak Tahunan Toyota Innova Zenix Q Hybrid

Target Produksi dan IPO

Tahap ketiga mencakup pengembangan kendaraan listrik pintar generasi baru yang ditujukan untuk pasar global. Neta Auto menargetkan nilai output tahunan mencapai CNY40 miliar sekaligus mempersiapkan langkah menuju penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Rencana tersebut masih berbentuk draf reorganisasi yang diajukan dalam proses restrukturisasi Hozon. Jika terealisasi, investasi Taiyi Shanglian akan menjadi bagian penting dari upaya mengembalikan aktivitas produksi, penjualan, rantai pasok, serta layanan purnajual Neta Auto.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan