Jakarta - Mencuci mobil terlihat seperti aktivitas yang sepele dan bisa dilakukan siapa saja di akhir pekan. Padahal, teknik atau kebiasaan yang salah saat mencuci justru bisa merusak lapisan cat, menimbulkan baret halus (swirl marks), hingga memicu karat pada beberapa bagian bodi mobil.
Agar mobil tetap kinclong dan catnya awet, kenali berbagai kesalahan fatal saat mencuci mobil yang sering dianggap sepele berikut ini!
1. Mencuci Mobil di Bawah Terik Matahari Langsung
Banyak orang memilih mencuci mobil saat siang hari agar cepat kering. Padahal, panas matahari membuat air dan sabun cepat menguap sebelum dibilas. Ini menyebabkan bercak putih atau water spot yang sangat sulit dihilangkan dari permukaan cat dan kaca mobil.
Cuci mobil di tempat yang teduh, di bawah naungan carport, atau saat pagi/sore hari ketika suhu bodi mobil sudah dingin.
2. Menggunakan Sabun Cuci Piring atau Detergen Rumah Tangga
Karena ingin busa yang melimpah dan praktis, sebagian pemilik mobil memakai sabun colek, detergen pakaian, atau sabun cuci piring. Bahan kimia keras ini dapat mengikis lapisan wax pelindung cat dan membuat warna cat mobil menjadi cepat kusam.
Selalu gunakan sampo khusus mobil (car wash shampoo) dengan pH seimbang yang aman untuk pernis dan cat kendaraan.
3. Hanya Menggunakan Satu Ember untuk Seluruh Bodi
Menggunakan satu ember air untuk membasuh busa sekaligus membilas spons adalah resep utama terciptanya baret halus. Kotoran dan butiran pasir yang menempel di spons akan ikut teraduk di dalam air dan menggores bodi mobil saat Anda mengusapnya kembali.
Terapkan metode Two-Bucket Method (dua ember). Ember pertama berisi air sabun, dan ember kedua berisi air bersih untuk membilas spons sebelum dicelupkan kembali ke air sabun. Pasang juga grit guard di dasar ember untuk memerangkap kotoran.
4. Menggunakan Kain Lap Sembarangan (Bukan Kain Kain Mikrofiber)
Mengeringkan mobil menggunakan handuk biasa, kain katun kasar, atau pakaian bekas dapat meninggalkan goresan mikro pada permukaan cat mobil yang sensitif.
Gunakan drying towel berbahan mikrofiber berkualitas tinggi yang bertekstur lembut dan memiliki daya serap tinggi agar air terangkat sempurna tanpa merusak bodi.
5. Mengabaikan Bagian Kolong dan Roda
Bagian kolong, spakbor, dan velg roda adalah area yang paling banyak menumpuk kotoran, sisa lumpur, serta residu aspal. Mencuci bodi atas saja tanpa membersihkan area bawah membuat kotoran menumpuk dan berisiko memicu korosi atau karat.
-Solusi: Bersihkan bagian kaki-kaki dan kolong terlebih dahulu menggunakan sikat khusus velg dan semprotan air bertekanan tinggi sebelum Anda mencuci bodi utama mobil.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan